News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gubernur KDM Temukan Fakta Terbaru Sosok Guru yang Diejek Siswa SMAN 1 Purwakarta, dari Naik Angkot-Peduli Anak Yatim

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) mendapatkan 7 fakta terbaru terkait Syamsiah alias Bu Atun, guru PKN SMAN 1 Purwakarta yang diolok-olok 9 siswa.
Rabu, 22 April 2026 - 21:55 WIB
Perbincangan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) dengan guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah alias Bu Atun
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Purwakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menemui Syamsiah biasa disapa Bu Atun, guru PKN SMAN 1 Purwakarta.

Pertemuan dengan Bu Atun setelah KDM meninjau proses hukuman terhadap sembilan siswa kelas XI IPS SMAN 1 Purwakarta. Di momen itu, KDM berbincang tentang kasus viral Bu Atun diejek siswa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun begitu, KDM juga menemukan sejumlah fakta terbaru terkait sosok Bu Atun. Hal itu terjadi sejak awal perbincangan dengan guru sekolah di Purwakarta tersebut.

Mulanya, KDM bertanya waktu Bu Atun mengabdi sebagai guru SMAN 1 Purwakarta. Bu Atun mengaku pengabdiannya telah terjadi sejak 2003 di mana ia mengetahui ada lowongan sebagai Guru Bantu (GB).

"Di 2003, saya masih Ketua Komisi di DPRD Kabupaten Purwakarta. 2004 sudah menjadi Wakil Bupati," ujar KDM dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Rabu (22/4/2026).

Di momen inilah, KDM mengulik tentang sosok Bu Atun. Simak di bawah ini!

Deretan Fakta Terbaru Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Didalami KDM

Dedi Mulyadi dan Bu Guru Atun SMAN 1 Purwakarta
Dedi Mulyadi dan Bu Guru Atun SMAN 1 Purwakarta
Sumber :
  • YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

1. Mengajar Mata Pelajaran PKN

KDM kembali bertanya mata pelajaran yang pertama kali diambil. Bu Atun mengaku dirinya sudah berprofesi sebagai guru spesialis untuk mata pelajaran PKN.

"Cuma seperti itu aja ya, Pak. Tinggal meningkatkan karakter Panca Warga," kata Bu Atun.

Sementara, menurut Dedi Mulyadi, PKN sebagai mata pelajaran yang menunjukkan betapa pentingnya pendidikan perilaku hidup, tidak sekadar berbasis pada akademik. Para siswa akan terbentuk melalui lingkungannya.

2. Belum Punya Anak

Selepas itu, mantan Bupati Purwakarta bertanya seputar kehidupan pribadinya. KDM ingin mengetahui tentang anak-anak Bu Atun.

"Anak ibu sudah gede-gede? Umur berapa sekarang?," tanya KDM.

Guru bernama Syamsiah itu sempat berkelakar. Ia menganggap siswa SMAN 1 Purwakarta adalah anaknya.

Namun, Bu Atun didesak oleh KDM. Guru PKN itu mengaku dirinya belum mempunyai anak kandung.

Dalam hal ini, Bu Atun mengaku dirinya belum menikah. Ia hingga saat ini hidup bersama kakaknya di wilayah Sulukuning, Cisalada, Jatiluhur, Purwakarta.

3. Naik Angkot ke Sekolah

Lebih lanjut, Bu Atun ditanya mengenai kebiasaan sehari-hari dirinya saat pergi mengajar ke sekolah. Ia mengatakan, sampai sekarang sering naik mobil angkutan kota (angkot).

Ia mengaku dirinya masih mengkhawatirkan keselamatannya. Selain itu, ia juga kebiasaannya sebagai contoh betapa pentingnya kesederhanaan.

"Dan melatih merakyat juga. Artinya, menjiwai," tegasnya.

Kebiasaan yang satu ini membuat KDM kagum. Bu Atun menjelaskan hal itu tidak membutuhkan biaya mahal karena hanya mengeluarkan uang Rp12 ribu per hari.

4. Mengajar Khusus di Kelas XI

Kemudian, Bu Atun menyampaikan bahwa, dirinya saat ini hanya fokus mengajar mata pelajaran PKN untuk siswa kelas XI. Pengakuan ini membuat KDM semakin penasaran.

Dedi Mulyadi pun bertanya tentang sembilan siswa yang terlibat dalam kasus viral. Ia ingin mengetahui sejumlah siswa itu satu kelas.

"Termasuk anak-anak yang sembilan orang itu satu kelas?," tanya KDM.

Bu Atun membenarkan hal itu. Ia membeberkan kebiasaan sembilan siswa tersebut selama di sekolah, baik saat kegiatan belajar maupun di luar belajar.

Ia menuturkan, beberapa siswa memiliki catatan pendidikan yang bagus. Selain itu, ada juga yang normal dan kurang bagus.

Sebagai guru PKN, Bu Atun sering membina para siswa khusus dari kelas XI. Ia mengaku beberapa siswa kerap dibina olehnya akibat sering melakukan kesalahan.

"Dia itu sering saya panggil diajak bicara, dia sampai bilang 'terima kasih ibu, terima kasih selalu mengingatkan saya'. Saya sering mengatakan ke semua 'hati-hati dalam melangkah, kadang kita suka lupa diri'," tuturnya.

5. Tertantang Membentuk Kecerdasan Siswa

Ia menjelaskan, penanganan terhadap siswa bermasalah adalah hal yang biasa. Selaras dengan KDM, ia menganggap ada tantangan besar menjadi guru PKN.

Bu Atun mengatakan, dirinya tertantang membentuk kecerdasan siswa. Setidaknya ada tiga aspek yang harus dicapai olehnya, yakni intelektual, spiritual, dan emosional.

"Semkain anak seperti itu, saya semakin tertantang. Ini kasihan lho kalau tidak saya rapikan. Ini tanggung jawab moral saya, ini tanggung jawab saya sama Allah SWT, tanggung jawab saya untuk sekolah, tanggung jawab saya terhadap orang tua dan untuk masyarakat," jelasnya.

6. Memaafkan Sembilan Siswa

Dalam kesempatan itu, Bu Atun menjelaskan kronologi dirinya diolok-olok siswa. Kejadian itu setelah mengajar tentang praktik keberagaman pada 14 April 2026.

Ia mengakui dirinya tidak mengetahui sedang diejek siswa. Lagi pula, ia tak menyadari aksi tindakan terpuji terhadap dirinya direkam sehingga video tersebut viral di media sosial.

Meski demikian, Bu Atun pilih memaafkan sembilan siswa tersebut. Ia selalu mendahulukan kecerdasan spirituual, keimanan hingga akhlak terhadap siswa.

7. Peduli Anak Yatim

KDM terharu terhadap pengakuan Bu Atun. Ia pun mengapresiasi guru PKN itu sehingga berencana meningkatkan fasilitas sekolah dan memberikan bantuan uang sebesar Rp25 juta kepada Bu Atun.

Bu Atun berterima kasih kepada Dedi Mulyadi. Kendati demikian, guru PKN itu lebih pilih menggunakan uang Rp25 juta untuk disumbangkan kepada anak yatim.

"Terima kasih banyak, Pak. Tapi saya niatkan niat baik Bapak menjadi ganda, 25 juta akan saya sumbangkan kepada yayasan yatim yang saya bina," kata Bu Atun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alih-alih terkejut, Dedi Mulyadi mendukung keputusan yang diambil oleh Bu Atun. Ia pun menyerahkan uang Rp25 juta berupa tunai.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT