GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Rabu, 13 Mei 2026 - 01:34 WIB
Terduga pelaku pencabulan santriwati Kiai Ashari
Sumber :
  • Youtube FHI Multimedia

tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah masih menjadi perhatian publik. 

Salah satu korban mulai berani menceritakan pengalaman mereka setelah pendiri pondok, Kiai Ashari, ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu santriwati mengungkap kronologi dugaan perlakuan tidak pantas yang disebut dialaminya selama beberapa tahun mondok di pesantren tersebut. 

Cerita itu disampaikan dalam tayangan YouTube Denny Sumargo.

Korban mengaku mulai masuk pondok pada tahun 2016 saat usianya sekitar 14 tahun. 

Oknum Kiai Bernama Ashari dijadikan tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri
Oknum Kiai Bernama Ashari dijadikan tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Facebook I Love Pati/ Youtube FHI Multimedia

Pada awalnya, ia merasa kehidupan di pondok berjalan normal seperti biasa.

“Awal mula masuk baik-baik saja, seperti biasa, dulu santri dan santriwatinya cuma puluhan orang,” ujarnya.

Namun setelah beberapa tahun berlalu, korban mengaku mulai mendapatkan perlakuan berbeda dari pengasuh pondok. 

Menurutnya, pendekatan itu dilakukan secara bertahap sehingga ia tidak langsung menyadari ada hal yang tidak wajar.

Awalnya, korban mengaku sering diminta membantu memijat. 

“Kronologinya itu bertahap, nggak langsung separah itu. Awal mulanya disuruh mijat, kalau sudah selesai dicium," menunjuk pada pipi kanan dan kiri.

Kolase foto Kiai Ashari - Ilustrasi Santriwati
Kolase foto Kiai Ashari - Ilustrasi Santriwati
Sumber :
  • Youtube FHI Multimedia - Gemini Generated AI

Seiring waktu, interaksi tersebut disebut semakin intens, termasuk saat mengikuti kegiatan di luar pondok seperti ziarah dan shalawatan.

Korban mengatakan dirinya tidak menaruh curiga karena sebagai santri ia diajarkan untuk menghormati dan patuh kepada guru.

“Kalau habis ziarah biasanya langsung diajak nemenin tidur,” ungkapnya.

Ia mengaku sempat diberi penjelasan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan spiritual dan penyembuhan batin.

“Di sana kan ada guru thariqoh, bilangnya ya disuruh guru itu. Bilangnya bagian dari nyembuhin sakit, bilangnya saya banyak penyakit dalam, semacam iri, dengki, banyak fitnah," ujarnya.

Meski merasa takut dan bingung, korban mengaku tidak berani menolak karena khawatir dianggap melawan guru.

“Aku nggak pernah tidur beneran, cuma merem aja,” katanya.

Korban juga mengaku perlakuan tersebut terus berulang hingga akhirnya dirinya mulai merasa ada sesuatu yang tidak wajar.

“Aku sudah sering digituin, terus lama-lama mikir kok gini terus,” ujarnya.

Kuasa hukum korban Ali Yusron - Kiai Ashari
Kuasa hukum korban Ali Yusron - Kiai Ashari
Sumber :
  • kolase YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo - Facebook/I Love Pati

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyebut dugaan perlakuan serupa tidak hanya dialami satu orang. 

Menurutnya, ada sejumlah santriwati lain yang diduga mengalami pengalaman hampir sama.

Bahkan salah satu korban memperkirakan jumlah korban bisa mencapai puluhan orang apabila semuanya berani berbicara secara terbuka.

Kasus ini mulai terungkap setelah orang tua korban mengetahui cerita sang anak dan melaporkannya kepada pihak berwajib pada tahun 2024.

Namun proses hukum sempat berjalan lambat sebelum akhirnya kembali menjadi perhatian publik pada tahun 2026.

Polisi kemudian menetapkan Kiai Ashari sebagai tersangka pada 28 April 2026 setelah menemukan bukti permulaan yang cukup.

Saat hendak diperiksa, tersangka disebut tidak memenuhi panggilan dan sempat berpindah-pindah tempat persembunyian di sejumlah daerah.

Tersangka Ashari digelandang petugas Satreskrim Polresta Pati.
Tersangka Ashari digelandang petugas Satreskrim Polresta Pati.
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pelariannya berakhir pada Kamis, 7 Mei 2026 ketika tim gabungan Polda Jawa Tengah dan Polresta Pati berhasil menangkapnya di kawasan Petilasan Eyang Gunungsari, Wonogiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain menangkap tersangka utama, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial KS di Bekasi yang diduga membantu pelarian tersebut.

Dalam penyelidikan sementara, polisi menduga tersangka memanfaatkan pengaruhnya sebagai tokoh agama untuk membuat korban merasa takut menolak atau melapor. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Momen Lucu Layar Error saat Presentasi Data, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Ini Resolusinya Jelek, Zoom Out!

Momen Lucu Layar Error saat Presentasi Data, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Ini Resolusinya Jelek, Zoom Out!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos sempat dihadapi momen lucu perkara mimbar dan layar error saat presentasi data di acara Musrenbang RKPD 2027.
Media Italia Mulai Cemas Jay Idzes Terancam Absen Ketiga Kalinya di Sassuolo: Kembalinya Sangat Berharga

Media Italia Mulai Cemas Jay Idzes Terancam Absen Ketiga Kalinya di Sassuolo: Kembalinya Sangat Berharga

Kondisi Jay Idzes kembali menjadi sorotan jelang laga penting Sassuolo kontra Lecce di Serie A. Media Italia akui peran bek Timnas Indonesia sulit digantikan.
Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, secara tegas meminta agar babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat dilakukan pertandingan ulang. 
Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag

Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag

Begini nasib dari ratusan santri dan santriwati Ponpes Ndholo Kusumo yang ditutup Kemenag RI setelah pengasuhnya yaitu Kiai Ashari ditetapkan sebagai tersangka.
Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti rendahnya durasi kunjungan wisatawan di Kota Cirebon yang rata-rata hanya bertahan satu hari. 
Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui salah dan minta maaf, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ungkap kesedihan serta kejadian yang dialaminya usai viral.

Trending

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 kalah dari Jepang dengan skor akhir 1-3 di Lapangan A Kawasan Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Selasa (12/5/2026) malam. 
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

Seusai Terseret dalam polemik jawaban siswi yang disalahkan juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, sang MC yang bertugas Shindy Lutfiana menyampaikan permohonan maaf
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT