News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Bikin Penjual Sate Keliling Nangis, KDM Tak Tega Saat Tahu Opik Magis Hanya Punya Dua Baju

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi melihat baju yang dikenakan Opik terlihat lusuh dan berlubang. Ternyata Opik mengaku dirinya hanya mempunyai dua baju
Rabu, 15 April 2026 - 18:06 WIB
Dedi Mulyadi bertemu penjual sate keliling, Opik Magis
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

tvOnenews.com - Kinerjanya membangun Jawa Barat membuat Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menjadi perhatian publik.

Kebijakannya serta aksinya yang suka berkeliling ke berbagai daerah di Jawa Barat membuat Kang Dedi Mulyadi (KDM) semakin dikenal warganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum menjadi Gubernur, Dedi Mulyadi sudah dikenal di Jawa Barat lantaran sempat memimpin Purwakarta sejak 2003. Mulai dari menjadi Wakil Bupati Purwakarta hingga Bupati Purwakarta.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga sempat menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar pada tahun 2019-2023.

Saat menjadi anggota DPR RI, KDM sempat bertemu dengan penjual sate keliling yang berjualan di sekitar rumahnya. 

Namun, ia merasa sedih melihat penjual sate yang bernama Opik Magis. 

Dedi Mulyadi melihat baju dan celana Opik
Dedi Mulyadi melihat baju dan celana Opik
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Melalui tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, KDM melihat baju yang dikenakan Opik terlihat kusam dan berlubang. Opik mengaku dirinya hanya mempunyai dua baju. 

“Kalau zaman sekarang itu kalau jualan jangan kelihatan dekil, harus rapi, alamnya sudah beda,” ungkap Dedi Mulyadi pada tayangan YouTube miliknya.

“Nggak ada lagi soalnya pak, cuma dua baju,” jawab Opik Magis.

“Bajunya cuma punya dua? Masa jualan tiap hari bajunya cuma punya dua?” tanya Dedi.

“Dua pak, biasa cuci kering pakai,” kata Opik.

Ternyata selama ini Opik tidak membeli baju karena kesulitan mencari ukuran yang pas dengannya.

Sebab, Opik memiliki tubuh yang besar dengan berat badan 120 Kg.

“Ya Allah, masalahnya apa?” tanya Dedi keheranan.

“Nggak ada yang muat pak,” jawab Opik sambil tersenyum dengan raut yang terlihat malu.

“Memang beratnya berapa?” ujar KDM.

“Satu kuintal dua puluh pak,” tutur penjual sate itu.

Selama bulan Ramadhan, ia berjualan sate keliling lantaran dagangannya pada hari biasa yaitu berjualan kerang hijau tidak laku.

Sehingga dirinya berhenti berjualan kerang saat bulan puasa dan beralih berjualan sate keliling dengan harapan ada yang membelinya.

Dedi Mulyadi bertemu penjual sate keliling, Opik Magis
Dedi Mulyadi bertemu penjual sate keliling, Opik Magis
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Opik mengatakan ia harus memesan bajunya terlebih dahulu sebelum membeli. Jika langsung ke toko baju, maka tak banyak toko yang memiliki ukurannya.

Itulah alasannya mengapa Opik hanya memiliki dua pasang baju.

Kemudian, Dedi Mulyadi juga menanyakan mengenai keluarga dan tempat tinggalnya. Opik memiliki tiga anak dan seorang istri sementara ia tinggal di samping rumah kakak. 

Dahulu ia sempat ngontrak, namun biaya yang besar untuk mengontrak rumah membuatnya kehabisan uang.

Selama ini, Opik berjualan sate milik majikannya dengan modal Rp200 ribu. Jika dagangan laku semua, maka dalam sehari ia memiliki keuntungan Rp100 ribu. 

Akan tetapi, dirinya harus menyetorkan kepada majikannya sebesar Rp50 ribu. Sehingga ia hanya membawa pulang uang Rp50 ribu dalam sehari.

Sementara rumah yang ia kontrakkan dahulu memiliki biaya sewa sebesar Rp500 ribu.

Mendengar kisah perjuangan hidup Opik membuat Dedi Mulyadi terenyuh. Pada akhirnya, KDM membantu penjual sate itu dengan membayar semua dagangannya pada hari itu.

Selanjutnya, orang nomor satu di Jawa Barat itu juga memberikan rezeki untuk membeli gerobak, memperbaiki motor, modal berjualan, dan membeli baju.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menerima uang yang begitu banyak membuat Opik menangis karena sangat kehidupannya terbantu dengan rezeki yang diberikan KDM.

(kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wajib Halal Oktober 2026: Syarat, Jalur Pendaftaran, dan Cara Mengajukan Sertifikat

Wajib Halal Oktober 2026: Syarat, Jalur Pendaftaran, dan Cara Mengajukan Sertifikat

Mulai 18 Oktober 2026, kewajiban sertifikasi halal memasuki tahap berikutnya dengan cakupan sejumlah kategori produk, termasuk makanan dan minuman bagi usaha 
Hadapi Geopolitik Global, Menteri ESDM Resmikan Kilang LPG Cilamaya Berkapasitas 160 Ton per Hari

Hadapi Geopolitik Global, Menteri ESDM Resmikan Kilang LPG Cilamaya Berkapasitas 160 Ton per Hari

Kilang LPG Cilamaya di Karawang mulai beroperasi dengan kapasitas 52.800 ton per tahun. Simak potensi produksi dan dampaknya terhadap ketergantungan impor LPG
Menjelang Satu Abad Marhaenisme, DPP GMNI Dukung Kebijakan Kerakyatan Presiden Prabowo

Menjelang Satu Abad Marhaenisme, DPP GMNI Dukung Kebijakan Kerakyatan Presiden Prabowo

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) bersiap menggelar Lokakarya Kaderisasi Nasional di Bandar Lampung pada 26 Oktober hingga 1
BREAKING
NEWS
3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Klaten periode 2025–2030 Hamenang Wajar Ismoyo (HWI) dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luth
Sinergi Akademisi dan Praktisi: Memperkaya Wawasan Penyelesaian Sengketa

Sinergi Akademisi dan Praktisi: Memperkaya Wawasan Penyelesaian Sengketa

Di tengah tuntutan dunia usaha yang semakin dinamis, kemampuan menyelesaikan sengketa di luar pengadilan, seperti negosiasi, mediasi, dan arbitrase—kini menjadi skill krusial bagi para profesional hukum. 
Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Pembelajaran luar kelas membantu siswa mengenal kesiapsiagaan bencana, mengasah keterampilan praktis, dan membangun kerja sama melalui pengalaman langsung

Trending

Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Pembelajaran luar kelas membantu siswa mengenal kesiapsiagaan bencana, mengasah keterampilan praktis, dan membangun kerja sama melalui pengalaman langsung
Bursa Transfer AC Milan: Bikin Rossoneri Gigit Jari, Wonderkid yang Gagal Dibeli Malah Kian Bersinar dan Harganya Melambung di Eropa

Bursa Transfer AC Milan: Bikin Rossoneri Gigit Jari, Wonderkid yang Gagal Dibeli Malah Kian Bersinar dan Harganya Melambung di Eropa

AC Milan bakal menyesal usai gagal merekrut Issa Doumbia pada bursa transfer musim panas lalu. Gelandang muda itu kini menjadi sorotan bersama Sporting CP.
Bursa Transfer AC Milan: Belum Terpakai di Era Ruben Amorim, Wonderkid Rossoneri Jadi Incaran 3 Klub Italia Januari Nanti

Bursa Transfer AC Milan: Belum Terpakai di Era Ruben Amorim, Wonderkid Rossoneri Jadi Incaran 3 Klub Italia Januari Nanti

Masa depan Christian Comotto di AC Milan menjadi perhatian jelang bursa transfer Januari. Minimnya menit bermain membuat sang wonderkid berpotensi angkat kaki.
Menjelang Satu Abad Marhaenisme, DPP GMNI Dukung Kebijakan Kerakyatan Presiden Prabowo

Menjelang Satu Abad Marhaenisme, DPP GMNI Dukung Kebijakan Kerakyatan Presiden Prabowo

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) bersiap menggelar Lokakarya Kaderisasi Nasional di Bandar Lampung pada 26 Oktober hingga 1
Sinergi Akademisi dan Praktisi: Memperkaya Wawasan Penyelesaian Sengketa

Sinergi Akademisi dan Praktisi: Memperkaya Wawasan Penyelesaian Sengketa

Di tengah tuntutan dunia usaha yang semakin dinamis, kemampuan menyelesaikan sengketa di luar pengadilan, seperti negosiasi, mediasi, dan arbitrase—kini menjadi skill krusial bagi para profesional hukum. 
Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana Rp148 Miliar Buat Beli Saham Rp30,98 M

Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana Rp148 Miliar Buat Beli Saham Rp30,98 M

Penyidikan skandal korupsi penggunaan dana siap pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluas ke sektor pasar modal.
3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Klaten periode 2025–2030 Hamenang Wajar Ismoyo (HWI) dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luth
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT