Mengenal Green SM, Taksi Listrik Vietnam yang Diduga Terlibat dalam Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur
- Vinfast Indonesia
tvonenews.com - Nama Green SM mendadak menjadi perbincangan hangat setelah insiden tabrakan kereta di kawasan Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
Perusahaan taksi listrik asal Vietnam ini terseret ke dalam sorotan publik usai salah satu unit kendaraannya diduga terlibat dalam rangkaian kejadian tragis yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.
Peristiwa tersebut menewaskan sejumlah orang dan melukai puluhan lainnya.
Dugaan awal menyebutkan, sebuah mobil taksi Green SM berada di perlintasan sebidang dekat stasiun hingga membuat KRL berhenti mendadak sebelum akhirnya ditabrak kereta jarak jauh dari belakang.
Di tengah duka dan proses investigasi, publik mulai bertanya: siapa sebenarnya Green SM?
Green SM: Perusahaan Taksi Listrik dari Vietnam
- Instagram @id.greensm
Green SM merupakan bagian dari Vingroup, salah satu konglomerasi terbesar di Vietnam.
Perusahaan ini berada di bawah naungan Green and Smart Mobility (GSM), yang didirikan oleh miliarder Phạm Nhật Vượng.
Sejak diluncurkan pada Maret 2023, Green SM langsung mencuri perhatian karena menjadi pionir layanan taksi listrik 100 persen di Asia Tenggara.
Mereka pertama kali beroperasi di Hanoi sebelum melakukan ekspansi ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di Tanah Air, Green SM mulai mengaspal pada akhir 2024, di mana Indonesia sebagai pasar ketiga setelah Vietnam dan Laos.
Kehadirannya membawa konsep transportasi ramah lingkungan dengan armada full listrik berbasis mobil VinFast.
Berbeda dari layanan transportasi daring pada umumnya, Green SM mengusung konsep “5 Janji Hijau”, yaitu pengalaman premium, pengemudi profesional, kendaraan berkualitas tinggi, harga terjangkau, serta komitmen terhadap lingkungan.
Seluruh armadanya menggunakan mobil listrik seperti VinFast VF e34, VF 5, hingga varian Limogreen.
Kendaraan ini dikenal senyap, bebas emisi, dan tidak menghasilkan bau bahan bakar, memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.
Selain itu, teknologi yang disematkan juga cukup canggih, mulai dari sistem hiburan berbasis Android, kamera 360 derajat, hingga fitur keamanan modern. Hal ini membuat Green SM diposisikan sebagai layanan transportasi masa depan.
Di Indonesia sendiri, Green SM menargetkan hingga 10.000 armada pada 2025 dan bisa mencapai 20.000 unit dalam beberapa tahun ke depan melalui kemitraan dengan operator lokal.
Meski dikenal sebagai inovator transportasi hijau, insiden di Bekasi menjadi ujian besar bagi reputasi Green SM di Indonesia.
Pihak perusahaan pun langsung memberikan respons resmi.
“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” tulis pernyataan mereka.
“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” lanjutnya.
Meski begitu, diketahui bahwa perusahaan taksi listrik ini langsung menutup kolom komentar semua media sosialnya, termasuk Instagram dan TikTok usai terjadinya kecelakaan yang menewaskan lima orang.
Keputusan tersebut diduga sebagai upaya mereka meredam reaksi publik yang makin memanas.
(tsy)
Load more