Momen Lucu Layar Error saat Presentasi Data, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Ini Resolusinya Jelek, Zoom Out!
- Humas Pemprov Malut
Ternate, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos sempat kembali memperlihatkan momen lucunya. Hal itu terjadi saat presentasi data dalam acara penting.
Sherly Tjoanda Laos harus berhenti berbicara saat memaparkan materi di tengah presentasinya. Ia pun menyoroti kinerja operator karena mimbar dan layar error sehingga viral di media sosial.
Momen lucu ini diunggah akun TikTok @serbaserbiibuk. Kala itu Sherly Tjoanda menghadiri rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Acara penting ini digelar di Gamalama Ballroom, Bela Hotel Ternate, Kamis (7/5/2026). Sherly Tjoanda menegaskan, agenda tersebut tidak sekadar rapat tahunan.
"Ini soal masalah rakyat mana yang paling mendesak dan paling layak diselesaikan tahun depan?," tulis Sherly Tjoanda dikutip tvOnenews.com dari Instagram pribadinya, Rabu (13/5/2026).
Ada beberapa pembahasan di agenda ini. Dalam sambutan presentasinya, Sherly Tjoanda mengungkap hasil kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut.
Pemprov Malut, kata dia, berhasil melakukan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia yang mencapai 34 persen (YoY) pada 2025 dan masih bertahan di angka 19,3 persen pada Kuartal I 2026.
Akan tetapi, Sherly merasa pertumbuhan ini belum bisa dirasakan secara merata. Hal ini mengingat 80 persen warga Malut berprofesi sebagai petani dan nelayan.
Gubernur Malut itu berbicara konektivitas. Aspek ini dianggap sangat dibutuhkan lantaran terdapat 1.900 km (30 persen) jalan provinsi dan Kabupaten di Malut mengalami rusak berat.
"Satu-satunya cara agar mereka keluar dari kemiskinan struktural adalah dengan memastikan hasil panen dan tangkapan mereka bisa sampai ke pasar dengan cepat melalui jalan dan jembatan yang terkoneksi," jelas Sherly.
Sherly Tjoanda Dihadapi Perkara Mimbar dan Layar Error saat Presentasi
- TikTok/@serbaserbiibuk
Di tengah presentasinya, Sherly tiba-tiba dibuat terkejut. Ia mulanya coba mengecek kondisi kabel di mimbar.
Kabel tersebut tersambung ke tablet. Tak ayal ibu dari tiga anak ini mengecek kondisi kabel itu karena terjadi di tengah mempresentasikan data.
Momen lucu ini berlanjut saat Sherly coba menoleh ke belakang. Ia kaget lantaran layar untuk presentasi data di belakangnya bermasalah akibat error.
Istri mendiang Benny Laos itu langsung mencari operator acara. Ia menginstruksikan agar mereka segera memindahkan mimbar ke pinggir panggung.
"Operator sini, pinggirin ke kiri boleh enggak?," tanya Sherly sambil memberikan perintah.
Ia kemudian menepi. Sementara dua orang operator langsung ke tengah panggung untuk memindahkan mimbar ke area pinggir kiri agar segera melakukan perbaikan layar.
Tak heran, Sherly Tjoanda menilai presentasi data di hadapan para pejabat dan jajaran Pemprov Malut sangat penting. Ia enggan ada informasi yang kurang.
Wanita berusia 43 tahun ini kembali ke tengah panggung. Dengan ekspresi sedikit kesal, ia langsung menyentil operator akibat layar presentasi mengalami masalah.
Operator langsung memperbaikinya melalui tombol fitur "Zoom Out". Sherly coba melanjutkan presentasinya usai memperintahkan agar operator memindahkan halaman berikutnya.
Sherly lagi-lagi kaget karena halaman baru yang dipaparkan berpenampilan "Zoom In". Hal tersebut membuat resolusi data yang ditampilkan terlihat hancur.
"Kemudian, next slide. Zoom out! Ini resolusinya jelek, zoom out!," tegas Sherly.
Momen lucu semakin terjadi karena halaman baru yang ditampilkan salah. Sherly menginstruksikan operator mengganti ke halaman yang akan dibahas olehnya.
"Operator di belakang buka slide 28," ucapnya dengan menahan kesal.
Sherly Tjoanda Melanjutkan Presentasi Data
Sherly kembali mempresentasikan data secara normal. Di rangkaian acara ini, ia membahas tujuannya menjadiikan masa depan Sofifi sebagai pusat pemerintahan modern dan berkelanjutan.
Kemudian, Sherly juga menyoroti penurunan angka stunting. Ia mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) di Kota Ternate, Halmahera Tengah, dan Kota Tidore Kepulauan berupaya menekan stunting bagi anak-anak.
Ibu dari tiga anak ini mendorong agar pendidikan bisa terjangkau ke seluruh wilayah di Malut. Ia tidak hanya mengandalkan Program Sekolah Gratis, tetapi juga sekolah jarak jauh.
Dalam pembahasan terakhirnyna, ia menginginkan pelayanan rumah sakit semakin meningkat pesat, nelayan harus naik kelas hingga ekonomi tidak hanya mengandalkan tambang.
(hap)
Load more