News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Curhatan Kades Hoho kepada Dedi Mulyadi, Sebut Tekanan Datang setelah Seleksi Perangkat Desa Ditolak

Kades Hoho tetap ingin melantik perangkat desa meski tak direkomendasikan Bupati Banjarnegara. Sebelumnya ia terlihat sempat curhat ke Dedi Mulyadi soal tekanan
Kamis, 14 Mei 2026 - 09:36 WIB
Kades Hoho dan Dedi Mulyadi
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Kepala Desa Purwasaba, Kades Hoho, tetap bersikeras akan melantik tiga perangkat desa hasil seleksi meski penolakannya belum mereda. Di tengah ancaman gugatan PTUN hingga sorotan dari Inspektorat, Kades Hoho mengaku siap menanggung seluruh konsekuensi hukum atas keputusannya itu.

Baginya, polemik yang terus bergulir tidak boleh menghentikan jalannya pemerintahan desa. Ia memilih tetap berjalan di jalur yang diyakininya benar meski tekanan datang dari berbagai arah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi kalau masalah pelantikan tetap saya lantik, kalaupun final nanti dari PTUN itu dinyatakan saya bersalah ya itu menjadi konsekuensi saya gitu loh, ini negara hukum jadi janganlah semua serba seperti itu,” ujar Kades Hoho dalam unggahannya pada 6 Mei 2026.

kades hoho
Kades Hoho dan Dedi Mulyadi. (Sumber: tvOnenews.com Edit / Instagram @dedimulyadi71)

Kades Hoho juga menegaskan bahwa pihak yang merasa dirugikan dipersilakan menempuh jalur hukum sesuai prosedur yang berlaku.

“PTUN, saya lantik yang dirugikan PTUN dengan bukti-bukti yang ada kita tunggu,” lanjutnya.

Sikap tegas Kades Hoho tersebut seolah menjadi jawaban dari curhatan yang pernah ia sampaikan kepada Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu di Lembur Pakuan, Subang.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai itu, Kades Hoho sempat mengaku berada dalam tekanan setelah proses seleksi perangkat desa berlangsung. Konflik tersebut bahkan sempat memicu pengeroyokan oleh oknum LSM.

Saat itu, Dedi Mulyadi mencoba memastikan kondisi psikologis Kades Hoho setelah rentetan persoalan yang menimpanya.

“Tapi sekarang tidak dalam keadaan merasa tertekan?” tanya Dedi Mulyadi.

Kades Hoho kemudian mengungkapkan bahwa tekanan yang ia rasakan justru bukan datang dari pihak luar.

“Ya saya tertekan oleh pihak-pihak lain. LSM, orang luar itu sih enggak sama sekali. Justru saya tertekannya itu oleh yang tiga,” ungkap Kades Hoho.

Dedi Mulyadi pun langsung memahami maksud ucapan tersebut.

“Oleh yang lulus, yang belum dilantik-lantik,” ujar Dedi Mulyadi.

“Iya,” jawab Kades Hoho.

Dalam obrolan itu, Kades Hoho juga menceritakan bahwa proses seleksi perangkat desa sudah berjalan cukup lama tanpa kepastian pelantikan.

“Dari tanggal 18 Februari berarti udah hampir sebulan, 26 hari,” kata Kades Hoho.

Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi sempat terkejut sekaligus mencoba mencairkan suasana dengan candaan khasnya.

“Itu padahal kalau ayam sudah 30 kali bertelur itu,” ujar Dedi Mulyadi sambil tertawa.

Candaan itu langsung disambut Kades Hoho.

“Iya, udah dapat Rp55 juta,” jawabnya.

Meski obrolan berlangsung santai, Dedi Mulyadi tetap mengingatkan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum dan birokrasi, bukan tekanan massa.

“Bapak mah tempuh saja jalur prosedur hukum karena bapak adalah kepala desa, kekuatannya adalah kekuatan di birokrasi. Standarnya ya standar birokrasi saja. Jangan ada standar pengerahan masalah lagi,” kata Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, keputusan tetap bisa dijalankan apabila proses seleksi memang diyakini telah sesuai aturan.

“Kalau misalnya seleksi itu diyakini memang sudah sesuai prosedur, kemudian adil, transparan, terbuka, akuntabel, ya putuskan,” lanjut Dedi Mulyadi.

Namun ia juga mengingatkan bahwa perubahan tetap bisa dilakukan apabila ditemukan bukti pelanggaran yang jelas.

“Tetapi kalau merasa seleksi itu tidak terbuka, kemudian terindikasi tindak kecurangan, ya orang boleh dong melakukan perubahan tetapi perubahannya dilakukan setelah ada fakta-fakta dan bukti-bukti yang akurat,” ujar Dedi Mulyadi.

Di akhir perbincangan, Dedi Mulyadi menutupnya dengan kalimat yang membuat suasana kembali cair.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kasihan orang sudah paling bener pinter,” tutup Dedi Mulyadi.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT