News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Ancam Denda Penyapu Koin di Jalur Pantura, Warga Diminta Berhenti Saat Arus Mudik dan Balik

​​​​​​​Dedi Mulyadi ancam denda penyapu koin di jalur Pantura. Warga diminta berhenti saat arus mudik dan balik demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Rabu, 18 Maret 2026 - 23:58 WIB
Dedi Mulyadi dan Warga Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi

tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik usai mengambil langkah tegas terhadap aktivitas penyapu koin di Jalur Pantura Jawa Barat. 

Dalam peninjauan langsung ke lapangan, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan tersebut harus dihentikan, terutama selama arus mudik dan arus balik Lebaran karena dinilai membahayakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena penyapu koin sendiri sudah lama terjadi di Jalur Pantura, khususnya di sekitar Jembatan Sewo yang menjadi perbatasan Subang dan Indramayu. 

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi dan Warga Jawa Barat. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Setiap musim mudik, warga lokal berjejer di pinggir hingga ke tengah jalan untuk menyapu koin yang dilempar pengendara sebagai bentuk sedekah.

Namun di balik tradisi tersebut, terdapat risiko besar. Aktivitas ini kerap mengganggu arus lalu lintas dan meningkatkan potensi kecelakaan, baik bagi penyapu koin maupun para pemudik yang melintas di jalur nasional tersebut.

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi menyoroti kondisi kawasan Pantura yang menurutnya perlu ditata dengan lebih baik.

“Ini di jalur di Pantura Jawa Barat, jalan nasional. Modif tuh. Warung-warung seperti ini ke depannya setelah selesai jalan provinsi, kita akan yang jalan nasional kita rapikan biar tidak kelihatan umum seperti ini,” ujar Dedi Mulyadi dalam YouTube pribadinya (18/3/2026).

Ia kemudian menelusuri jalur tersebut hingga ke wilayah Cirebon, tepatnya di jembatan perbatasan Subang-Indramayu yang dikenal sebagai titik aktivitas penyapu koin.

Setibanya di lokasi, Dedi Mulyadi langsung mengambil langkah tegas dengan melarang aktivitas tersebut.

“Nah, sekarang kita akan menuju ke areal yang biasa ada sapu koin. Untuk mereka tidak boleh lagi ada kegiatan sapu koin karena itu sudah ditertibkan. Balik lagi, balik lagi, balik lagi. Sudah selama Ramadan libur puasa ini harus mudik dan arus balik. Mereka tidak boleh nyapu-nyapu di jalan,” tegasnya.

Tak hanya melarang, Dedi Mulyadi juga menawarkan solusi bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.

“Dan kita akan berikan mereka uang saku Rp1 juta satu orang. Suruh libur selama 15 hari,” kata Dedi Mulyadi.

Ia bahkan menghitung secara rinci durasi waktu tersebut.

“Berarti sekarang sampai Minggu, dari Senin sampai minggu depan lagi kan gitu. Berarti kalau sekarang nih mulai hari ini, hari ini sampai Minggu berapa hari? Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu lima kan. Nah, ditambah hari Senin sampai Minggu lagi 7 jadi 12 hari,” jelasnya.

Kedatangan Dedi Mulyadi di lokasi pun langsung disambut warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang. Ia sempat berdialog dengan salah satu penyapu koin.

“Situ dapat berapa sehari nyapu koin?” tanya Dedi Mulyadi.

“Rp30 ribu, Pak, sehari,” jawab seorang warga.

Percakapan kemudian berlanjut hingga ke kantor desa. Di sana, Dedi Mulyadi meminta pihak desa untuk mengumpulkan seluruh warga yang melakukan aktivitas penyapu koin untuk diberikan sosialisasi.

Warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mengaku terpaksa melakukan pekerjaan tersebut karena kebutuhan ekonomi dan tidak adanya tunjangan hari raya (THR). Situasi ini membuat aktivitas penyapu koin terus berlangsung setiap musim mudik.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi memanggil kepala desa.

“Sini, Bu. Ini warga nyapu-nyapu di jalan daerah orang kaya ini,” ujarnya.

Ia juga meminta agar seluruh warga penyapu koin segera didata.

“Coba sekarang didatain sama Bu Kades ya, nanti saya kasih uang sakunya,” katanya.

Kesepakatan pun dibuat antara pemerintah dan warga. Mereka diminta berhenti melakukan aktivitas penyapu koin, terutama yang melibatkan anak-anak, hingga 18 Maret 2026 atau setelah arus mudik dan arus balik selesai.

Dalam perhitungannya, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan potensi penghasilan warga.

“12 hari dikali Rp50 ribu berarti dapat Rp600 ribu,” jelas Dedi Mulyadi.

Meski memberikan bantuan, Dedi Mulyadi juga menegaskan adanya sanksi bagi yang melanggar.

“Tapi awas kalau nanti ada yang nyapu koin lagi didenda,” tegasnya.

Penertiban ini dilakukan karena aktivitas penyapu koin dinilai sangat berbahaya. Selain mengganggu lalu lintas di jalur nasional, kegiatan tersebut juga berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan, terutama saat volume kendaraan meningkat drastis selama musim mudik.

Di sisi lain, tradisi lempar koin atau “tawur duit” oleh pemudik memang telah lama dianggap sebagai bentuk sedekah untuk keselamatan perjalanan. Bagi warga lokal, kegiatan ini menjadi sumber penghasilan musiman yang bisa mencapai Rp30 ribu hingga Rp200 ribu per hari.

Namun demi keselamatan bersama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih memberikan kompensasi sebesar Rp50.000 per orang per hari selama 12 hari atau total Rp600.000 bagi warga yang terdata agar tidak kembali ke jalan selama periode mudik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah tegas Dedi Mulyadi ini pun menuai beragam respons dari masyarakat. Banyak yang mendukung kebijakan tersebut karena dinilai mengutamakan keselamatan, meski ada pula yang menyoroti ketergantungan ekonomi warga terhadap aktivitas tersebut.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kuasa Hukum Ferdy Sambo Beri Klarifikasi soal Hebohnya Temuan Ombudsman "Fasilitas Mewah" di Lapas Cibinong

Kuasa Hukum Ferdy Sambo Beri Klarifikasi soal Hebohnya Temuan Ombudsman "Fasilitas Mewah" di Lapas Cibinong

Di tengah ramainya kabar Ombudsman melakukan sidak ke Lapas Cibinong. Muncul satu nama, Ferdy Sambo yang diduga merasakan "fasilitas mewah".
Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Usai Kalahkan Singapura, Meski Menang namun Ranking Garuda di FIFA Malah Turun Gara-gara Ini

Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Usai Kalahkan Singapura, Meski Menang namun Ranking Garuda di FIFA Malah Turun Gara-gara Ini

Timnas Indonesia mendapat tambahan poin setelah menang atas Singapura. Namun, posisi Garuda di ranking FIFA justru turun satu tingkat.
Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Bukan Lagi Megatron, Ini Panggilan Khusus Megawati Hangestri dari Rookie Hyundai Hillstate

Bukan Lagi Megatron, Ini Panggilan Khusus Megawati Hangestri dari Rookie Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri mulai menunjukkan kedekatan dengan para pemain muda Hyundai Hillstate. Salah satu rookie bahkan memiliki panggilan khusus sejak Mega gabung.
Harga Emas Antam Hari Ini 26 September 2026 Rp2.613.000 per Gram, Naik Rp23.000

Harga Emas Antam Hari Ini 26 September 2026 Rp2.613.000 per Gram, Naik Rp23.000

Harga emas Antam hari ini 26 September 2026 terpantau berada di angka Rp2.613.000 per gram.
Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 50 Pati dari Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut Jadi Irjen Pol

Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 50 Pati dari Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut Jadi Irjen Pol

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) 50 Perwira Tinggi (Pati) dan 4 PNS Polri.

Trending

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 50 Pati dari Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut Jadi Irjen Pol

Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 50 Pati dari Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut Jadi Irjen Pol

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) 50 Perwira Tinggi (Pati) dan 4 PNS Polri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT