GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita Hirokazu Kore-eda Bekerja Sama Aktor Korea Melalui Film Broker yang Tayang di Cannes

Sutradara terkenal Jepang Hirokazu Kore-eda berkolaborasi dengan pemain bintang Korea untuk kisahnya tentang tiga penjahat dan seorang bayi di film Broker.
Sabtu, 28 Mei 2022 - 17:55 WIB
Hirokazu Kore-eda (kiri) bersama bintang film asal Korea yakni Song Kang Ho, IU, Gang Dong-won. 28/5/2022/ reuters
Sumber :
  • reuters

Jakarta - Sutradara terkenal Jepang Hirokazu Kore-eda berkolaborasi dengan pemain bintang Korea untuk kisahnya tentang tiga penjahat dan seorang bayi di "Broker", yang tayang perdana Kamis di Festival Film Cannes di Prancis selatan, Sabtu 28/5/2022.

Song Kang-ho, yang dikenal karena perannya dalam komedi hitam pemenang Oscar "Parasite", memainkan salah satu dari duo penjahat yang mencuri bayi terlantar dari 'kotak bayi' gereja, berniat untuk menjualnya di pasar gelap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tetapi rencana itu menemui hambatan ketika ibu bayi pergi untuk merebut kembali anak itu dan akhirnya bergabung dengan pasangan itu dalam perjalanan untuk menemukan orang tua yang cocok, berharap untuk mengambil bagiannya dari uang itu.

Dilansir dari Reuters, Hirokazu Kore-eda mengatakan proyek itu dimulai pada tahun 2016 ketika sekelompok aktor Korea yang dia kagumi, termasuk Song, mengatakan mereka ingin membuat film bersama.

Kore-eda memerankan bintang pop Korea Lee Ji-eun, yang dikenal sebagai IU, untuk memerankan ibu bayi So-Young, seorang pelacur buronan yang menolak naluri keibuannya.

Trio yang tidak mungkin akhirnya menemukan keluarga satu sama lain - tema yang sedang berjalan dalam karya Kore-eda, yang memenangkan Cannes Palme d'Or pada tahun 2018 dengan "Shoplifters" dan hadiah juri pada tahun 2013 dengan "Like Father, Like Son"

"Perjalanan itu tentang berbagai karakter yang mencari apa yang hilang dan apa yang mereka lewatkan... Saat mereka mengelilingi bayi ini, Woo-sung, melalui perjalanan mereka, mereka semua mulai memikirkan yang terbaik untuk kebahagiaan bayi itu," Kore-eda mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters.

Casting bayi terbukti menantang karena pandemi memaksanya untuk mengandalkan screenshot, kata Kore-eda. Tapi aktor bayi memberikan momen spontan, seperti dengan menangis saat karakter Song Sang-hyun akan menjualnya kepada pasangan.

Tampaknya kendala bahasa tidak hanya terpecahkan antara Jepang dan Korea, tetapi juga dengan obrolan bayi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya pikir itu adalah adegan terakhir, ketika bayi itu melihat saya, saya mendapat kesan dia berkata, 'Baiklah, dengarkan mari kita berhenti syuting. Kami sudah melakukan cukup banyak pengambilan, mari kita berhenti.'", kata Song.

Demikian, Sutradara terkenal Jepang Hirokazu Kore-eda berkolaborasi dengan pemain bintang Korea dan membawa film Broker tayang dan berkompetisi di Festival Film Cannes. (ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT