News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemilik Hajat di Purwakarta Dikeroyok Preman hingga Tewas, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Warga mendesak agar Gubenernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusut tentang insiden pengeroyokan pemilik hajat oleh sekelompok preman di Purwakarta. Seperti apa?
Minggu, 5 April 2026 - 14:53 WIB
Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

tvOnenews.com - Warga mendesak agar Gubenernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusut tentang insiden pengeroyokan pemilik hajat oleh sekelompok preman.

Di beberapa unggahan di media sosial Instagram @dedimulyadi71, sejumlah warganet membanjiri kolom komentar, mendesak agar Gubernur yang akrab disapa KDM itu angkat suara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

komentar di akun Dedi Mulyadi
komentar di akun Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

"Pak, ada warga bapak di daerah purwakarta yang bikin acara hajatan di rumahnya sendiri tapi terkena aksi kekerasan dan pungli sampe meninggal tolong pak di bantu," kata komentar seorang warganet.

"Yang hajatan di Purwakarta, pak, jadi korban preman sampai meninggal," tulis warganet lainnya.

Membalas salah satu komentar warganet, Gubernur dengan julukan 'Bapak Aing' itu angkat suara.

"Pa kumaha nu hajat di gebugan saurna dugi ka maot,, pdah teu masihan jatah preman," (Pak, bagaimana soal yang hajat dianiaya sampai meninggal, katanya karena tidak memberi jatah preman), tulis komentar warganet.

Dengan tegas Dedi Mulyadi menjawab, "sudah ditangani Polres Purwakarta"

komentar Dedi Mulyadi
komentar Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

Melihat jawaban tersebut, banyak warganet yang akhirnya tenang dan mengapresiasi kesigapan pihak berwajib dalam menangani kasus ini.

Sebelumnya, seorang warga bernama Dadang (58), asal Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pemuda. Insiden tragis tersebut terjadi saat berlangsungnya pesta pernikahan putrinya pada Sabtu (4/4/2026).

Peristiwa bermula ketika acara hiburan organ tunggal tengah berlangsung di lokasi hajatan.

Sekelompok pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang datang sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi diduga mabuk.

Mereka kemudian meminta uang sebesar Rp500 ribu kepada korban dengan alasan untuk membeli minuman keras.

Sebelumnya, korban diketahui sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu kepada para pelaku.

Namun, ketika permintaan tambahan ditolak, para pelaku justru tersulut emosi. Penolakan tersebut memicu keributan yang semakin tak terkendali.

Situasi pun memanas hingga korban dikejar keluar dari area tenda dan menjadi sasaran pengeroyokan.

Dadang yang mengalami luka parah sempat tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa salah satu pelaku bernama Kendi Ranaldi (34) telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

“Diduga ada sekelompok orang yang membuat keributan di acara hajatan hingga berujung pada aksi pemukulan terhadap korban sampai tidak sadarkan diri. Saat ini satu pelaku sudah diamankan,” ujar Enjang dalam keterangan resminya, Minggu (5/4).

Sementara itu, aparat kepolisian masih terus memburu pelaku lain yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Enjang memastikan bahwa proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap pelaku lainnya,” pungkasnya.

(nka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.
Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.
Harga Minyak Terancam Tertekan, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Program 100 GW

Harga Minyak Terancam Tertekan, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Program 100 GW

Harga minyak berpotensi tertekan seiring target Indonesia stop impor BBM. Prabowo genjot listrik 100 GW dan tutup PLTD demi efisiensi energi.
Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Setelah mengakhiri hubungannya dengan Ladislao Camara, akhirnya Nathalie Holscher sudah siap membuka lembaran baru dengan kekasihnya yang baru bernama Aripat
FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

Indonesia saat ini menghadapi tiga krisis lingkungan yang saling berkaitan, yakni persoalan sampah, pencemaran air, dan perubahan iklim.
Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya dibayangi krisis kebugaran jelang lawan Persija di GBK. Bernardo Tavares akui banyak pemain bermasalah, tapi Bajul Ijo tetap optimistis.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT