Dedi Mulyadi Sampai Heran, Kok Bisa Ada Warganya yang Berutang hingga Jual Tanah Demi Gelar Hajatan Nikah Mewah
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengaku heran dengan warganya yang sampai jual harta bendanya demi melaksanakan hajatan pernikahan mewah.
Hal itu disampaikan oleh Dedi Mulyadi ketika dirinya menyambangi Kantor Urusan Agama (KUA) di daerah Jonggol, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Aktivitas Dedi Mulyadi yang kerap turun langsung ke masyarakat kerap dinantikan publik. Apalagi, KDM juga mengunggahnya di media sosial.
Tidak hanya peduli dengan keseharian warganya, namun KDM juga menggabungkannya dengan tingkah jenaka yang menimbulkan tawa.
Kendati demikian, tidak jarang jika Dedi Mulyadi terlihat terperangah ketika melihat bagaimana aktivitas warganya di tempat yang dia datangi.
Salah satunya adalah saat KDM mendadak kunjungi Kantor Urusan Agama (KUA) Jonggol, Jawa Barat dan menemui warga sekitar beberapa waktu lalu.
Dedi Mulyadi Heran dengan Warga yang Gelar Hajatan Mewah tapi Berutang
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Alasan Dedi Mulyadi datang ke KUA Jonggol adalah karena mendapat laporan kalau banyak warga di sana yang menikah sambil menggelar hajatan mewah.
Walau begitu, hajatan mewah yang digelar oleh warga Jonggol tersebut berasal dari utang bahkan tidak jarang sampai menjual harta bendanya seperti tanah.
Mendengar laporan tersebut, Dedi Mulyadi langsung bertanya kepada petugas KUA Jonggol. KDM mengatakan jika hal itu seperti memaksakan diri.
“Bener ga pak banyak yang nikah memaksakan diri?,” tanya Dedi Mulyadi kepada petugas KUA Jonggol di Instagram @dedimulyadi71.
Petugas KUA Jonggol pun tidak mengelak dengan pertanyaan dari KDM tersebut. Tak sedikit dari warga setempat yang menjual tanahnya untuk gelar hajatan mewah.
“Betul sekali pak. Memaksakan begitu, jadi memaksakan untuk hajat, setelah hajat dia bingung, akhirnya punya tanah sedikit jual, itu yang saya katakan kena gempa pak bergeser (dijual),” jawab petugas KUA Jonggol.
“Setelah itu pihak perempuannya melahirkan, kemudian laki-laki cerai karena alasan ekonomi atau karena punya yang lain, akhirnya cucunya jadi beban untuk ibunya, bener ga pak?,“ tanya KDM lagi.
Load more