Di Hadapan Dedi Mulyadi, Guru SMAN 1 Purwakarta Ungkap Sikap Tak Terduga dari Orang Tua 9 Siswa yang Bully Gurunya
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), datang langsung ke SMAN 1 Purwakarta untuk meninjau pelaksanaan sanksi terhadap 9 siswa yang viral karena berani menghina gurunya.
Kesembilan murid SMAN 1 Purwakarta tersebut mendapatkan sanksi sebagai bentuk pembinaan terhadap apa yang telah mereka lakukan.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi turut menyoroti kasus viral yang seharusnya tidak terjadi di lingkungan pendidikan.
Dedi Mulyadi juga menyarankan beberapa sanksi yang diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi siswa tersebut sehingga tidak mengulangi kesalahan serupa.
Sesampainya di SMAN 1 Purwakarta, Dedi Mulyadi langsung meninjau pelaksanaan sanksi terhadap kesembilan siswa tersebut.
Menurut keterangan guru di SMAN 1 Purwakarta, 9 siswa tersebut sudah menjalani sanksi sejak hari Senin.
Untuk sanksi yang diberikan berupa penugasan untuk kegiatan sosial dan juga pembelajaran secara mandiri.
Adapun kegiatan sosial berupa aksi bersih-bersih lingkungan dan juga penyambutan siswa di depan sekolah setiap pagi.
Pembinaan secara religi juga dilakukan dengan mengaji bersama untuk siswa yang muslim, sementara yang nonmuslim membawa Al Kitab.
"Dari pagi mereka datang bersih-bersih dulu, setelah bersih-bersih mereka lalu ngaji untuk yang pertama bareng temen-temennya, setelah ngaji bareng temen-temennya mereka bertadarus, tadarus satu hari satu juz," ungkap guru SMAN 1 Purwakarta, seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi kemudian mengonfirmasi apakah ada keluhan dari orang tua terkait sanksi yang diterapkan.
![]()
"Tapi intinya orang tuanya tidak komplain?" tanya Dedi Mulyadi.
Ternyata, orang tua 9 siswa tersebut tidak protes dan justru menerima sanksi yang diberikan.
Begitu pula dengan 9 siswa itu sendiri yang juga bersedia menjalani sanksi atas kesalahan yang mereka lakukan.
"Sama sekali tidak Pak, menerima," ungkap guru SMAN 1 Purwakarta.
Tentunya ini kabar baik bagi Dedi Mulyadi karena sanksi yang diterapkan bisa berguna untuk membina siswa tersebut.
"Bahkan merasa menyesali dan mereka mengikuti aturan, bersedia bersih-bersih," ujar Dedi Mulyadi.
Bahkan menurut guru SMAN 1 Purwakarta, 9 siswa tersebut justru sangat bersyukur terhadap sanksi yang diberikan.
Load more