Tangis Ibunda Pecah Saat Pidato Pratama Arhan di Wisuda: Pak Sekarang Saya Sudah Jadi Sarjana, tapi Bapak Gak Bisa Menyaksikan
- Tangkapan layar instagram
tvOnenews.com - Momen wisuda biasanya menjadi perayaan penuh kebahagiaan. Namun bagi Pratama Arhan, hari bersejarah itu justru dibalut haru yang mendalam.
Di tengah kebanggaan menyandang gelar sarjana, pemain Timnas Indonesia itu menyampaikan pesan menyentuh untuk sang ayah yang telah tiada, momen yang langsung menggetarkan suasana.
Tak hanya publik yang tersentuh, reaksi sang ibunda pun menjadi sorotan. Ia tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan pidato anaknya di panggung wisuda.
Tangis itu seolah menjadi simbol perjalanan panjang penuh perjuangan, kehilangan, sekaligus kebanggaan atas capaian sang putra yang kini resmi menyandang gelar sarjana.
Pidato Haru Pratama Arhan di Momen Wisuda
Dalam prosesi wisuda, Pratama Arhan menyampaikan kalimat yang langsung menyentuh hati banyak orang.
Dengan suara bergetar, ia mengenang sosok ayahnya yang semasa hidup selalu menanyakan kapan dirinya akan lulus.
“Pak sekarang saya sudah jadi sarjana, tapi bapak gak bisa menyaksikan wisuda Arhan,” tulisnya.
Ia juga mengenang pesan sederhana sang ayah, “Kapan wisudanya, nak?” yang kini akhirnya terjawab.
“Ya Alhamdulillah hari ini saya bisa menjawab. Saya dengan bangga, saya sekarang sudah lulus menjadi sarjana, Pak,” ujarnya sambil menahan haru.
Pidato tersebut menjadi puncak emosi dalam momen yang seharusnya penuh kebahagiaan. Banyak yang menilai, keberhasilan Arhan bukan hanya soal gelar, tetapi juga tentang membalas doa dan harapan orang tua.
- tangkapan layar instagram @jktluxe
Tangis Ibunda dan Kenangan Sang Ayah
Reaksi sang ibu menjadi bagian yang tak kalah menyentuh. Dalam unggahan instagram @jktluxe, terlihat kolase foto keluarga, ayah, ibu, dan Arhan, sebelum kepergian sang ayah.
Tangisan ibunda pecah saat menyaksikan anaknya berbicara di podium, seolah mengenang perjalanan keluarga yang tak mudah.
Sebelumnya, keluarga Pratama Arhan memang diliputi duka. Ayahnya, Sutrisno bin Raji, meninggal dunia pada 7 Desember 2025 di Blora. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Indra Sjafri melalui media sosial.
Load more