Dedi Mulyadi Bantu Warga Jabar Penderita Diabetes Akut yang Ditinggal Istri
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Menurut keterangan Suryana, ia juga pernah dibantu membayar uang bulanan BPJS oleh RW setempat dan Punduh (tokoh masyarakat).
"Pertama bikin dibayarin RW (BPJS),"ucapnya.
Karena kondisi ekonomi yang sulit, anak Suryana yang masih duduk di kelas 3 SD juga terpaksa berhenti sekolah.
"(Anak) udah gak sekolah, udah gak kebiayain (jajan sehari-harinya)," kata Suryana.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung meminta agar anak Suryana kembali bersekolah secepatnya.
"Kan (sekolah) SD enggak bayar, pak," kata KDM.
"Jangan jajan (anaknya), kan sekolah lebih penting dari jajan," imbuhnya.
Tak tinggal diam, Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan sebesar Rp5 juta untuk kebutuhan pengobatan serta perlengkapan sekolah anak Suryana.
"Nanti saya bantu lah kalau untuk sepatu segala macam. Tapi catatan, tidak boleh jajan dan tetap sekolah. Kan keadaan lagi susah. Orang lagi susah harus prihatin, bagaimana melewati kesusahan," kata KDM.
Ia juga meminta perangkat desa dan dinas kependudukan setempat segera mengurus pembaruan KTP dan kartu keluarga Suryana agar BPJS bisa kembali aktif untuk pengobatan.
Dari bantuan tersebut, sebagian dana diarahkan untuk kebutuhan sekolah anaknya.
"Nah, dari (bantuan) Rp5 juta ini sama haji belanjakan dulu Rp500.000 untuk keperluan anaknya sekolah. Sepatu, baju, tas. Cukup kan Rp500.000 sepatu baju, tas kan?" kata KDM.
"Ya udah kurang Rp1 juta belanjain untuk sepatu, baju, tas, buku, pulpen, segala macam. Tapi tidak boleh jajan, sekolahnya tetap sekolah," lanjutnya.
"Nanti yang Rp4 jutanya untuk bekel selama di rumah sakit. Takut ada keperluan di luar pengobatanya," ucapnya menambahkan.
Sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk selalu memperhatikan kondisi warganya, terutama dalam hal kesehatan.
"Jangan sampai ada orang sakit tidak diobati. Pemerintah membiarkan, saya enggak mau dosa. Saya enggak mau dosa," tandasnya.
(nka)
Load more