News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kabar Baik untuk Tenaga Honorer Jawa Barat, Dedi Mulyadi Sebut Akan Perjuangkan Gaji yang Tertahan

​​​​​​​Dedi Mulyadi janji perjuangkan gaji tenaga honorer Jawa Barat yang tertahan akibat aturan. Harapan baru muncul setelah dua bulan upah belum dibayar.
Kamis, 23 April 2026 - 03:57 WIB
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

tvOnenews.com - Kabar baik akhirnya datang dari Dedi Mulyadi di tengah kegelisahan tenaga honorer di Jawa Barat. Setelah berbulan-bulan menanti tanpa kepastian, ada sinyal kuat bahwa hak mereka akan diperjuangkan. Sorotan publik yang semakin tajam kini berbuah respons tegas dari orang nomor satu di Jawa Barat.

Keterlambatan pembayaran gaji tenaga honorer di sekolah-sekolah wilayah Jawa Barat dalam dua bulan terakhir memang menjadi perhatian serius. Sejumlah tenaga honorer, mulai dari guru, staf tata usaha, penjaga sekolah, hingga petugas kebersihan, dilaporkan belum menerima upah sejak Maret hingga April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi Mulyadi pun angkat bicara dan mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa peran tenaga honorer sangat vital dalam menunjang operasional sekolah, sehingga persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat. (Sumber: Instagram Dedi Mulyadi)

“Ini ada kabar sedih sebenarnya, kabar sedihnya adalah adanya tenaga honorer kemudian tenaga kebersihan atau penjaga sekolah yang menurut laporan kepala dinas pendidikan belum dibayar honornya. Berapa bulan belum dibayarnya?” ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan Instagram pribadinya, 22 April 2026.

“Dari bulan Maret sampai April,” jawab Purwanto.

“Maret, April tahun ini. Problemnya apa? Kan uangnya tersedia di kas daerah, teranggarkan, masalahnya apa sehingga belum dibayarkan?” lanjut Dedi.

Purwanto kemudian menjelaskan bahwa kendala utama berasal dari aturan pemerintah pusat terkait penghapusan tenaga honorer.

“Problemnya sama dengan yang dijelaskan Pak Gubernur waktu itu. Jadi pertama setelah adanya testing PPPK, baik yang terseleksi PPPK penuh maupun paruh waktu, itu menurut edaran Menpan RB begitu, itu tidak bisa ada lagi honorer di daerah,” kata Purwanto.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi mencoba menelusuri lebih dalam akar masalahnya.

“Oh jadi setelah ada edaran Menteri PAN RB, daerah tidak boleh lagi mengangkat tenaga honorer dan penjaga sekolah. Guru dan penjaga sekolah termasuk tenaga TU,” ujar Dedi.

“Pertanyaannya adalah mereka ini diangkatnya kapan?” tambahnya.

“Diangkatnya sebenarnya setelah 2022 itu tidak boleh ada honorer lagi,” jawab Purwanto.

Dedi pun menyoroti fakta di lapangan yang bertolak belakang dengan aturan tersebut.

“Oh sudah ada edarannya. Setelah tahun 2022 dulu ada edaran tidak boleh mengangkat tenaga honor, faktanya masih ada pengangkatan tenaga honor. Pertanyaannya adalah apakah guru honor, tenaga honor, penjaga sekolah dibutuhkan tidak?” tanya Dedi.

“Dibutuhkan karena kekurangan,” jawab Purwanto.

Jawaban itu semakin menegaskan bahwa keberadaan tenaga honorer masih sangat dibutuhkan demi kelancaran proses belajar mengajar.

“Oh dibutuhkan karena kekurangan, kalau tidak ada mereka tidak berjalan proses mengajar, pembelajaran sekolah tidak berjalan. Kan tidak mungkin juga orang bekerja tidak dibayar. Nah solusinya apa?” tegas Dedi.

Purwanto menjelaskan bahwa sebenarnya anggaran untuk gaji tersebut sudah tersedia, hanya saja terbentur aturan.

“Solusinya sebenarnya karena anggaran itu sudah ada di APBD pemerintah provinsi, jadi kita tinggal mempunyai rekomendasi dari kementerian yang mengeluarkan larangan itu.”

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung mengambil langkah tegas.

“Yang mengeluarkan Menteri PAN RB. Ya sudah, nanti minggu depan saya akan temui Menteri PAN RB, ya kan. Kan kita tidak mungkin sekolah tidak ada gurunya karena guru honornya tidak dibayar. Kan itu penting,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta adanya penataan ulang distribusi tenaga pengajar dan staf sekolah agar lebih merata.

“Nah kemudian juga, nanti dibuat oleh bapak rasionalisasi guru, jangan sampai ada penumpukan guru di satu tempat sedangkan di tempat lain kosong. Termasuk rasionalisasi penjaga sekolah karena saya sudah berkunjung ke sekolah, penjaga sekolahnya ada enam tapi sekolahnya tetap kumuh,” ujarnya.

Dedi bahkan memberi tenggat waktu cepat untuk pembenahan data.

“Coba bapak dalam dua hari ini tuntaskan, jangan lama, buat peta data guru, peta penjaga sekolah, peta TU. Kalau berlebihan di satu tempat digeser ke sekolah lain. Tapi kalau sudah diratakan sesuai dengan kebutuhan, kemudian masih juga tidak mencukupi, ya mau tidak mau kita harus menggunakan tenaga honorer. Meskipun ada larangan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar proses pengangkatan tenaga honorer tidak disalahgunakan.

“Tapi juga mengangkat tenaga honorer guru kemudian jangan hanya karena faktor kedekatan dengan kepala sekolah, sehingga setiap saudaranya atau apa pun masuk-masukan, sedangkan kompetisinya tidak memenuhi syarat. Ini menjadi catatan penting,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan langkah yang akan diambil ini, harapan baru bagi tenaga honorer di Jawa Barat pun mulai terbuka. Kini publik menanti realisasi janji tersebut, apakah perjuangan ini benar-benar mampu membuka jalan bagi pencairan gaji yang selama ini tertahan.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alasan Zinedine Zidane Ikut Berselebrasi usai Michael Olise Cetak Gol Kemenangan Prancis atas Belgia

Alasan Zinedine Zidane Ikut Berselebrasi usai Michael Olise Cetak Gol Kemenangan Prancis atas Belgia

Zinedine Zidane ikut berselebrasi dalam gol kemenangan Prancis atas Belgia yang diukir oleh Michael Olise. Sang pelatih Timnas Prancis mengaku ingin ambil bagian dalam perayaan.
Namanya Menggema di GBK, Shin Tae-yong Pernah Ungkap Siap Comeback ke Timnas Indonesia

Namanya Menggema di GBK, Shin Tae-yong Pernah Ungkap Siap Comeback ke Timnas Indonesia

Nama Shin Tae-yong kembali mencuat setelah Timnas Indonesia ditahan Malaysia. STY pernah menegaskan dirinya terbuka kembali melatih Garuda jika ditawari PSSI.
Sekalipun Timnas Indonesia Menang Atas Bangladesh, Skuad Garuda Berpotensi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Hal Ini

Sekalipun Timnas Indonesia Menang Atas Bangladesh, Skuad Garuda Berpotensi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Hal Ini

Timnas Indonesia belum aman untuk ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Kemenangan atas Bangladesh pada laga terakhir belum cukup mengantar Garuda ke partai puncak.
Ternyata Ini Alasan KM Virgo Belum Juga Diangkat ke Permukaan, Kemenhub Tegur Keras Pihak Asuransi P&I

Ternyata Ini Alasan KM Virgo Belum Juga Diangkat ke Permukaan, Kemenhub Tegur Keras Pihak Asuransi P&I

Media sosial beberapa waktu lalu diramaikan dengan kabar duka, atas tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Kini kabar terbarunya dari Kemenhub.
Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Oknum Guru yang Viral Diduga Rekam Bawah Rok Siswi di Subang, Desak Pelaku Diberi Efek Jera

Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Oknum Guru yang Viral Diduga Rekam Bawah Rok Siswi di Subang, Desak Pelaku Diberi Efek Jera

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) murka hingga minta polisi hukum oknum guru SMPN 2 Pagaden, Subang yang viral diduga merekam bawah rok siswi SMAN 1 Pagaden.
Diharapkan Bisa Sehebat Megawati Hangestri, Zhong Hui Bicara Jujur soal Target Besarnya Bersama Red Sparks

Diharapkan Bisa Sehebat Megawati Hangestri, Zhong Hui Bicara Jujur soal Target Besarnya Bersama Red Sparks

Red Sparks memasuki musim baru Liga Voli Korea 2026/2027 dengan sosok berbeda di slot pemain kuota Asia tanpa Megawati Hangestri. Ini target besar Zhong Hui.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT