Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah
- Kolase tvOnenews.com / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Kabar meninggalnya Yai Mim kembali menyeret perhatian publik pada konflik yang sempat viral sebelumnya. Di tengah duka tersebut, pernyataan lama Sahara saat bertemu Dedi Mulyadi kembali disorot.
Dalam momen itu, Sahara secara terbuka mengakui kesalahannya setelah sempat melontarkan sebutan “dugong” kepada Yai Mim usai ditegur Dedi Mulyadi.
Mohammad Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim dikabarkan meninggal dunia pada Senin, 13 April 2026. Mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu mengembuskan napas terakhir di tengah proses hukum yang menjeratnya terkait perseteruannya dengan tetangganya, Nurul Sahara.
![]()
Unggahan Nurul Sahara. (Sumber: TikTok/saharavibesssss)
Yai Mim meninggal dunia saat berada di Polresta Malang Kota. Saat wafat, ia masih berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh Sahara.
Meski sempat berseteru hebat, Sahara melalui media sosial tetap menyampaikan duka cita dan mendoakan agar almarhum husnul khotimah.
Sebelumnya, Sahara diketahui pernah bertemu dengan Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, pada awal Oktober 2025.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya klarifikasi konflik yang bermula dari persoalan parkir hingga merambah ke ranah pribadi dan media sosial.
Dalam unggahan YouTube pribadi Dedi Mulyadi, terlihat bagaimana ia mencoba mendengar langsung penjelasan dari Sahara setelah sebelumnya juga bertemu dengan Yai Mim.
“Ya memang kalau dari sisi keilmuan, dialektika bicara, kapasitas, pemahaman bahasa, perjalanan spiritual saya lihat tinggi banget Pak Yai, makanya beliau ngomong sama saya nyambung gitu loh,” ujar Dedi Mulyadi.
“Nah, tapi saya tidak ke mana-mana gitu loh, yang penting kan menyampaikan apa yang terjadi, yang terdengar dan yang terlihat. Sehingga orang melihatnya proporsional karena ini sudah menjadi konsumsi publik ya harus dijelaskan pada publik gitu loh,” lanjutnya.
“Dan karena Pak Yai-nya sudah bertemu dengan saya ya saya harus bertemu Mbak juga, masa saya hanya mendengarkan sepihak,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi kemudian menanyakan soal ucapan yang sempat viral.
“Nah, kalau kalimat suka ada dugong-dugong itu apa?” tanya Dedi Mulyadi.
Sahara pun menjelaskan bahwa ucapannya dilatarbelakangi oleh emosi akibat perlakuan yang ia rasakan.
“Ya begini, beliau itu sering menyatakan begini loh Pak, ya beliau menghina fisik saya, beliau menghina fisik Mas Sohfan, mohon maaf ya seperti ‘babi hutan’,” ujar Sahara.
“Oh suka ada kalimat itu?” tanya Dedi Mulyadi.
“Iya, tapi kan saya bukan tipikal orang yang selalu pegang HP, jadi saya sesalkan itu, saya tidak punya bukti itu,” jelas Sahara.
Sahara juga mengaku merasa sangat tersinggung karena anaknya ikut terseret dalam konflik tersebut.
“Bahkan anak saya umur dua tahun perempuan, namanya anak-anak ya Pak, ketika main di depan pagar, ketika anak saya nyentuh pagar, dia ‘hus hus najis najis’ itu berulang, bukan saya saja saksinya, banyak orang,” kata Sahara.
“Saya sebagai ibu Pak, sakit hati. Terlepas dari apa pun masalah kedua orang tuanya, sebaiknya anak tidak usah diikutkan, menurut saya,” lanjutnya.
Ia kemudian mengakui bahwa emosinya saat itu membuatnya kehilangan kendali.
“Sehingga emosi saya Pak ketika berhadapan dengan dia, tidak mampu lagi saya sabar, namanya juga saya di lingkungan yang keras ya Pak di Batam, ya jadi saya kebawa emosi sampai bilang dugong dan lain sebagainya, karena refleksi dari kata-kata beliau sebelumnya,” tutur Sahara.
“Sebagai aksi balasan?” tanya Dedi Mulyadi.
“Sebagai reaksi balasan. Tetapi mohon maaf banget Pak, saya melalui video bapak ini, saya mohon maaf sekali sudah mengatai beliau dugong karena memang itu sangat salah,” ungkap Sahara.
“Saya mohon maaf atas hal tersebut dan tidak layak saya ucapkan apalagi sebagai orang kyai,” tambah Sahara.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga sempat menunjukkan sikap tegas saat Sahara mencoba memperlihatkan video pribadi milik Yai Mim melalui laptop.
Ia menolak menonton karena menganggap hal tersebut tidak etis dan tidak pantas untuk disebarluaskan.
Pertemuan di Lembur Pakuan tersebut merupakan bagian dari inisiatif Dedi Mulyadi untuk mendamaikan kedua belah pihak. Sebelumnya, Yai Mim juga telah lebih dulu bertemu dengannya guna membahas konflik yang sama.
(anf)
Load more