Gelar Bukber Mewah Tema Bollywood, Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati Dikecam Netizen di Tengah Keluhan Jalan Rusak
- instagram Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati
tvOnenews.com - Viral, Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati menjadi sorotan netizen usai video buka bersama (bukber) mewah dengan tema Bollywood.
Sorotan terhadap gaya hidup pejabat publik kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Pejabat dianggap kerap memamerkan kemewahan, baik melalui unggahan pribadi maupun kegiatan resmi yang terlihat glamor.
Fenomena ini membuat setiap aktivitas pejabat yang terekam kamera berpotensi menjadi viral dan memicu perdebatan luas di dunia maya.
Kasus terbaru datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati.
Ia menjadi sorotan setelah video acara buka puasa bersama atau bukber yang digelar dengan konsep mewah bertema Bollywood viral di berbagai platform media sosial.
Alih-alih mendapat apresiasi, kegiatan tersebut justru menuai kritik tajam dari warganet yang menilai acara itu kurang menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat.
Kontroversi ini juga muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi dan gaya hidup pejabat negara.
Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai aktivitas pejabat yang dinilai berlebihan kerap dibongkar oleh netizen di media sosial.
Karena itu, tidak mengherankan jika kegiatan bukber mewah tersebut langsung menjadi bahan perbincangan luas.
Bukber Pejabat Bertema Bollywood Jadi Sorotan
Acara rapat koordinasi sekaligus buka puasa bersama yang digelar oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo itu berlangsung di Mahabarata Palace Graha Unesa, Surabaya, pada Jumat (6/3/2026).
- tangkapan layar instagram fakta indo
Video kegiatan tersebut kemudian beredar luas di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun @fakta.indo.
Dalam video yang viral, terlihat ruangan acara dihias dengan dekorasi meriah bernuansa India. Ornamen berwarna emas, merah, dan oranye mendominasi ruangan sehingga memberikan kesan megah layaknya pesta bertema Bollywood.
Para pejabat yang hadir juga terlihat mengenakan busana khas India. Beberapa di antaranya tampil dengan pakaian tradisional seperti sari serta berbagai aksesori yang identik dengan gaya Bollywood.
Suasana acara terlihat seperti pesta tematik dengan meja makan yang ditata rapi dan hidangan yang disajikan secara mewah.
Para peserta juga tampak berbincang santai sambil berfoto dengan latar dekorasi yang mencolok.
Acara tersebut dihadiri berbagai pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, hingga Sekretaris Daerah Sidoarjo, Fenny Apridawati.
Tuai Kritik karena Dinilai Kurang Empati
Meski berlangsung meriah, kegiatan tersebut justru memicu kritik dari masyarakat. Banyak warganet menilai konsep acara yang mewah tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi sebagian warga.
Beberapa komentar di media sosial juga menyoroti persoalan infrastruktur di wilayah Sidoarjo, terutama terkait kondisi jalan rusak yang masih dikeluhkan masyarakat.
Bahkan, kerusakan jalan tersebut disebut-sebut telah menyebabkan beberapa kecelakaan.
Karena itu, sebagian warga menilai kegiatan buka puasa bersama dengan konsep mewah tersebut kurang tepat dilakukan ketika masih banyak persoalan publik yang perlu mendapatkan perhatian.
Namun, tidak semua komentar bernada kritik. Ada pula warganet yang menganggap acara tersebut sebagai kegiatan internal pemerintah daerah yang wajar dilakukan dalam rangka mempererat hubungan kerja.
Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, viralnya video ini menunjukkan bagaimana aktivitas pejabat pemerintah kini semakin mudah dipantau oleh masyarakat.
Dokumentasi yang tersebar di media sosial dapat dengan cepat memicu berbagai persepsi dan penilaian publik.
- instagram Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati
Fenny Apridawati Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Menanggapi polemik yang berkembang, Fenny Apridawati akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.
“Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD,” ujar Fenny dalam keterangannya.
Ia juga menjelaskan bahwa acara tersebut sebenarnya digelar sebagai momentum silaturahmi di bulan Ramadan sekaligus untuk mendukung koordinasi program pemerintah daerah.
“Dan sejatinya acara itu merupakan momentum silaturahmi di bulan suci Ramadan, sekaligus dalam rangka penguatan percepatan program PIWK,” jelasnya.
Program tersebut, lanjut Fenny, berkaitan dengan upaya perbaikan jalan di wilayah Sidoarjo serta persiapan distribusi beras SPHP bagi masyarakat.
Meski demikian, ia mengakui bahwa publikasi kegiatan tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan memunculkan persepsi kurang baik di masyarakat.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Sidoarjo,” ungkapnya.
Ia juga menyadari bahwa sebagai pelayan publik, pejabat pemerintah seharusnya lebih peka terhadap situasi sosial ketika mendokumentasikan aktivitas mereka.
“Kami menyadari bahwa sebagai pelayan publik, kami seharusnya lebih peka dan sensitif dalam mendokumentasikan aktivitas, terutama di tengah situasi yang dirasakan warga,” papar Fenny.
Fenny menambahkan bahwa kritik yang muncul akan menjadi pengingat bagi jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk lebih meningkatkan kepekaan sosial.
“Masukan dan kritik dari masyarakat tentu menjadi pengingat bagi kami di pemerintahan untuk terus meningkatkan kepekaan sosial dalam setiap aktivitas dan keputusan yang kami ambil,” ujarnya.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan hal yang sangat penting bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, kritik dari warga akan dijadikan bahan evaluasi agar kinerja pemerintah tetap selaras dengan harapan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sendiri menegaskan akan tetap fokus pada program kerja nyata, terutama terkait perbaikan infrastruktur jalan serta pemenuhan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset terpenting bagi kami. Masukan ini menjadi modal berharga bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan bahwa dedikasi kami tetap selaras dengan harapan warga Sidoarjo,” pungkasnya. (udn)
Load more