GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kades Hoho Tak Gentar, Datangi Kecamatan Seusai Tegaskan Tetap Lantik Perangkat Desa Purwasaba

Kades Hoho atau Welas Yuni Nugroho sebelumnya menegaskan tetap akan melantik calon perangkat desa hasil seleksi meski ditolak oleh Pj Bupati Banjarnegara. 
Senin, 11 Mei 2026 - 08:51 WIB
Kades Hoho
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @hoho_alkaff

 

tvOnenews.com - Kades Hoho kembali menjadi sorotan publik setelah sikapnya yang tak mundur soal pelantikan perangkat desa ramai diperbincangkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah penolakan dari Pj Bupati Banjarnegara hingga sorotan Inspektorat, Kepala Desa Purwasaba itu justru tampil percaya diri dan tetap pada pendiriannya. 

Langkah Kades Hoho yang kemudian mendatangi kecamatan pun ikut viral di media sosial dan memancing reaksi warganet.

Kades Hoho atau Welas Yuni Nugroho sebelumnya menegaskan tetap akan melantik tiga perangkat desa hasil seleksi meski tak mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah. 

Ia menyebut keputusan tersebut merupakan hak prerogatif kepala desa dan siap menghadapi segala konsekuensi hukum yang mungkin terjadi.

Dalam pernyataannya yang diunggah pada 6 Mei 2026, Kades Hoho menegaskan dirinya tidak gentar apabila persoalan tersebut berlanjut hingga Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Jadi kalau masalah pelantikan tetap saya lantik. Kalaupun final nanti dari PTUN itu dinyatakan saya bersalah, ya itu menjadi konsekuensi saya. Ini negara hukum, jadi janganlah semua serba seperti itu,” ujar Kades Hoho.

Ia juga mempersilakan pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku.

“PTUN, saya lantik. Yang dirugikan PTUN dengan bukti-bukti yang ada, kita tunggu,” lanjutnya.

Beberapa hari setelah pernyataan tersebut viral, Kades Hoho kembali menjadi perhatian publik usai mengunggah momen dirinya mendatangi kecamatan pada 10 Mei 2026.

Unggahan di Instagram pribadinya itu disertai keterangan singkat yang langsung memancing komentar netizen.

“Nemoni camate,” tulis Kades Hoho.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri beragam komentar. Sebagian netizen menganggap langkah Kades Hoho terkesan berani dan penuh percaya diri di tengah polemik yang belum selesai.

“Sikap petantang-petenteng tapi efek buat desa dasyat dèeerŕ,” tulis akun @panjiariswibowo.

Namun, banyak pula yang memberikan dukungan kepada Kades Hoho karena dinilai berani mempertahankan keputusan terkait perangkat desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Gas terus bos... Kalaupun tersingkir akan tetapi jadi manusia terhormat. Daripada yang katanya pejabat tapi kelakuannya penjahat,” tulis akun @wisanggeniputraarjuna.

Dukungan lainnya datang dari akun @rizzal_6969.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Update Klasemen Liga Italia 2025-2026: Emil Audero Ketiban Untung, AC Milan Terancam Batal Tampil di Liga Champions

Update Klasemen Liga Italia 2025-2026: Emil Audero Ketiban Untung, AC Milan Terancam Batal Tampil di Liga Champions

Emil Audero menerima keuntungan di klasemen sementara Liga Italia 2025-2026. Di sisi lain, AC Milan berada dalam posisi terancam untuk tampil di Liga Champions musim depan.
Rupiah Hari Ini 11 Mei 2026 Bergerak Melemah, Nyaris Rp17.400 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 11 Mei 2026 Bergerak Melemah, Nyaris Rp17.400 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pagi hari ini 11 Mei 2026 bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen.
Alasan Pelatih Hyundai Hillstate Rekrut Jordan Wilson, Kang Sung-hyung: Demi Megawati Hangestri

Alasan Pelatih Hyundai Hillstate Rekrut Jordan Wilson, Kang Sung-hyung: Demi Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan alasan mengapa ia merekrut Jordan Wilson di draft pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027. Salah satunya karena Megawati Hangestri.
Cium Pipi dan Bibir Jadi Pemandangan Biasa yang Dilakukan Kiai Ashari kepada Santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Cium Pipi dan Bibir Jadi Pemandangan Biasa yang Dilakukan Kiai Ashari kepada Santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Menurut keterangan korban, aksi Kiai Ashari yang sering mencium pipi dan bibir santriwati menjadi fenomena yang biasa terjadi di Ponpes Ndholo Kusumo Pati.
Kisah Inspiratif Anak Petani di Pemalang Berhasil Wujudkan Mimpi di Industri Pangan Dunia

Kisah Inspiratif Anak Petani di Pemalang Berhasil Wujudkan Mimpi di Industri Pangan Dunia

Kirmanto ingat betul kegembiraan yang dirasakan saat diwisuda dengan IPK cumlaude 3,83 sebagai lulusan Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) UNU Yogyakarta.
MUI Minta Kiai Cabul Ashari Dihukum Maksimal Buntut Kekerasan Seksual Terhadap Puluhan Santriwati

MUI Minta Kiai Cabul Ashari Dihukum Maksimal Buntut Kekerasan Seksual Terhadap Puluhan Santriwati

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta tersangka Ashari, pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati dihukum maksimal. 

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT