Gubernur Dedi Mulyadi Temui Bocah SD Jadi Kusir Delman, Diberi Uang Buat Libur Lebaran dan Beli Baju Baru
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
tvOnenews.com - Momen menarik terjadi saat Gubernur Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke Garut bersama Dudy Purwagandhi.
Dalam rangka penyaluran kompensasi bagi para sopir angkutan umum dan kendaraan tradisional, Dedi Mulyadi justru menemukan kisah yang menarik.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan kompensasi kepada para sopir angkutan umum, kusir delman, hingga tukang becak yang berhenti beroperasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menyebutkan bahwa sekitar lima ribu sopir angkutan umum di Jawa Barat menerima kompensasi karena tidak beroperasi selama kurang lebih tujuh hari.
Bantuan tersebut diberikan secara nontunai dalam bentuk tabungan melalui Bank BJB.
Penyerahan kompensasi dilakukan secara simbolis kepada para pengemudi delman, becak, dan angkutan kota yang telah menunggu kehadiran rombongan sejak pagi.
Suasana penuh kehangatan terasa ketika Dedi Mulyadi dan Menteri Perhubungan menyapa langsung para pekerja sektor informal tersebut.
Namun perhatian publik justru tertuju pada interaksi Dedi Mulyadi dengan seorang bocah sekolah dasar yang ikut membantu orang tuanya sebagai kusir delman.
Momen ini diabadikan dalam kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi. Dalam dialog sederhana itu, Kang Dedi menanyakan keseharian anak tersebut.
“Sekolah nggak? Di mana sekolahnya? Kelas?” tanya Kang Dedi.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Bocah itu menjawab bahwa dirinya masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.
Ia mengaku tidak selalu menjadi kusir, melainkan hanya membantu menjaga delman milik orang tuanya.
“Sekolah sambil jadi kusir?” tanya Dedi lagi.
“Engga, cuma menjaga,” jawab sang anak polos.
Meski begitu, anak tersebut mengakui bahwa ia pernah sesekali menjadi kusir. Ia biasa mangkal di kawasan Asia dan membantu orang tuanya mencari nafkah.
Percakapan berlanjut ketika Dedi menanyakan apakah sang anak sudah mulai libur sekolah menjelang Lebaran. Anak tersebut mengiyakan, menandakan bahwa momen libur telah tiba.
Kang Dedi kemudian menyinggung soal penghasilan dan kebutuhan sehari-hari keluarga mereka.
Ia berharap setidaknya pendapatan yang ada bisa mencukupi kebutuhan pokok seperti membeli beras.
Namun yang paling menarik ketika Kang Dedi menanyakan soal baju lebaran.
“Sudah beli baju lebaran belum?” tanyanya.
Dengan polos, anak itu menjawab belum. Bahkan ia mengaku belum mendapatkan baju baru dari orang tuanya.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung memberikan sejumlah uang pecahan Rp100 ribu kepada bocah tersebut agar bisa membeli baju.
Aksi spontan ini pun menuai simpati dari masyarakat yang menyaksikan momen tersebut.
Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga berdialog dengan para tukang becak dan kusir delman lainnya.
Ia menanyakan penghasilan harian mereka yang ternyata masih jauh dari kata cukup.
Seorang tukang becak mengaku hanya mendapatkan sekitar Rp30 ribu per hari.
Mendengar hal itu, Dedi pun menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan bisa menjadi tambahan berkah.
Sementara itu, kusir delman lainnya menyebutkan bahwa penghasilannya berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari, tergantung kondisi penumpang.
Melalui program kompensasi ini, pemerintah berharap para pekerja transportasi tradisional tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup meskipun harus berhenti beroperasi sementara selama arus mudik dan balik Lebaran.
Kehadiran Dedi Mulyadi di tengah masyarakat kecil ini kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang dekat dengan rakyat, sekaligus menyoroti realita kehidupan para pekerja sektor informal yang masih membutuhkan perhatian lebih. (adk)
Load more