Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
“Di Jepang gajinya Rp20 juta. Biaya makan sehari di Jepang berapa?” tanya Dedi lagi.
“Rp3 juta cukup,” jawab siswa dengan nada gugup.
Melihat hal tersebut, Dedi pun bercanda, “Rp700.000 sehari kamu makannya.”
Setelah menyapa siswa yang berbaris, Dedi langsung menuju bagian belakang kelas yang sebelumnya sempat ia soroti karena adanya tumpukan sampah kayu.
Ia bahkan menyapa siswa dari jendela belakang kelas yang diketahui merupakan kelas 10.
![]()
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Tak berhenti di situ, Dedi langsung meminta para siswa untuk mengecek kondisi kebersihan di area tersebut.
“Coba dicek deh belakang kelasnya kotor enggak? Sini dicek dulu. Dicek kotor. Dicek kotor enggak? Kotor enggak? Ayo, Taruna. Kotor enggak? Ayo,” perintahnya.
Sebagai informasi, kunjungan sebelumnya pada 2 April 2026 merupakan sidak yang menyoroti berbagai persoalan di sekolah tersebut.
Dedi Mulyadi mengkritik kondisi kebersihan yang dinilai masih jauh dari kata layak, termasuk fasilitas toilet yang kurang terawat.
Ia juga menyoroti ironi di sekolah yang memiliki jurusan teknik seperti las dan mesin, namun belum mampu memperbaiki fasilitasnya sendiri.
Selain itu, ia mendorong agar siswa lebih mandiri, termasuk dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat melalui jurusan pertanian.
Tak hanya soal fasilitas, Dedi juga sempat menyinggung kurang optimalnya informasi peluang kerja bagi siswa.
Program rekrutmen digital untuk perusahaan besar seperti BYD dan VinFast disebut belum tersampaikan dengan baik, sehingga sebagian siswa kelas XII tidak mengetahui peluang tersebut.
Melalui kunjungan terbarunya ini, Dedi Mulyadi kembali menegaskan bahwa disiplin, kemandirian, dan kebersihan adalah hal utama yang harus dimiliki siswa.
Terlebih bagi mereka yang akan mengikuti program magang ke Jepang, standar tersebut menjadi kunci utama untuk bisa bersaing di dunia kerja internasional.
(anf)
Load more