Sambil Mengusap Air Mata, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Memeluk Ibu Rani Penerima Bantuan RTLH 2026: Gimana Rasanya?
- instagram Sherly Tjoanda
tvOnenews.com - Salah satu program andalan Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Maluku Utara adalah percepatan pembangunan program RTLH 2026.
Program ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya konkret menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi warga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni.
Melalui skema bantuan renovasi, pemerintah daerah menargetkan ribuan rumah bisa berubah menjadi hunian yang aman, sehat, dan manusiawi.
Namun, di balik angka dan target besar itu, ada cerita-cerita kecil yang justru menyentuh hati. Salah satunya adalah momen saat Sherly Tjoanda bertemu langsung dengan Ibu Rani, penerima manfaat pertama program RTLH 2026.
Dalam pertemuan itu, bukan hanya rumah yang berubah, tetapi juga harapan hidup yang perlahan kembali tumbuh.
Momen Haru Sherly Tjoanda dan Ibu Rani yang Bikin Terenyuh
Dalam kunjungannya, Sherly Tjoanda menyampaikan, “Kita menuju rumah Ibu Rani. Ini adalah pemilik RTLH perdana 2026 yang kemarin direnovasi bulan puasa.” Rumah tersebut menjadi proyek pertama yang rampung di tahun ini.
Namun sebelum direnovasi, kondisi rumah Ibu Rani jauh dari kata layak. Dinding kusam, pencahayaan minim, hingga atap yang nyaris tak mampu melindungi dari hujan menjadi potret keseharian. Bahkan, rumah itu dihuni bersama anak-anaknya dalam kondisi serba terbatas.
Momen paling emosional terjadi saat Sherly tiba dan melihat langsung hasil perubahan rumah tersebut. Usai menyapa, ia bertanya, “Rumahnya udah jadi. Gimana, udah tinggal belum?”
Tak lama kemudian, suasana berubah haru. Sambil menitihkan air mata, Sherly Tjoanda memeluk Ibu Rani.
Pelukan itu bukan sekadar simbol seremonial, melainkan refleksi empati atas perjuangan hidup yang selama ini dijalani sang pemilik rumah.
Ibu Rani pun tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ketika ditanya soal kenyamanan, ia menjawab singkat namun penuh makna, “Enak sekali.”
- instagram Sherly Tjoanda
Program RTLH 2026: Dari 1 Rumah ke 1.200 Harapan
Rumah Ibu Rani bukan hanya sekadar bantuan individu. Menurut Sherly Tjoanda, hunian tersebut akan menjadi model standar bagi ribuan rumah lainnya.
“Ini kemudian akan menjadi standar untuk rumah-rumah, 1.200 rumah lainnya di tahun 2026 ini,” jelasnya.
Artinya, satu rumah ini menjadi blueprint bagi pelaksanaan program RTLH secara lebih luas. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan 1.200 unit rumah direnovasi atau dibangun ulang dengan standar yang lebih baik.
Jika dibandingkan dengan program sebelumnya, pendekatan RTLH 2026 lebih terstruktur. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada sistem yang lebih transparan, tertib, dan melibatkan langsung penerima manfaat.
Fakta menariknya, program ini mulai dijalankan lebih awal untuk memastikan kualitas tetap terjaga. Dengan demikian, proses pembangunan tidak terburu-buru dan hasilnya bisa maksimal.
- instagram Sherly Tjoanda
Bukan Sekadar Rumah, Tapi Masa Depan Baru
Dalam peninjauan tersebut, Sherly tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga memberikan sentuhan lanjutan agar rumah benar-benar nyaman.
“Nanti aku kasih keramik aja, pasangin keramik di sini ya, ini kan buat dapurnya, sekalian pasangin wastafel,” ujarnya.
Ia juga menyoroti detail lain seperti kamar mandi yang belum optimal. “Ini kamar mandi, airnya belum keluar. Ini tinggal tambah keramik, wastafel,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, bantuan yang diberikan juga mencakup kebutuhan dasar keluarga. “Nanti dikasih kasur, kasih kasurnya buat semuanya,” kata Sherly.
Bahkan, untuk memastikan keberlanjutan ekonomi, ia menawarkan bantuan modal usaha. “Sekarang nanti dikasih modal, Ibu berjualan, supaya ada uang bulanan bisa ekspansi,” ujarnya.
Salah satu ide yang ditawarkan adalah budidaya tanaman hidroponik. Menurut Sherly, potensi penghasilannya bisa mencapai Rp2–3 juta per bulan.
“Aku kasih itu aja, tanaman hidroponik, nanti dirawat terus dijual sayur-sayurnya, itu mungkin bisa dapat 2-3 juta per bulan,” jelasnya.
Pendekatan ini menjadi pembeda. Jika program bantuan lain hanya berhenti pada pembangunan fisik, program RTLH yang diinisiasi Sherly Tjoanda mencoba mengintegrasikan aspek ekonomi keluarga.
Di akhir kunjungan, Sherly pun menyampaikan doa yang sederhana namun penuh makna.
“Kalau ada rumah baru biasanya nanti ada rezeki baru, karena tidurnya nyaman nanti auranya lebih positif terus nanti lebih makmur biasanya, aamiin.”
Kisah Ibu Rani menjadi bukti bahwa bantuan tidak selalu soal angka, tetapi juga tentang dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dari rumah yang dulu nyaris roboh, kini berdiri tempat tinggal yang layak dan yang lebih penting, menjadi awal dari masa depan yang lebih baik. (udn)
Load more