Dedi Mulyadi Murka Lihat Sekolah Kotor, Langsung Semprot Kepala Sekolah: Saya Liatin Gak Ada Inisiatif
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi lakukan sidak di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tampak kotor dan rusak parah.
Gubernur yang akrab disapa KDM tersebut murka melihat kondisi sekolah yang kotor dan banyak fasilitas yang rusak dan tak terawat.
"SMA lembaga pendidikan, anak-anak harus diajarkan bagaimana hidup berpendidikan. Dari mulai cara masuk, cara duduk, cara keluar, dan estetika di lingkungan," kata KDM, seperti dilansir dari kanal YouTube miliknya.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Sidak pertama dilakukan di area pos satpam. Ia melayangkan protes lantaran pos tersebut tidak berada tepat di area depan sekolah.
Selain itu, pos tersebut juga sudah kurang layak lantaran kotor dan banyak fasilitas yang rusak, sehingga area tersebut tidak estetik.
"Ini ngeletakin pos salah enggak? Harusnya di depan. Sudah bongkar posnya. Ganti pindahin di depan," ucap KDM.
Kepala Sekolah menyebut bahwa awalnya pos satpam berada di depan, tetapi atas perintah dari Kades akhirnya pos tersebut dipindahkan.
Tak hanya soal pos satpam, Dedi Mulyadi juga menyampaikan rasa kecewanya lantaran tidak ada inisiatif dari pihak sekolah untuk memperbaiki fasilitas yang rusak.
Padahal, KDM menyebut pihaknya sudah memperbaiki area depan sekolah seperti halte dan area sekitarnya.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
"Ini sekolah depannya sudah dirapihin, tapi jorok," ujarnya geram.
Tak ingin langsung menegur, KDM mengaku dirinya menunggu inisiatif dari kepala sekolah untuk membenahi area sekolah.
"Ini saya sejak awal (lihat) kumuh? Kapan diberesin? Setelah saya beresin. Ada gak inisiatif setelah ini, pas sudah saya tegur," paparnya.
Melihat kondisi ini, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademis saja, tetapi juga mengajarkan untuk lebih peka pada lingkungan.
Ia berharap pihak sekolah bisa menanamkan nilai kepada siswa-siswa untuk bisa bergerak dan berinisiatif dalam menjaga lingkungan.
Selain itu, ia juga meminta Kepala Sekolah untuk lebih menata area sekolah dengan memperbaiki segera fasilitas yang rusak dan berbenah.
"Saya nanya ini fungsinya apa? Bapak kan sudah 4 tahun mimpin ini. Kenapa dibiarkan begini?" Tanya KDM kesal lantaran melihat area trotoar dan bangku yang sudah tidak layak.
Kepala Sekolah lantas menyebut bahwa pihaknya sudah ada rencana untuk menjadikan area tersebut sebagai pentas kesenian.
"Ada ide sebenarnya dengan teman-teman itu inginnya ini dijadikan tempat pentas kesenian, pak, tapi diperbesar," kata Kepala Sekolah tersebut.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Mendengar hal tersebut, KDM lantas memberi saran untuk mulai membongkar area trotoar yang rusak dengan paving block dan menanam pohon di area tersebut.
Ia juga meminta agar pihak sekolah jangan hanya berencana tanpa ada aksi nyata.
"Dulu ini kumuh banget, Pak. Saya kan lewat tiap hari, cuma saya belum masuk. Saya pengin tahu inisiatif dari sekolah. Tapi saya biarkan. Oh, enggak ada inisiatif," kata KDM dengan nada kesal.
Dedi Mulyadi kecewa lantaran dirinya sudah memberikan contoh dengan merapikan dan membereskan area depan sekolah dengan maksud agar area dalam sekolah bisa ikut diperbaiki.
Alih-alih terinspirasi, pihak sekolah ternyata tidak punya inisiatif untuk berbenah, sehingga hal tersebut yang membuat Dedi Mulyadi turun langsung dan menegurnya.
(nka)
Load more