Doa Sebelum Bepergian, Memohon Perlindungan dan Keselamatan dari Allah SWT
- Pexels/Thirdman
tvOnenews.com - Bepergian, baik untuk keperluan pekerjaan, silaturahmi, maupun mudik ke kampung halaman, merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari yang tidak lepas dari berbagai risiko.
Dalam ajaran Islam, setiap langkah kehidupan dianjurkan untuk diawali dengan doa, termasuk ketika hendak memulai perjalanan.
Doa bukan sekadar bacaan, tetapi juga bentuk penghambaan dan penyerahan diri kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan, keselamatan, dan kelancaran.
Doa ini merupakan bentuk tawakal kepada Allah agar perjalanan terlindungi dari berbagai bahaya.
Dengan bertawakal, seorang Muslim menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah SWT, termasuk keselamatan selama di perjalanan.
- Antara
Doa Ketika Akan Berangkat Perjalanan
Sebelum melangkah keluar rumah atau memulai perjalanan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa berikut:
بِسْمِ اللّٰهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Doa ini mengandung makna yang sangat dalam. Kalimat “Bismillah” menjadi pembuka yang menandakan bahwa segala aktivitas dimulai dengan mengingat Allah SWT.
Sementara itu, ungkapan tawakal menunjukkan sikap berserah diri sepenuhnya kepada-Nya.
Adapun kalimat “La haula wa la quwwata illa بالله” menegaskan bahwa manusia tidak memiliki kekuatan apa pun tanpa izin Allah SWT.
Dengan membaca doa ini, seorang Muslim diharapkan memiliki ketenangan hati, karena menyadari bahwa dirinya berada dalam lindungan Allah SWT.
Doa Safar yang Dianjurkan
Selain doa di atas, umat Islam juga dianjurkan membaca doa safar ketika sudah berada dalam perjalanan, terutama saat menaiki kendaraan:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Artinya:
“Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali.”
Doa safar ini mengajarkan manusia untuk selalu bersyukur atas nikmat kemudahan yang diberikan Allah SWT.
Kendaraan yang digunakan, baik itu mobil, motor, kereta, maupun pesawat, semuanya adalah sarana yang ditundukkan oleh Allah SWT untuk memudahkan perjalanan manusia.
Selain itu, bagian akhir doa ini mengingatkan bahwa pada akhirnya, setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.
Hal ini menjadi pengingat agar perjalanan tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan spiritual menuju kehidupan akhirat. (gwn)
Load more