News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Hanya Menjenguk, Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp10 Juta untuk ART Korban Luka Kecelakaan KRL

Tak hanya menjenguk, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beri bantuan sebesar Rp10 juta untuk ART salah satu korban luka dalam kecelakaan KRL di Bekasi Timur.
Rabu, 29 April 2026 - 17:04 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

tvOnenews.com - Tragedi tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) menyisakan duka mendalam. 

Insiden tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga puluhan korban luka yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. 

Sementara itu, korban luka mencapai puluhan orang yang kini dirawat di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi, seperti RSUD Bekasi, RS Primaya, hingga RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Menanggapi peristiwa tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bergerak cepat. 

Gubernur Dedi Mulyadi
Gubernur Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Antara

Ia tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Pada Selasa (28/4/2026), Dedi Mulyadi mendatangi rumah duka korban meninggal untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga. 

Tak berhenti di situ, ia juga menjenguk para korban luka yang tengah dirawat di rumah sakit.

Dalam salah satu kunjungannya, Dedi berbincang dengan seorang korban perempuan yang diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di wilayah Cakung. 

Korban tersebut berasal dari Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan kini harus beristirahat selama beberapa minggu akibat luka yang dideritanya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kunjungi salah satu korban insiden KRL Stasiun Bekasi Timur
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kunjungi salah satu korban insiden KRL Stasiun Bekasi Timur
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

“Rumahnya mana?” tanya Dedi.

“Cikarang, Kabupaten Bekasi,” jawab korban.

Dari keterangan dokter, korban diwajibkan beristirahat selama dua hingga tiga minggu, yang berarti ia tidak bisa bekerja dan berpotensi kehilangan penghasilan selama masa pemulihan.

Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung memberikan bantuan secara pribadi.

“Berarti tidak gajian doang. Saya nitip Rp10 juta ya. Ibu tidak kerjanya biar tertangani di rumah,” kata Dedi sambil menyerahkan uang tunai kepada korban.

Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak langsung, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Di Hadapan Dedi Mulyadi, Anak Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Ceritakan Chat Terakhir ke Ibunya
Di Hadapan Dedi Mulyadi, Anak Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Ceritakan Chat Terakhir ke Ibunya
Sumber :
  • Tangkapan layar

Selain bantuan pribadi, Dedi juga memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan hadir dalam penanganan para korban. 

Ia menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan korban luka akan ditanggung pemerintah.

“Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat,” ujarnya melalui media sosial.

Tak hanya itu, Pemprov Jawa Barat juga memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga korban yang meninggal dunia sebagai bentuk empati dan dukungan.

Dedi juga menunjukkan komitmennya terhadap masa depan anak-anak korban. 

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk membantu pendidikan anak korban meninggal.

“Dan ini anak bu gurunya sekarang menjadi anak saya, nanti sekolahnya ikut dalam program pendidikan saya,” kata Dedi Mulyadi, ketika mengunjungi rumah duka korban bernama Nurlaela.

Putra Korban Kecelakaan KRL dan Dedi Mulyadi
Putra Korban Kecelakaan KRL dan Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi cepat dan kepedulian yang ditunjukkan Dedi Mulyadi ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. 

Di tengah duka yang mendalam, kehadiran pemerintah diharapkan dapat meringankan beban para korban dan keluarga, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa solidaritas dan kepedulian masih terus hidup di tengah masyarakat. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT