Bocah SD Nekat Bonceng Tiga, Dedi Mulyadi Beri Teguran Keras Sampai Tak Berkutik: Mau Gak Naik Kelas?
- YouTube Kang Dedi Mulyadi
tvOnenews.com - Aksi Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik setelah dirinya memergoki 3 bocah SD yang nekat bonceng tiga tanpa helm saat berkendara motor di jalan. Kejadian tersebut terekam dalam unggahan terbaru di kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi.
Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi terlihat turun langsung ke jalan bersama timnya menggunakan sepeda motor untuk meninjau kondisi jalan yang akan dibangun dan diperbaiki. Namun di tengah perjalanan, ia justru menemukan pelanggaran yang cukup mengejutkan.
Tiga bocah SD kedapatan mengendarai satu motor dengan bonceng tiga tanpa menggunakan helm. Melihat hal tersebut, tim langsung memberhentikan mereka untuk dimintai keterangan.
![]()
Dedi Mulyadi dan 3 Bocah SD. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)
Salah satu bocah yang mengendarai motor diketahui bernama Rizki, siswa kelas 5 SD. Saat ditanya, Rizki mengakui bahwa dirinya telah melakukan pelanggaran.
Namun ketika diminta menjelaskan jenis pelanggarannya, ia dan kedua temannya tampak kebingungan.
Melihat hal itu, Dedi Mulyadi langsung memberikan teguran tegas sekaligus edukasi.
“Kamu enggak tahu pelanggaran? Kamu naik motor enggak pakai helm, belum punya SIM. Saya nanti tegas loh ke seluruh sekolah di Jawa Barat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan akan ada langkah serius dari Dinas Pendidikan agar orang tua membuat surat perjanjian, sehingga anak-anak tidak lagi menggunakan kendaraan bermotor sebelum waktunya.
“Ingat ya, Dinas Pendidikan kabupaten, kota, seluruh Provinsi Jawa Barat bikin orang tuanya surat perjanjian. Anak-anaknya tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor. Belum waktunya. Jalan pengen dibagusin kalau begini terus, saya enggak mau. Kamu melanggar enggak?” tegasnya.
Rizki hanya bisa mengangguk, sementara suasana semakin tegang saat Dedi mulai menyinggung konsekuensi dari tindakan tersebut.
Ia bahkan memberi peringatan keras terkait kelanjutan sekolah mereka jika masih melanggar.
“Orang Curukagung lagi, ya. Kamu mau enggak naik kelas? Saya bikin tidak naik kelas kamu, mau berubah enggak? Habis dari mana?” tanya Dedi, yang dijawab Rizki bahwa mereka hanya jalan-jalan.
Dedi pun mempertanyakan manfaat dari aktivitas tersebut, lalu meminta timnya mengambil foto sebagai bukti pelanggaran. Ia berencana menyerahkannya ke pihak sekolah agar ada efek jera.
“Ya, foto aja nanti biar orang tuanya. Nanti kita kasih ke gurunya biar enggak naik kelas. Kamu mau enggak naik kelas? Kamu berubah, kamu turun. Kamu turun ya turun semuanya. Sekolah itu diajarin bagaimana hidup benar,” ucapnya tegas.
Dalam momen itu, Dedi Mulyadi juga menyinggung kondisi keluarga Rizki. Setelah mengetahui ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, ia mengingatkan pentingnya menghargai perjuangan orang tua.
“Capek enggak bapak kerja kira-kira? Terus kalau anaknya begini, beli motor dapat susah enggak? Terus kalau kamu di jalan nanti celaka?” katanya dengan nada lebih dalam.
Ketiga bocah tersebut hanya terdiam tanpa jawaban.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga menemukan bahwa motor yang digunakan tidak memiliki pelat nomor.
Ia kembali menegaskan bahwa pelanggaran tersebut akan dilaporkan kepada orang tua dan pihak sekolah.
Ia kemudian meminta Rizki untuk memanggil orang tuanya. Namun karena tidak memiliki telepon, Dedi kembali menegaskan ancamannya soal kemungkinan tidak naik kelas jika mereka mengulangi perbuatan tersebut.
Sebagai bentuk komitmen, Dedi Mulyadi mengajak ketiga bocah itu untuk bersumpah tidak akan lagi mengendarai motor sebelum cukup umur.
“Kalau kamu naik motor lagi nanti ada CCTV loh. Kamu tidak naik kelas. Kamu mau? Benar? Sumpah ya,” katanya.
Di akhir tegurannya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa pembangunan jalan dilakukan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk disalahgunakan oleh anak-anak yang belum waktunya berkendara.
“Kita bangun jalan untuk warga agar digunakan dengan baik, bukan untuk yang begini,” ujarnya.
Ia juga memastikan akan menindaklanjuti kejadian tersebut dengan mendatangi sekolah para siswa.
“Saya tahu wajahnya, SD-nya. Nanti hari Senin saya ke sekolahnya. Nanti semua orang tuanya tanda tangan surat pernyataan tidak akan lagi membiarkan anaknya naik motor. Belum waktunya,” tutupnya.
Ketiga bocah SD tersebut pun disuruh pulang dengan berjalan kaki dan orangtuanya diminta mengambil motor yang ditahan Dedi Mulyadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya, terutama dalam penggunaan kendaraan bermotor yang jelas melanggar aturan dan berbahaya.
(anf)
Load more