News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Ceramah Jusuf Kalla, Ustadz Abdul Somad Unggah Pesan Sarat Makna: Saat Sultan Malaka diusik Portugis

Di tengah polemik yang berkembang, Ustadz Abdul Somad mengunggah momen pertemuannya dengan Jusuf Kalla melalui akun Instagram resminya. Peristiwa ini menunjukkan
Selasa, 14 April 2026 - 22:20 WIB
Viral Ceramah Jusuf Kalla, Ustadz Abdul Somad Unggah Pesan Sarat Makna Saat Sultan Malaka diusik Portugis
Sumber :
  • instagram Ustadz Abdul Somad

tvOnenews.com - Gelombang kontroversi kembali mengguncang ruang publik setelah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, dilaporkan ke Polda Metro Jaya. 

Laporan ini muncul usai video ceramahnya terkait istilah “mati syahid” viral di media sosial dan memicu perdebatan lintas agama. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah derasnya arus opini, nama UAS atau Ustadz Abdul Somad ikut menjadi sorotan setelah mengunggah pesan bernuansa historis dan kultural yang dinilai sebagai respons tidak langsung terhadap polemik tersebut.

Peristiwa ini menunjukkan betapa sensitifnya isu agama di era digital. Dalam hitungan jam, potongan video ceramah dapat menyebar luas dan memicu reaksi emosional. 

Data dari berbagai studi komunikasi digital menunjukkan bahwa konten bernuansa agama memiliki tingkat engagement hingga dua kali lipat lebih tinggi dibanding isu umum, sehingga potensi disinformasi atau salah tafsir pun meningkat signifikan.

Viral Ceramah Jusuf Kalla, Ustadz Abdul Somad Unggah Pesan Sarat Makna Saat Sultan Malaka diusik Portugis
Viral Ceramah Jusuf Kalla, Ustadz Abdul Somad Unggah Pesan Sarat Makna Saat Sultan Malaka diusik Portugis
Sumber :
  • instagram Ustadz Abdul Somad

UAS Unggah Pesan Puitis, Isyarat Dukungan?

Di tengah polemik yang berkembang, UAS mengunggah momen pertemuannya dengan Jusuf Kalla melalui akun Instagram resminya. 

Dalam caption yang ditulis, ia menyampaikan narasi historis tentang peran Bugis-Makassar dalam dakwah Islam, dibalut gaya bahasa puitis:

“Saat Sultan Malaka diusik Portugis
Bugis-Makasar penghapus tangis

Belanda membuang Syaikh Yusuf al-Makassary
Di Afrika da’wah Islam berseri

Di mana kapal orang-orang Bugis-Makasar bersandar
Di sana da’wah berkibar

Bugis-Makasar berdakwah dengan tiga
Ujung Badik, ujung lidah dan ujung pena

Mereka tak pandai berbasa-basi
Dari Jenderal Yusuf, KH Ali Yafi sampai Habibi

Nenek moyang mereka penakluk samudera
Ancaman-ancaman hanya gerimis saja

Ada yang marah
Karena makar tercium sudah

Layangkan senyum tipis merona
Supaya yang marah makin terpesona,”

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian publik. Banyak yang menafsirkan pesan itu sebagai bentuk dukungan moral terhadap Jusuf Kalla, meski tidak secara eksplisit menyinggung polemik yang terjadi.

Dilaporkan ke Polda, Ini Alasan GAMKI

Kontroversi semakin memanas setelah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) resmi melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya pada Minggu (12/4/2026). 

Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, menyebut laporan ini mewakili sekitar 19 organisasi Kristen.

“Kami dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia tadi datang melaporkan Bapak Jusuf Kalla,” ujarnya.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/2547/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. JK dilaporkan atas dugaan penistaan agama, mengacu pada sejumlah pasal dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023.

Sahat menilai pernyataan terkait “mati syahid” tidak sejalan dengan ajaran Kristen yang mengedepankan kasih. 

Ia menegaskan, “Dalam ajaran agama Kristen itu tidak ada mengajarkan itu, bahkan kita diajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun.”

Meski demikian, GAMKI membuka ruang maaf jika Jusuf Kalla memberikan klarifikasi. Mereka juga menekankan bahwa langkah hukum diambil untuk meredam kegaduhan yang semakin meluas di media sosial.

Klarifikasi JK: Potongan Video Dinilai Menyesatkan

Di sisi lain, pihak Jusuf Kalla melalui juru bicara Husain Abdullah membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa video yang beredar merupakan potongan yang keluar dari konteks utuh.

“Namun setelah ditelusuri, tuduhan itu merupakan hasil pemotongan konteks (context cutting). Kami membantah dengan tegas tuduhan itu,” kata Husain.

Menurutnya, pernyataan JK disampaikan dalam pidato di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026. 

Dalam konteks lengkapnya, Jusuf Kalla justru menegaskan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan.

Ia menjelaskan bahwa JK sedang menceritakan upayanya mendamaikan konflik Poso dan Ambon, dua konflik besar berbasis agama yang menelan ribuan korban jiwa pada awal 2000-an. 

Dalam narasi tersebut, JK menggambarkan bagaimana kedua pihak yang bertikai sama-sama menggunakan istilah religius untuk membenarkan tindakan kekerasan.

Fakta historis menunjukkan konflik Poso dan Ambon memang menjadi salah satu tragedi sosial terbesar di Indonesia pasca-reformasi. 

Peran mediasi tokoh seperti JK kala itu diakui luas sebagai bagian penting dalam proses perdamaian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa di era digital, konteks sering kali kalah cepat dari potongan narasi. 

Di tengah dinamika ini, publik menunggu langkah lanjutan dari Jusuf Kalla, sekaligus berharap polemik tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bos Persib Ungkap Faktor Kekalahan Persib dari Madura United, Mulai dari Cuaca Panas Hingga Kelelahan

Bos Persib Ungkap Faktor Kekalahan Persib dari Madura United, Mulai dari Cuaca Panas Hingga Kelelahan

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menilai faktor ketidakberuntungan ikut memengaruhi hasil pertandingan tersebut.
Pegadaian Raih Penghargaan di Asian Innovation Excellence Awards 2026

Pegadaian Raih Penghargaan di Asian Innovation Excellence Awards 2026

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengakuan di tingkat internasional tersebut. 
Cetak 27 Gol dalam Tujuh Laga, ASIOP Lolos ke Final Piala Soeratin U-13 2026

Cetak 27 Gol dalam Tujuh Laga, ASIOP Lolos ke Final Piala Soeratin U-13 2026

ASIOP memastikan tempat di final Piala Soeratin 2026 kategori U-13 setelah mengalahkan Papua Football Academy (PFA) dengan skor mencolok 3-0.
Jangan Tunggu Sampai Bermasalah, Berikut Ini 5 Alasan Aki Mobil Wajib Dicek Secara Rutin

Jangan Tunggu Sampai Bermasalah, Berikut Ini 5 Alasan Aki Mobil Wajib Dicek Secara Rutin

Aki mobil menjadi salah satu komponen penting yang sering kali luput dari perhatian pemilik kendaraan.
Dari Pahlawan Timnas Indonesia Jadi Penghangat Bangku Cadangan, Ini Nasib 4 Pemain Garuda usai FIFA ASEAN Cup

Dari Pahlawan Timnas Indonesia Jadi Penghangat Bangku Cadangan, Ini Nasib 4 Pemain Garuda usai FIFA ASEAN Cup

Empat penggawa Timnas Indonesia belum mendapat kesempatan bermain di klub setelah juara FIFA ASEAN Cup 2026. Simak nasib Paes, Baggott, Romeny, dan Pattynama.
Daftar Pemain Film Laut Bercerita, Pemeran Gusti Suroso Akhirnya Terungkap?

Daftar Pemain Film Laut Bercerita, Pemeran Gusti Suroso Akhirnya Terungkap?

Daftar pemain film Laut Bercerita terungkap, termasuk Aksara Dena sebagai Gusti Suroso, karakter dokumentator Geng Winatra yang menyimpan rahasia besar.

Trending

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 
Peringati Hari Santri Nasional, 1 Juta Liter Air Disalurkan ke Daerah Terdampak Kekeringan dan Karhutla

Peringati Hari Santri Nasional, 1 Juta Liter Air Disalurkan ke Daerah Terdampak Kekeringan dan Karhutla

Momentum Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis (22/10) diperingati dengan cara yang berbeda oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara. 
Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri kembali mendapat julukan baru dari media Korea setelah mencetak 29 poin bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT