News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Kelam John Kei: Dari Hidup Miskin hingga Dijuluki “The Godfather”

Kasus pembunuhan Nus Kei kembali menyeret perhatian publik pada sosok John Kei, preman legendaris yang dikenal luas. Di balik reputasinya yang menyeramkan.
Rabu, 22 April 2026 - 17:10 WIB
Mantan preman legendaris, John Refra alias John Kei.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com
John Kei Bercerita
John Kei Bercerita
Sumber :
  • tangkapan layar youtube kick andy

Ia menggambarkan masa kecilnya sebagai periode yang sulit karena kemiskinan dan perundungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pahit masa kecil saya, miskin dan sering berkelahi," ujar John Kei.

Dalam wawancara tersebut, Andy F Noya juga menanyakan latar belakang pendidikan John Kei.

"Anda pendidikannya sampai di mana?," tanya Andy F Noya.

John Kei kemudian menjelaskan bahwa pendidikannya terhenti di bangku SMEA karena faktor ekonomi dan ketidaksesuaian minat.

"Saya di SMEA, seharusnya di STM, dan sebetulnya ini bertentangan dengan keinginan saya, tapi karena orang tua miskin, maka saya sekolah di SMEA, dari situ saya merasa sangat tidak sesuai, makannya saya jadi malah suka berantem-berantem di sekolah, akhirnya sekolahnya putus di SMEA waktu mau naik ke kelas dua," kata John Kei.

Meski demikian, ia tetap memperoleh ijazah melalui jalur ujian persamaan setelah merantau ke Jakarta.

"Saya ke Jakarta, akhirnya di sana saya dapat ijazah persamaan (selevel SMA)," kata John Kei.

Perjalanan hidupnya dimulai ketika ia memutuskan meninggalkan kampung halaman menuju Surabaya pada usia 18 tahun, dengan tekad mengubah nasib.

"Saya punya tekad, karena hidup di kampung itu miskin, kalau miskin, kan, dilihat orang, kan, hina (direndahkan). Di situ saya punya tekad, saya harus keluar dari kampung, saya harus berhasil (di luar) dan nanti balik ke kampung," kata John Kei.

Tanpa bekal uang, ia nekat menumpang kapal menuju Surabaya dan akhirnya harus bekerja membersihkan kapal sebagai pengganti tiket.

"Saya sama sekali tidak punya uang, akhirnya saya loncat masuk ke kapal tujuan Surabaya, kemudian saat ditagih tiket, saya jelaskan pada petugasnya, bahwa saya tidak punya uang, tidak punya tiket, dan akhirnya saya diminta untuk bekerja membersihkan kapal," kata John Kei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setibanya di Surabaya, ia sempat tinggal bersama kerabat selama beberapa bulan sebelum akhirnya memilih hidup di jalanan karena ketidakcocokan.

"Mungkin 2, 3 bulan tinggal bersama, dan enggak cocok, akhirnya keluar dan tidur di emperan jalan, menggelandang di jalanan Surabaya," kata John Kei.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelemahan Rupiah Tekan Biaya Impor Kedelai, Pemerintah Pantau Risiko Kenaikan Harga Tempe

Pelemahan Rupiah Tekan Biaya Impor Kedelai, Pemerintah Pantau Risiko Kenaikan Harga Tempe

Pelemahan nilai tukar rupiah memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas harga pangan berbasis impor, terutama kedelai yang menjadi bahan baku utama tahu dan tempe.
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Dinobatkan Sebagai Best Company to Work For in Asia Untuk Kedelapan Kalinya

Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Dinobatkan Sebagai Best Company to Work For in Asia Untuk Kedelapan Kalinya

Pegadaian kembali menyabet Best Company to Work For in Asia 2026 oleh HR Asia untuk kedelapan kalinya. Penghargaan ini jadi bukti nyata atas keberhasilan menjadi rumah bagi talenta terbaik.
Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu Babi di Jasinga Bogor, Pemilik Anjing Jadi Tersangka

Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu Babi di Jasinga Bogor, Pemilik Anjing Jadi Tersangka

Polres Bogor menyatakan penyebab kematian seorang bocah berinisial MAS (9) di kawasan hutan Jasinga, Kabupaten Bogor, akibat gigitan anjing pemburu babi hutan.
Diakui Bukan Mengakui! Pelatih Mozambik Puji Kualitas Timnas Indonesia: Mereka Tim Kuat, Buktinya Bisa Kalahkan Oman

Diakui Bukan Mengakui! Pelatih Mozambik Puji Kualitas Timnas Indonesia: Mereka Tim Kuat, Buktinya Bisa Kalahkan Oman

Pelatih Mozambik, Chiquinho Conde, tidak ragu memberikan pujian kepada Timnas Indonesia jelang pertemuan di FIFA Matchday. Skuad Garuda dianggap punya kualitas.
Cerita Gibran Terbantu oleh JKN, Siswa Sekolah Rakyat yang Berjuang Melawan Hepatitis Autoimun

Cerita Gibran Terbantu oleh JKN, Siswa Sekolah Rakyat yang Berjuang Melawan Hepatitis Autoimun

Sebagai peserta program JKN dan penerima PBI, Gibran kemudian mendapatkan akses pelayanan kesehatan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialaminya.
Istana Bantah Ada Rencana Reshuffle Besar-besaran Menteri Kabinet Merah Putih

Istana Bantah Ada Rencana Reshuffle Besar-besaran Menteri Kabinet Merah Putih

Istana Kepresidenan buka suara terkait maraknya spekulasi perombakan Kabinet Merah Putih yang belakangan beredar di ruang publik.

Trending

Prabowo Minta Maaf ke 8 Dubes Negara Sahabat Karena Tertunda Penyerahan Kredensial

Prabowo Minta Maaf ke 8 Dubes Negara Sahabat Karena Tertunda Penyerahan Kredensial

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat yang baru menyerahkan surat kepercayaan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Bung Ropan Kagum Mathew Baker Bisa Langsung Tampil Percaya Diri di Timnas Indonesia Senior: Sejarah Sudah Ditorehkan

Bung Ropan Kagum Mathew Baker Bisa Langsung Tampil Percaya Diri di Timnas Indonesia Senior: Sejarah Sudah Ditorehkan

Bung Ropan dibuat kagum dengan debut Mathew Baker bersama Timnas Indonesia. Bek 17 tahun itu berpeluang kembali dimainkan John Herdman saat menghadapi Mozambik.
Erick Thohir Klarifikasi Interaksi Bersama Elkan Baggot yang Viral, Bek Timnas Indonesia Disebut Ketinggian

Erick Thohir Klarifikasi Interaksi Bersama Elkan Baggot yang Viral, Bek Timnas Indonesia Disebut Ketinggian

Erick Thohir sempat menyapa para pemain Timnas Indonesia sebelum menghadapi Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026) lalu dan mengunggahnya di akun Instagram pribadi. 
Tak Mau Kecolongan di GBK, Media Mozambik Beberkan Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Paling Berbahaya

Tak Mau Kecolongan di GBK, Media Mozambik Beberkan Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Paling Berbahaya

Timnas Indonesia kembali menjadi perhatian menjelang laga kedua FIFA Matchday melawan Mozambik yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker

Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker

Baik Luke Vickery dan Mitchell Baker telah bergabung dengan Timnas Indonesia sejak pemusatan latihan untuk skuad Piala AFF pada akhir Mei lalu. 
Kata-kata Berkelas Joey Pelupessy Jelang Timnas Indonesia Vs Mozambik: Datang, Main, Menang dan Bikin Semua Orang Bahagia

Kata-kata Berkelas Joey Pelupessy Jelang Timnas Indonesia Vs Mozambik: Datang, Main, Menang dan Bikin Semua Orang Bahagia

Joey Pelupessy sampaikan pesan sederhana penuh makna jelang Timnas Indonesia vs Mozambik. Gelandang Garuda itu ingin menutup FIFA Matchday dengan kemenangan.
KPK Angkat Bicara Soal Nama Raffi Ahmad Disebut di Kasus Bea Cukai

KPK Angkat Bicara Soal Nama Raffi Ahmad Disebut di Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi soal terdapat nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad dalam kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT