News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Geleng Kepala, Penjual Cilok Mudik Jalan Kaki Gegara Uang Ludes di Gunung Berujung Dapat Bantuan 4 Juta

Kisah penjual cilok mudik jalan kaki bikin Dedi Mulyadi heran. Uangnya habis untuk naik gunung, berujung dapat bantuan Rp4 juta untuk Lebaran.
Selasa, 24 Maret 2026 - 21:12 WIB
Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

tvOnenews.com - Kisah seorang penjual cilok bernama Asep mendadak viral dan menyita perhatian publik, termasuk Dedi Mulyadi.

Pria berusia 31 tahun itu nekat mudik dari kawasan Cibaduyut, Kota Bandung menuju kampung halamannya di Desa Gunungcupu, Sindangkasih, Ciamis dengan berjalan kaki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan tersebut membuat Dedi Mulyadi geleng kepala.

Baginya, langkah Asep sangat tidak biasa, apalagi di tengah momen mudik Lebaran yang identik dengan perjalanan jauh menggunakan kendaraan umum.

Dalam perbincangan yang diunggah melalui kanal YouTube, Dedi Mulyadi mencoba menggali latar belakang kehidupan Asep.

Diketahui, Asep sehari-hari bekerja sebagai penjual cilok di bawah usaha milik bosnya. Penghasilan Asep ternyata sangat terbatas.

Ia harus menyetor sekitar Rp70 ribu setiap hari kepada pemilik usaha.

Dari hasil jualannya, Asep hanya bisa membawa pulang keuntungan yang tidak lebih dari Rp50 ribu.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) telepon Asep Kumala Seta, penjual cilok yang nekat mudik jalan kaki dari Bandung menuju Ciamis
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) telepon Asep Kumala Seta, penjual cilok yang nekat mudik jalan kaki dari Bandung menuju Ciamis
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel

Kondisi tersebut semakin sulit saat bulan Ramadan, di mana jumlah pembeli menurun drastis.

Namun, yang membuat Dedi semakin heran bukan hanya soal penghasilan kecil itu, melainkan keputusan Asep untuk tidak meminta bantuan ongkos mudik kepada bosnya.

“Kenapa tidak minta ke bosnya? Masa bosnya tidak kasih,” ujar Dedi Mulyadi dengan nada heran.

Saat ditanya langsung, Asep mengaku sebenarnya memiliki kesempatan untuk meminta bantuan, namun ia tidak memiliki keberanian.

Rasa kurang percaya diri membuatnya enggan meminjam uang, meskipun kebutuhannya mendesak.

Fakta lain yang terungkap justru lebih mengejutkan. Asep mengakui bahwa selama ini uang hasil jualannya kerap habis untuk memenuhi hobinya, yaitu mendaki gunung.

Hal ini membuatnya tidak memiliki tabungan yang cukup untuk pulang kampung saat Lebaran.

Pengakuan tersebut membuat Dedi Mulyadi semakin terkejut.

Ia menilai bahwa kondisi yang dialami Asep sebenarnya bukan semata-mata karena penghasilan kecil, tetapi juga karena pengelolaan keuangan yang kurang bijak.

“Kesusahan bapak ini diciptakan oleh siapa?” tanya Kang Dedi.

“Oleh saya sendiri,” jawab Asep jujur.

Dalam perjalanan mudiknya, Asep hanya membawa sekitar 50 butir cilok untuk dijual di sepanjang jalan.

Ia juga hanya mengantongi uang Rp20 ribu sebagai bekal.

Jarak tempuh dari Bandung ke Ciamis yang sangat jauh tentu menjadi tantangan berat, apalagi hanya mengandalkan berjalan kaki.

Kisahnya semakin viral setelah ia bertemu dengan wartawan di tengah perjalanan. Banyak yang tersentuh dengan perjuangannya, meski Asep menegaskan bahwa ia tidak berniat mencari simpati.

Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi akhirnya memutuskan untuk memberikan bantuan kepada Asep.

Ia memberikan uang sebesar Rp3 juta untuk kebutuhan Lebaran, ditambah dukungan lain yang totalnya mencapai Rp4 juta.

Namun, bantuan tersebut tidak diberikan begitu saja tanpa pesan. Kang Dedi memberikan arahan agar uang tersebut digunakan secara bijak.

Ia menyarankan agar sebagian uang diberikan kepada orang tua untuk kebutuhan Lebaran, sementara sisanya digunakan sebagai modal usaha.

“Yang satu juta kasih ke ibu untuk kebutuhan Lebaran, dua juta untuk beli roda usaha, nanti saya tambah lagi satu juta untuk modal,” ujar Kang Dedi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain memberikan bantuan, Dedi juga menasihati Asep agar lebih bijak dalam mengatur keuangan.

Ia menekankan pentingnya menabung dan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting, termasuk hobi yang menguras biaya seperti mendaki gunung. (hap/adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

IPW Angkat Bicara Soal Ombudsman Sidak Lapas Cibinong: Ada Batas Kewenangan

IPW Angkat Bicara Soal Ombudsman Sidak Lapas Cibinong: Ada Batas Kewenangan

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menanggapi inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu (23/9/2026).
Bukan Soal Finishing, John Herdman Ungkap Alasan Timnas Indonesia Minim Tembakan Lawan Singapura

Bukan Soal Finishing, John Herdman Ungkap Alasan Timnas Indonesia Minim Tembakan Lawan Singapura

ohn Herdman menjelaskan minimnya tembakan Timnas Indonesia saat melawan Singapura. Menurutnya, skuad Garuda masih membangun ritme dan kombinasi pemain baru.
Meski Gagal Bawa Pulang Medali Asian Games 2026, Odekta Naibaho Lampaui Catatan Waktu saat Hattrick Emas SEA Games

Meski Gagal Bawa Pulang Medali Asian Games 2026, Odekta Naibaho Lampaui Catatan Waktu saat Hattrick Emas SEA Games

Pelari Indonesia yang turun di cabor Atletik nomor Marathon Putri yakni Odekta Naibaho dipastikan gagal membawa pulang medali pada gelaran Asian Games 2026.
Lokasi Pemakaman Guruh Soekarnoputra, Rencananya di Samping Pusara Fatmawati

Lokasi Pemakaman Guruh Soekarnoputra, Rencananya di Samping Pusara Fatmawati

Rencana lokasi pemakaman Guruh Soekarnoputra, adik Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di sebelah makam Fatmawati, istri Presiden ke-1 RI, Ir. Soekarno.
Rajin Cetak Gol untuk Timnas Indonesia di SUGBK, Ole Romeny Protes Disebut Hanya Keberuntungan

Rajin Cetak Gol untuk Timnas Indonesia di SUGBK, Ole Romeny Protes Disebut Hanya Keberuntungan

Ole Romeny menegaskan ketajamannya bersama Timnas Indonesia di SUGBK bukan sekadar keberuntungan. Ia menyebut kerja keras dan kepercayaan diri jadi kuncinya.
Finis di Peringkat ke-6, Robi Syianturi Gagal Persembahkan Medali dari Nomor Marathon Putra di Gelaran Asian Games 2026

Finis di Peringkat ke-6, Robi Syianturi Gagal Persembahkan Medali dari Nomor Marathon Putra di Gelaran Asian Games 2026

Wakil Indonesia di cabang olahraga atletik nomor Marathon Putra, Robi Syianturi, gagal mempersembahkan medali untuk Merah Putih di gelaran Asian Games 2026 ini.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT