Kabar Bahagia untuk Warga Jawa Barat, Dedi Mulyadi Pastikan 40 Ribu Rumah Direnovasi Lewat Program Gentengisasi
- Pemprov Jabar
tvOnenews.com - Kabar bahagia datang untuk warga Jawa Barat. Dedi Mulyadi memastikan puluhan ribu rumah tidak layak huni segera direnovasi melalui program gentengisasi. Tak hanya memperbaiki hunian, program ini juga menggerakkan ekonomi UMKM lokal secara nyata.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kementerian PKP terus menggenjot implementasi program gentengisasi nasional. Program ini bertujuan mengganti atap rumah berbahan seng atau asbes dengan genteng tanah liat produksi UMKM lokal, sehingga menciptakan hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan perajin.
Dalam pertemuan pada 23 Maret 2026, Dedi Mulyadi mengusulkan agar pasokan genteng tidak hanya berasal dari Jatiwangi, Majalengka, tetapi juga melibatkan sentra Plered, Purwakarta.
![]()
Menteri PKP, Maruarar Sirait dan Gubernur Jawa Baarat, Dedi Mulyadi. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71)
Langkah ini dilakukan agar dampak ekonomi dari program tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku UMKM di Jawa Barat.
Pada 14 April 2026, melalui unggahan Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi terlihat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait saat meninjau langsung kesiapan UMKM di Plered.
“Ini dia, tumpukan sate yang dimakan oleh Menteri PKP. Jadi hari ini Menteri PKP sudah menghabiskan 20 tusuk sate maranggi Plered. Sekarang lagi bakar lagi, yang pakai lemak 10 lagi dalam rangka apa? Dalam rangka merayakan lakunya genteng Plered,” jelas Dedi Mulyadi.
Menteri Ara pun menimpali singkat dengan senyum lebar, “UMKM.”
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program ini tidak hanya soal pembangunan rumah, tetapi juga kebangkitan ekonomi masyarakat.
“Biar genteng Plered enggak lesu lagi, nanti orang-orang pada kembali kerja, gentengnya produksi, rumah di Jabar terbangun,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia juga memastikan jumlah rumah yang akan diperbaiki dalam program ini tidak sedikit. “Minimal rumah tidak layak huninya 40.000, nanti menggunakan genteng Plered dan genteng Majalengka namanya Jatiwangi,” ujar Dedi Mulyadi.
Menurutnya, program gentengisasi menjadi solusi yang saling menguntungkan antara kebutuhan hunian dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Pokoknya rumah terbangun, genteng pun makmur,” tegas Dedi Mulyadi.
Suasana peninjauan pun sempat mencair dengan candaan khasnya.
“Dan tukang sate juga kebagian rezeki, dengan satu catatan nambah penghasilan tidak berarti nambah istri,” canda Dedi Mulyadi sambil tertawa.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa program gentengisasi telah menunjukkan dampak nyata.
Permintaan genteng di Majalengka bahkan melonjak drastis dari 14 truk menjadi 600 truk, menandakan geliat ekonomi UMKM mulai terasa.
“Hari ini saya lagi di Jakarta nih, ketemu Pak Menteri bukan ngurusin ketupat Lebaran, tapi ngurusin genteng,” ujar Dedi Mulyadi pada akhir Maret 2026.
![]()
Menteri PKP Maruarar Sirait dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: Instagram @dedimulyadi71)
Lonjakan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian PKP mampu mendorong pergerakan ekonomi sekaligus mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni di Jawa Barat.
Dengan target minimal 40 ribu rumah direnovasi, Dedi Mulyadi optimistis program gentengisasi akan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Selain menghadirkan hunian yang lebih layak, program ini juga membuka lapangan kerja dan menghidupkan kembali sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah di Jawa Barat.
(anf)
Load more