Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?
- Istimewa
Ayah dari peserta LCC MPR RI itu menyampaikan bahwa Ocha mempunyai cita-cita besar sejak kecil. Anaknya ingin sekali menjadi seorang dosen.
"Pas kecil si Ocha ingin jadi dosen, tapi sekarang dia ikut arus saja nanti ke mana. Karena semua bidang itu dia menguasai," ungkapnya.
Kebiasaan dan keinginan besar inilah membawa Ocha mewakili sekolahnya. Ia sering mengikuti kompetisi, termasuk Lomba Cerdas Cermat yang diinisiasikan oleh MPR RI.
Kronologi Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI
Ocha menjadi perhatian publik. Sorotan itu tak lepas dari potongan cuplikan video saat dirinya protes atas penilaian dewan juri viral di media sosial.
Diketahui, final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). Di momen ini, ada tiga sekolah yang menjadi peserta merebut gelar juara ajang tersebut, antara lain SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Kronologi polemik babak final LCC ini bermula saat sesi memperebutkan jawaban. Kala itu, seorang MC, Shindy Lutfiana menyebut tentang aspek pemilihan anggota BPK.
Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI selaku dewan juri, Dyastasita WB justru memberikan minus lima poin untuk Regu C. Hal itu sebagai sikap merespons jawaban dari Ocha.
Regu B dari SMAN 1 Sambas kemudian mendapat kesempatan menjawab pertanyaan itu. Menariknya, perwakilannya memberikan penjelasan serupa dengan Ocha dan diberikan nilai 10 beralasan "Inti jawaban sudah benar".
Keputusan tersebut membuat Ocha berani melawan penilaian dari dewan juri. Siswi kelas XI SMAN 1 Pontianak itu mengatakan, "Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama."
Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI selaku dewan juri lainnya, Indri Wahyuni tiba-tiba masuk memberikan pendapatnya. Ia menyinggung kebutuhan artikulasi untuk menjawab pertanyaan sangat penting.
Rekaman siaran langsung MPR RI memperlihatkan momen ketegangan ini viral di media sosial. Publik menyayangkan keputusan penilaian dewan juri karena tidak mendasar. Di sisi lain, warganet memuji keberanian Ocha sebagai gambaran melawan ketidakadilan.
Keberanian itu juga membawa Ocha mendapat tawaran beasiswa ke Tiongkok hingga jaminan bekerja di perusahaan ternama.
Load more