Tangis Ibunda Pecah Saat Pidato Pratama Arhan di Wisuda: Pak Sekarang Saya Sudah Jadi Sarjana, tapi Bapak Gak Bisa Menyaksikan
- Tangkapan layar instagram
Saat itu, Arhan tengah berada di Thailand bersama klubnya, Bangkok United. Situasi tersebut membuatnya tidak langsung berada di sisi keluarga, menambah beban emosional yang kini terbayar dalam momen wisuda.
Dari Lapangan Hijau ke Gelar Sarjana
Di balik momen emosional tersebut, ada capaian akademik yang tak kalah penting. Pratama Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen setelah mengikuti wisuda Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) ke-87 di Semarang, Rabu (29/4/2026).
Ia menjadi bagian dari 401 wisudawan dari berbagai fakultas, mulai dari ekonomi, hukum, kesehatan, hingga teknik.
Menariknya, Arhan juga termasuk dalam gelombang pertama penerima ijazah berbasis blockchai, sebuah inovasi yang mulai diterapkan di pendidikan tinggi Indonesia.
Fakta ini menjadi unik, mengingat tidak banyak atlet profesional yang mampu menyeimbangkan karier olahraga dengan pendidikan tinggi.
Dalam banyak kasus, pemain sepak bola memilih fokus penuh pada karier di lapangan. Namun Arhan menunjukkan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan.
Selain Arhan, atlet lain seperti Yesky Pentakusumo juga turut diwisuda, menegaskan tren positif bahwa atlet Indonesia semakin sadar pentingnya pendidikan.
Momen wisuda ini pun menjadi bukti nyata bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. Bagi Pratama Arhan, gelar sarjana bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk penghormatan terakhir untuk sang ayah.
Di tengah gemuruh karier bersama Timnas Indonesia, Arhan menghadirkan kisah yang lebih dalam: tentang keluarga, kehilangan, dan mimpi yang akhirnya terwuju, meski tidak lagi disaksikan oleh sosok yang paling ia rindukan. (udn)
Load more