Kisah Kelam John Kei: Dari Hidup Miskin hingga Dijuluki “The Godfather”
- Kolase tvOnenews.com
Selanjutnya, ia pindah ke Jakarta dan memulai pekerjaan sebagai petugas keamanan di tempat hiburan malam sekitar tahun 1992. Dari sinilah titik awal keterlibatannya dalam aksi kekerasan serius.
"Saya jadi security di sana, tempatnya banyak bule-bule, waktu itu ada yang ribut (berantem), saya pisahin, terus saya dipukul dari belakang. Akhirnya sempat berantem, polisi datang menyelesaikan, saya kemudian pulang ke rumah, masih penasaran, balik lagi ambil golok, niat saya tadinya, saya enggak mau bunuh dia, cuma mau kasih besutan, ternyata diluar dugaan, parang pas kena leher, dan dia mati," ujar John Kei.
Ia bahkan mengaku sempat mengejar pihak lain yang terlibat dalam perkelahian tersebut.
"Yang lain-lain saya kejar, balik lagi, potong lagi kakinya, mereka ada banyak, sekitar 5 sampai 6 orang," katanya.
Saat ditanya mengenai usia saat pertama kali melakukan pembunuhan, John Kei mengungkapkan bahwa hal itu terjadi saat ia masih muda.
"Berapa umur Anda saat pertama kali membunuh orang?" kata Andy F Noya.
"Saya sekitar umur 22 tahun," jawab John Kei.
Ia juga mengakui bahwa pada saat itu dirinya tidak merasa menyesal.
"Waktu itu saya tidak menyesal bunuh orang, saya merasa jago kalau bunuh orang," kata John Kei.
Setelah kejadian tersebut, ia sempat menjadi buronan sebelum akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
"Waktu itu saya buron, tapi waktu tanggal 24 Mei saya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya," kata John Kei.
Meski telah dipenjara, keterlibatannya dalam konflik tidak sepenuhnya berhenti, bahkan ia mengaku masih sering terlibat perkelahian di dalam lapas.
"Ribut satu penjara, keroyok saya sama teman saya, ribut terus," kata John Kei.
Load more