Top 3: Pernyataan Pihak dr Richard Lee, STY Ungkap Penyesalan, Dedi Mulyadi Temui Penjual yang Kiosnya Terbakar
- Kolase YouTube/dr. Richard Lee, MARS - Instagram/shintaeyong7777 - YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Kabar tentang pencabutan sertifikat mualaf dr Richard Lee, mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY), hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi topik terpopuler di tvOnenews.com pada 5 Mei 2026.
Berikut ringkasan dari tiga artikel terpopuler di tvOnenews.com:
Sertifikat Mualaf Dicabut, Pihak dr Richard Lee Akhirnya Buka Suara
- Kolase tvOnenews.com | Youtube Reyben Entertainment - YouTube dr. Richard Lee, MARS
Polemik pencabutan sertifikat mualaf milik dr Richard Lee oleh pendakwah Hanny Kristianto akhirnya mendapat tanggapan.
Melalui admin Instagram, pihak dr Richard Lee menyampaikan sikap mereka di tengah situasi yang semakin ramai diperbincangkan.
Diketahui, dr Richard Lee resmi memeluk Islam pada 6 Maret 2025 dengan bimbingan Felix Siauw dan Derry Sulaiman.
Namun, setahun berselang, status keislamannya dipertanyakan hingga Hanny memutuskan mencabut sertifikat mualaf tersebut.
Koh Hanny Kristianto mengungkapkan sejumlah alasan, mulai dari dugaan ketidakkonsistenan dalam beribadah hingga status agama di KTP yang disebut masih tercatat sebagai Katolik.
Ia juga menyoroti potensi penggunaan sertifikat itu dalam proses hukum, yang dinilai tidak tepat.
Meski sertifikat dicabut, Hanny menegaskan bahwa status keislaman dr Richard Lee tidak ikut berubah.
Sementara itu, pihak dr Richard Lee memilih menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
Mereka menegaskan bahwa keyakinan adalah urusan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar dokumen, dan menyatakan Richard tetap berfokus menjalani hidup dengan nilai kebaikan.
Baca berita selengkapnya: Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya
Shin Tae-yong Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia
- Instagram Shin Tae-yong777
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkap sejumlah momen yang menjadi penyesalan terbesarnya selama menukangi skuad Garuda sebelum dipecat oleh PSSI pada awal 2025.
Selama hampir lima tahun menjabat sejak 2019, coach yang akrab disapa STY itu sukses membawa banyak kemajuan, mulai dari membawa Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2020 dan Piala AFF 2023, hingga menembus semifinal Piala Asia U-23 2024 serta meningkatkan peringkat FIFA secara signifikan.
Meski begitu, ia mengaku masih menyimpan kekecewaan, terutama saat Indonesia kalah dari Uzbekistan di semifinal Piala Asia U-23 2024.
STY menilai keputusan wasit dalam laga tersebut berpengaruh besar terhadap hasil akhir.
Selain itu, pertandingan melawan Bahrain juga menjadi sorotan.
Ia menyinggung kepemimpinan wasit Ahmed Al-Kaf yang dianggap merugikan timnya, terutama terkait tambahan waktu yang dinilai janggal hingga berujung gol penyeimbang Bahrain.
Meski pernah mengalami situasi serupa sejak masih menjadi pemain, Shin Tae-yong tetap mempertanyakan keputusan tersebut.
Laga yang berakhir imbang 2-2 itu pun menjadi salah satu momen yang paling membekas dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia.
Baca berita selengkapnya: STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23
Dedi Mulyadi Temui Pedagang Korban Kerusuhan May Day di Bandung
- Instagram @dedimulyadi17
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menunjukkan kepeduliannya kepada warga dengan membantu seorang pedagang bernama Pak Nandang yang kiosnya dibakar saat kerusuhan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 di Bandung.
Dalam unggahan di media sosial, Dedi menceritakan kondisi Pak Nandang yang tampak terpukul karena kehilangan sumber penghidupan.
Pedagang tersebut diketahui menjadi tulang punggung keluarga dan mengalami kerugian setelah kiosnya dibakar oleh perusuh.
Tak hanya melunasi biaya kios, Dedi juga berjanji akan membantu membangun kembali tempat usaha tersebut.
Selain itu, ia memberikan solusi jangka panjang dengan menawarkan pekerjaan kepada Pak Nandang sebagai petugas kebersihan di lokasi yang sama.
Pak Nandang pun mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut, sembari menyampaikan kabar kepada keluarganya bahwa ia kini mendapat kesempatan untuk kembali bekerja dan melanjutkan usaha.
Aksi ini menambah deretan kepedulian Dedi Mulyadi yang sebelumnya juga aktif membantu warga, termasuk korban kecelakaan kereta di Bekasi melalui santunan pendidikan dan program bantuan lainnya
Baca berita selengkapnya: KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah
(han/ind/klw/gwn)
Load more