Kembali Jadi Muhammad Fatah, Lucinta Luna Bicara Jujur Nasib Alat Vital yang Sudah Dioperasi seperti Perempuan
- Instagram/@lucintaluna_manjalita
Jakarta, tvOnenews.com - Selebgram Lucinta Luna membicarakan nasibnya untuk kembali menjadi Muhammad Fatah. Keputusannya mengubah kodrat penampilannya menyentuh hati publik.
Di C8 Podcast pada 4 April 2026, Lucinta Luna menyinggung tentang realita fisiknya. Meski sudah mantap kembali menjadi Muhammad Fatah, namun hal itu sulit terjadi lantaran alat kelamin yang sudah diubah seperti perempuan.
Lucinta Luna hanya pasrah untuk bisa kembali ke kodrat pria. Ia merasa agar bisa menjadi Muhammad Fatah mustahil jika bicara medis dalam mengembalikan alat kelaminnya.
"Kalau untuk menjadi seorang Muhammad Fatah lagi, itu udah susah banget, bahkan sebetulnya impossible kan," ujar Lucinta Luna saat berbincang dalam acara Butik Haji Igun dikutip tvOnenews.com, Jumat (10/4/2026).
Lucinta Luna Singgung Keputusan Mengubah Fisik
- Tangkapan layar YouTube C8 Podcast
Lucinta Luna disinggung Ivan Gunawan, terutama rekam jejak medis terjadi lebih dari 30 kali operasi. Keputusan puluhan kali naik meja operasi hanya demi menjadi perempuan tulen.
Lucinta bahkan menjalani operasi hanya demi mengganti kelamin dari pria untuk menjadi perempuan. Di balik itu, keputusan perubahan fisiknya tidak dilakukan secara sembarangan.
Berdasarkan dari catatan kepolisian, Lucinta Luna merupakan sosok yang terlahir sebagai laki-laki. Ia bernama Muhammad Fatah lahir pada 16 Juni 1989.
Di usia lima tahun, Lucinta Luna mengaku sudah menunjukkan perilaku seperti perempuan. Hal ini menjadi cikal bakal ia melakukan operasi ganti kelamin.
Proses operasi pergantian kelamin dari laki-laki menjadi perempuan di Rumah Sakit Rajyindee, Thailand pada 24 April 2016. Bukti operasi ini tertuang dalam surat keterangan dokter dengan nomor (A81) 5904240064 tanggal 27 April 2016 atas nama Muhammad Fatah.
Selepas melakukan pengajuan permohonan perdata ke PN Jakarta Selatan pada 22 November 2019, Lucinta mengubah identitas KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk menjadi nama Ayluna Putri.
Di balik proses itu, Lucinta Luna mengaku keputusan itu harus melewati persetujuan psikiater hingga terapi hormon. Prosesnya sangat panjang karena membutuhkan waktu selama 15 tahun.
Hingga kini, ia memutuskan kembali menjadi laki-laki. Sayangnya untuk melakukan hal ini, ia sudah pasrah.
"Dari semua nih (alat vital) yang ada di seluruh badan dan ini juga nggak bisa dibalikin. Masa mau pakai pensil 2B? Nggak bisa dong? Atau pakai linggis? Enggak akan bisa," terangnya.
Lucinta Luna Fokus Perubahan Mental dan Spiritual
Ia menyadari fisiknya sulit diubah seperti semula layaknya laki-laki. Namun demikian, sang selebgram bisa mengembalikan mental dan spiritual agar bisa menjadi Muhammad Fatah.
Ia mengatakan, perubahan mental dan spiritual difokuskan untuk menjalani di sisa hidupnya. Ia meyakini upaya ini sebagai salah satu cara kembali menuju wujud aslinya.
Pasalnya, Lucinta Luna sudah merasa lelah. Ia rela meninggalkan penampilan feminimnya demi mendapat ketenangan batin.
Ia mengakui sudah 10 tahun tidak mengerjakan shalat. Akibatnya, ia kerap mendapat hujatan hanya demi memuaskan keinginannya sebagai perempuan.
"Nggak pernah shalat apa pun. Jadi, gimana sih supaya aku tuh nggak dihujat, tapi aku tenang, tentram, damai, makanya aku memberanikan diri (kembali ke kodrat menjadi Muhammad Fatah). Tapi, beraninya aku di luar negeri," terangnya.
Diketahui, publik dihebohkan terhadap unggahan Lucinta Luna di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia memamerkan dirinya shalat di saf laki-laki di sebuah masjid di Korea Selatan.
Ia menjelaskan alasan dirinya memutuskan ibadah shalat Ied di saf laki-laki. Hal itu sebagai tanda pasrah kepada Tuhan dan berusaha bagaimana bisa kembali mendapatkan wujud aslinya.
"Gue ingin banget shalat di bagian saf laki-laki sesuai dengan kodrat. Walaupun gue sudah legal semuanya di Indonesia (menjadi perempuan) karena sudah berbentuk seperti ini," bebernya.
Terakhir, Lucinta Luna mengaku hidupnya kerap mendapat tekanan. Ia harus memenuhi permintaan publik sehingga mengarahkan ia harus mengonsumsi obat penenang.
"Nggak tenang banget, gue selalu menangis setiap malam dengan tekanan dari orang. Ih gue capek kayak jadi patung atau robot. Gue ingin jadi diri gue sendiri aja gitu lho," tukasnya.
(hap)
Load more