Astagfirullah, Meski Dedi Mulyadi Kena Amuk Warga Kuningan tapi Tetap Beri Bantuan Rp25 Juta
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
tvOnenews.com - Sebuah drama penuh emosi dialami oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Niat tulus pria yang akrab disapa KDM ini untuk meringankan beban keluarga korban kecelakaan maut, justru sempat berbuah kepanikan dan hujan makian akibat salah paham.
Kisah ini berawal saat Dedi menaruh empati yang mendalam atas tragedi tertabraknya sebuah warung oleh truk. Insiden maut tersebut merenggut nyawa seorang ibu asal Kuningan.
Bergerak cepat, Dedi langsung berinisiatif menghubungi suami mendiang yang tengah dirundung duka.
- YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel
Untuk memecah kekakuan di awal obrolan telepon, Dedi mencoba sedikit berseloroh dengan memperkenalkan dirinya sebagai "Haji Dedi" yang bekerja sebagai seorang agen.
Namun, candaan tersebut justru memicu kepanikan di seberang telepon. Sang suami yang emosinya masih tidak stabil langsung curiga bahwa dirinya tengah menjadi target empuk komplotan penjahat siber.
“Anda mau nipu saya? Jangan ngaku-ngaku Haji Dedi!” ucap pria tersebut dengan nada emosi, dikutip dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (3/4/2026).
Mendengar dirinya dihujani kata-kata kasar dan luapan amarah, Dedi Mulyadi sama sekali tidak terpancing emosi.
Alih-alih menutup telepon atau tersinggung, tokoh publik Jawa Barat ini justru hanya tersenyum simpul dengan sangat tenang.
Titik balik ketegangan ini terjadi ketika sambungan telepon dialihkan ke panggilan video (video call).
Begitu layar menyala dan menampilkan wajah asli sang tokoh yang sangat familier, pria di ujung telepon langsung lemas dan diselimuti rasa bersalah yang luar biasa.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
“Astagfirullahaladzim… ini mah Pak Haji Dedi Gubernur. Mohon maaf, saya kira penipu,” ucapnya dengan nada menyesal.
Melihat kepanikan luar biasa dari sang suami korban, Dedi dengan kebesaran hatinya justru tertawa santai untuk mencairkan suasana.
“Tidak apa-apa, Bapak marahnya ke penipu, bukan ke saya,” kata Dedi sambil tertawa.
Setelah kepanikan mereda, Dedi mulai mendengarkan keluh kesah pria malang tersebut. Terungkap fakta memilukan bahwa mendiang istrinya adalah tulang punggung keluarga lewat warung kecil yang kini hancur lebur.
Beban hidup sang suami kini terasa berkali-kali lipat lebih berat. Dedi pun menarik napas dalam merangkum situasi pelik tersebut.
“Jadi istri meninggal, uang tidak ada, yang nabrak juga belum bertanggung jawab,” kata Dedi Mulyadi setelah mendengar cerita dari suami korban.
Setelahnya, KDM pun langsung mengulurkan jaring pengaman ekonomi yang membuat tangis sang suami seketika pecah tak terbendung.
“Kirim nomor rekening ya, saya bantu Rp25 juta untuk modal usaha lagi,” ujar Dedi.
“Terima kasih pak haji,” kata suami korban sambil menangis.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Tak sampai di situ, begitu mengetahui ada korban lain yang terluka parah, seorang kuli bangunan yang kebetulan berada di lokasi, dan berasal dari keluarga prasejahtera, Dedi kembali membuka dompet pribadinya.
“Titipkan Rp10 juta untuk keluarga korban yang dirawat, untuk kebutuhan selama di rumah sakit,” katanya.
Meski penuh empati, Dedi tetap bersikap kritis dan objektif dalam melihat akar masalah. Di pengujung aksinya, ia memberikan teguran keras terkait posisi bangunan warung yang dinilai terlalu nekat mepet ke bahu jalan hingga mengorbankan area drainase. Menurutnya, pelanggaran tata ruang seperti ini adalah bom waktu yang mengancam nyawa.
“Bangunan tidak boleh mengambil badan jalan. Ini juga jadi pelajaran penting agar ke depan tidak terjadi kecelakaan serupa,” tegasnya. (ism)
Load more