Pemprov Jabar Tetapkan 18 Mei Sebagai Hari Tatar Sunda, Peringatan Apa Itu? Begini Penjelasan Sejarawan
- Ilham Nugraha-Antara
tvOnenews.com - Hari Tatar Sunda merupakan peringatan baru yang resmi ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda.
Peringatan ini jatuh setiap tanggal 18 Mei dan akan menjadi agenda rutin tahunan yang dikenal dengan nama Milangkala Tatar Sunda.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa peringatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi tonggak penting dalam membangun kembali jati diri masyarakat Jawa Barat.
“Kegiatan ini (Minangkala Tatar Sunda) rutin. Makanya lahirlah yang disebut dengan Milangkala Tatar Sunda. Nanti ditetapkannya kan dalam pergub, sudah persetujuan Mendagri tanggal 18 Mei,” ujarnya.
- jabarprov
Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.
Dengan dasar hukum tersebut, peringatan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Makna Hari Tatar Sunda
Secara bahasa, “tatar” berasal dari bahasa Sunda kuno yang berarti tanah atau wilayah tempat tinggal.
Oleh karena itu, Hari Tatar Sunda dapat dimaknai sebagai hari untuk merayakan tanah, budaya, serta kehidupan masyarakat Sunda.
Peringatan ini bertujuan untuk mengembalikan jati diri warga Jawa Barat, memperkuat nilai-nilai budaya, serta mengajak masyarakat kembali pada akar tradisi leluhur.
Selain itu, Hari Tatar Sunda juga menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di generasi masa kini.
- ANTARA/Ilham Nugraha
Sejarah Penetapan 18 Mei
Penetapan tanggal 18 Mei bukan tanpa alasan. Berdasarkan kajian sejarah yang disampaikan oleh peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina, tanggal tersebut merujuk pada peristiwa penting dalam sejarah Sunda.
Pada 18 Mei 669 Masehi, Maharaja Tarusbawa mengganti nama Kerajaan Tarumanegara menjadi Kerajaan Sunda.
Peristiwa ini dianggap sebagai awal lahirnya Tatar Sunda, yang kemudian dijadikan dasar penetapan hari peringatannya.
“Dengan memperhatikan beberapa sumber, dapat disimpulkan bahwa awal berdirinya Kerajaan Sunda merupakan awal lahirnya Tatar Sunda pada 18 Mei 669 Masehi sehingga dapat ditetapkan sebagai Hari Tatar Sunda,” jelas Nina.
Meski demikian, Hari Tatar Sunda tidak dimaksudkan untuk memperingati berdirinya kerajaan secara formal, melainkan sebagai simbol untuk menghidupkan kembali nilai budaya Sunda dalam kehidupan masyarakat.
- ANTARA/Ilham Nugraha
Berbeda dengan Hari Jadi Jawa Barat
Dosen Fakultas Hukum Unpad, Hernadi Affandi, menegaskan bahwa Hari Tatar Sunda berbeda dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang diperingati setiap 19 Agustus.
“Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat lebih bersifat administratif kenegaraan, sedangkan Hari Tatar Sunda lebih difokuskan pada penguatan akar budaya dan sejarah,” ujarnya.
Dengan kata lain, kedua peringatan ini saling melengkapi. Jika Hari Jadi Jawa Barat menekankan aspek pemerintahan, maka Hari Tatar Sunda menonjolkan kekayaan budaya dan identitas masyarakat Sunda.
Akan Dirayakan dengan Beragam Kegiatan Budaya
Ke depan, Hari Tatar Sunda akan diisi dengan berbagai kegiatan budaya, seperti kirab, karnaval tradisi, hingga pertunjukan seni khas Sunda.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai budayanya sendiri.
Dengan adanya Hari Tatar Sunda, masyarakat Jawa Barat diharapkan semakin bangga terhadap identitasnya. (gwn)
Load more