News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Menahan Sedih, Dengarkan Perjuangan Suami Cari Istri dari Stasiun Bekasi Timur hingga Kamar Jenazah

​​​​​​​Dedi Mulyadi menahan sedih saat dengar kisah suami korban KRL yang mencari istrinya dari Stasiun Bekasi Timur hingga kamar jenazah, berujung duka mendalam.
Rabu, 29 April 2026 - 03:09 WIB
Dedi Mulyadi dan Suami Korban Kecelakaan KRL
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Duka itu terasa begitu nyata. Di tengah cerita pilu yang diungkap langsung oleh seorang suami, Dedi Mulyadi tampak menahan sedih saat mendengar setiap detail perjuangan mencari sang istri. Dari harapan yang masih menyala hingga kenyataan pahit di kamar jenazah, kisah ini langsung mengguncang hati siapa pun yang mendengarnya.

Gubernur Jawa Barat itu sebelumnya bergerak cepat merespons kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada setiap keluarga korban meninggal dunia serta memastikan seluruh biaya perawatan korban luka ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Namun, momen paling menyentuh terjadi saat ia mendatangi rumah duka salah satu korban, seperti yang tayang di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 28 Juli 2026.

Di dalam rumah duka, suasana berubah hening saat Dedi Mulyadi duduk bersama keluarga korban. 

Ia kemudian mengajak suami almarhumah berbincang, menggali kronologi kejadian di malam nahas tersebut.

“Cuman pulangnya pulangnya malam karena ada pekerjaan di sekolah, semester akhir. Akhirnya pulangnya agak malam,” ungkap suami Ibu Guru Nurlela.

DEDI MULYADI
Dedi Mulyadi dan Suami Korban Kecelakaan KRL. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

“Oh, dia pulang dari sekolahnya jam berapa?” tanya Dedi Mulyadi.

“Dari sana 19.30, Pak. Naik KRL. Dia di Stasiun Cakung,” jawabnya.

Sejak saat itu, kecemasan mulai menghantui. Sang suami mengaku tidak mendapat kabar langsung, melainkan mengetahui insiden dari berita.

“Itu pun saya dapat kabarnya enggak dapat kabar, Pak. Saya tahu berita. Pas tahu berita itu saya otomatis saya curiga, was-was. Saya teleponlah istri saya,” ujarnya.

“Terus saya nyari-nyari info. Handphone istri saya aktif tapi kok enggak diangkat-angkat. Makin cemas saya, Pak.”

Tak tinggal diam, ia langsung menuju lokasi kejadian dengan harapan menemukan titik terang.

“Terus akhirnya saya berangkat. Saya inisiatif langsung ke sana. Langsung ke sana, Pak, lokasi kejadian. Dan ternyata di lokasi kejadian itu sudah penuh dengan ambulans, Baznas, evakuasi lah. Saya juga enggak bisa berbuat apa-apa di sana.”

Di tengah kepanikan, ia mencoba mencari informasi dari petugas, “Saya nanya, ‘Pak, ini saya suami korban, kalau mau info istri gimana?’ Bapak tunggu info saja, gitu. Cuman mereka enggak ngasih tahu. Si korban katanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Bekasi, yang RSUD di Cibitung, terus sama di Juanda, sama kalau enggak salah di Medika tuh, Pak.”

Upaya pencarian pun terus dilakukan dengan membagi anggota keluarga ke beberapa rumah sakit, “Akhirnya saya inisiatif ke keluarga saya, tolong jangan ngumpul di sini saja. Udah sekarang mah kita pencarlah, berpencar nyari itu informasi.”

Namun harapan itu perlahan runtuh.

“Nah, itu pun sudah dapat info enggak ada katanya,” ujarnya lirih.

“Di empat rumah sakit itu nyari enggak ada?” tanya Dedi Mulyadi.

“Jadi mereka itu nyarinya di IGD. Jadi emang ya dari ininya istri udah saya sudah meninggal, masuklah ke kamar jenazah.”

“Oh, jadi semua keluarga ini nyarinya di IGD karena kan belum tahu bahwa meninggal almarhumah ini ya,” kata Dedi Mulyadi.

“Saya juga enggak ngarepin ke situ. Makanya enggak mau nyari ke kamar jenazah.”

“Tidak ada yang nyari ke kamar jenazah karena kan tidak berpikir dan tidak berharap. Kemudian dapat informasi meninggal dari mana?” tanya Dedi Mulyadi.

Kabar itu akhirnya datang dari seorang rekan almarhumah, “Temannya, kebetulan dia mau pulang sekalian mampir ke situ lagi ke RSUD. Pas itu dia ngabarin, ‘Mas katanya Mbak Ela ini ada di RSUD Bekasi.’ Terus saya nanya, ‘Gimana keadaannya?’ Langsung jawab ke adanya di kamar jenazah, saya hancur langsung, Pak.”

Cerita itu membuat suasana semakin haru. Dedi Mulyadi tampak terdiam, menahan emosi saat mendengar betapa berat perjuangan sang suami. 

Ia kemudian mengetahui bahwa almarhumah meninggalkan satu anak laki-laki berusia 9 tahun yang kini duduk di kelas 6 di sekolah Nurul Ilmi.

Sebagai bentuk kepedulian, Dedi Mulyadi memberikan dukungan langsung kepada keluarga dan menawarkan diri menjadi orang tua asuh bagi anak tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berkomitmen untuk menanggung pendidikan serta kebutuhannya hingga dewasa, agar kelak sang anak tetap memiliki masa depan yang cerah di tengah kehilangan besar yang dialaminya.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Trending: Rafael Struick Dipinggirkan John Herdman, Sia-sia Panggil Thom Haye dan Shayne, PSSI Dapat Kabar Baik dari FIFA

Trending: Rafael Struick Dipinggirkan John Herdman, Sia-sia Panggil Thom Haye dan Shayne, PSSI Dapat Kabar Baik dari FIFA

Dinamika Timnas Indonesia kembali jadi perbincangan panas. Mulai dari pemain yang tersisih, keputusan pelatih tuai kritik, hingga kabar mengejutkan dari FIFA.
Gubernur Pramono Anung Umumkan Kabar Baik untuk Pelajar: Ada 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta, Ini Daftarnya!

Gubernur Pramono Anung Umumkan Kabar Baik untuk Pelajar: Ada 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta, Ini Daftarnya!

Bagaimana pembagian penerima subsidi tersebut dan sekolah-sekolah mana saja yang masuk dalam daftar sekolah swasta gratis di DKI Jakarta? Berikut penjelasannya.
Danantara Ungkap Proyek Elektrifikasi Tiga Jalur Strategis Kereta Jakarta Dimulai Bulan Depan

Danantara Ungkap Proyek Elektrifikasi Tiga Jalur Strategis Kereta Jakarta Dimulai Bulan Depan

Danantara bersama BP BUMN mengumumkan rencana groundbreaking proyek elektrifikasi jalur kereta api untuk tiga rute strategis, yakni Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Cilegon.
Kisah Haru Adelia, Baru Empat Bulan Bekerja Setelah Lulus dari Universitas Brawijaya Mimpinya Terhenti di di Rel Bekasi

Kisah Haru Adelia, Baru Empat Bulan Bekerja Setelah Lulus dari Universitas Brawijaya Mimpinya Terhenti di di Rel Bekasi

Adelia Rifani (26), salah satu korban meninggal dunia dalam musibah kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) petang sosok tumpuan keluarga.
Tak Ditutup-tutupi, Ayah Ahmad Dhani Blak-blakan Bilang Tak Suka dengan Mulan Jameela: Over Acting, Saya Gak Suka!

Tak Ditutup-tutupi, Ayah Ahmad Dhani Blak-blakan Bilang Tak Suka dengan Mulan Jameela: Over Acting, Saya Gak Suka!

Dalam sebuah video wawancara, ayah Ahmad Dhani terang-terangan mengatakan bahwa ia tidak suka dengan Mulan Jameela atau yang saat itu dikenal dengan Wulan Kwok.
Bantu Pengembangan Olahraga Disabilitas Lewat Teknologi, Reda Manthovani Inisiasi Program JAGAIN

Bantu Pengembangan Olahraga Disabilitas Lewat Teknologi, Reda Manthovani Inisiasi Program JAGAIN

Kejaksaan Agung Kejagung (RI) memiliki program dalam upaya melakukan pengembangan olahraga disabilitas di seluruh Indonesia.

Trending

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Putra Korban Kecelakaan KRL Ungkap Chat Terakhir ke Ibu Sesaat Sebelum Kecelakaan Maut

Putra Korban Kecelakaan KRL Ungkap Chat Terakhir ke Ibu Sesaat Sebelum Kecelakaan Maut

​​​​​​​Chat terakhir anak korban kecelakaan KRL terungkap, percakapan sederhana dengan sang ibu sebelum tragedi di Stasiun Bekasi Timur kini jadi kenangan pilu.
Rekap Hasil Piala Thomas 2026: Kalah 1-4 dari Prancis, Indonesia untuk Pertama Kalinya Gugur di Fase Grup

Rekap Hasil Piala Thomas 2026: Kalah 1-4 dari Prancis, Indonesia untuk Pertama Kalinya Gugur di Fase Grup

Indonesia kalah 1-4 dari Prancis di laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026.
Kejutan! Indonesia Terhenti di Fase Grup Piala Thomas 2026

Kejutan! Indonesia Terhenti di Fase Grup Piala Thomas 2026

Indonesia harus puas finis di peringkat ketiga pada klasemen akhir Grup D Piala Thomas 2026.
Dedi Mulyadi Menahan Sedih, Dengarkan Perjuangan Suami Cari Istri dari Stasiun Bekasi Timur hingga Kamar Jenazah

Dedi Mulyadi Menahan Sedih, Dengarkan Perjuangan Suami Cari Istri dari Stasiun Bekasi Timur hingga Kamar Jenazah

​​​​​​​Dedi Mulyadi menahan sedih saat dengar kisah suami korban KRL yang mencari istrinya dari Stasiun Bekasi Timur hingga kamar jenazah, berujung duka mendalam.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT