Siswa SMA di Purwakarta Ejek dan Acungkan Jari Tengah ke Guru, Begini Kata Dedi Mulyadi
- Instagram @dedimulyadi71
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi menanggapi soal tindakan sekelompok siswa SMAN 1 Purwakarta yang berperilaku tidak sopan kepada gurunya.
Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial, tampak sekelompok siswa yang mengerubungi seorang guru.
Salah satu siswa tersebut mengolok-olok guru dengan menjulurkan lidah sampai mengacungkan jari tengahnya kepada guru perempuan tersebut.
Mengetahui hal tersebut terjadi di salah satu sekolah di Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi langsung sigap menanggapinya.
Gubenernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM itu mengaku telah mendengar langsung kronologisnya dari Kepala Dinas Pendidikan setempat.
- Instagram @dedimulyadi71
"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologisnya saya sudah mendengarkan dari kepala dinas pendidikan," katanya, seperti dilansir Sabtu (18/4).
Selain itu, Dedi Mulyadi juga telah diberi tahu mengenai sikap yang dipilih sekolah untuk mendisiplikan siswa tersebut.
Pihak sekolah telah memanggil orangtua siswa yang bersangkutan dan mengungkapkan kronologisnya.
"Berdasarkan informasi, anak tersebut orangtuanya sudah dipanggil ke sekolah, orangtuanya nangis menyesal atas tindakan yang anaknya," kata KDM.
Untuk mendisiplikan siswa tersebut, pihak sekolah menurut penuturan Dedi Mulyadi juga telah memberi hukuman berupa skorsing selama 19 hari.
"Sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari, anak itu mendapatkan bimbingannya di rumah," ujarnya.
Namun, ia berpendapat bahwa ada hukuman lain yang mungkin lebih pas untuk diterapkan suapaya siswa tersebut bisa lebih disiplin.
Untuk membentuk karakter siswa jadi lebih baik, Dedi Mulyadi menyarankan hukuman membersihkan lingkungan sekolah.
- Instagram @dedimulyadi71
"Ini saran mudah-mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu dalam setiap hari, dan membersihkan toilet," paparnya.
Untuk lama hukumannya, menurut Dedi Mulyadi, sebaiknya bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan perkembangan sikap serta karakter yang ditunjukkan oleh siswa.
Tidak menutup kemungkinan, kegiatan seperti membersihkan fasilitas sekolah dapat berlangsung selama satu bulan, dua bulan, bahkan lebih lama, tergantung pada perubahan perilaku yang terlihat.
“Waktunya bisa satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan, tergantung dari perkembangan anak itu sendiri,” jelasnya.
Load more