"Anak Udah Berdarah Pak", Dedi Mulyadi Syok Dengar Anak Penyapu Kantor Gubernur Jadi Korban Pencabulan
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Korban disebut ketakutan karena pelaku mengancam akan membunuh ibunya jika kejadian tersebut dibongkar.
"Masih trauma 'ibu jangan ditahan om-nya nanti ibunya dibunuh' pelakunya tuh ngomong di anaknya. Awas ya jangan bilang-bilang lapor polisi nanti ibu kamu dibunuh, gitu pak. Saya tuh sampai nangis pak," jelas sang ibu.
Melihat kondisi itu, Dedi Mulyadi langsung memastikan korban sudah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan psikologis.
Sang ibu mengatakan anaknya sudah dibawa berobat dan juga menjalani pendampingan psikolog serta perlindungan anak.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
"Ya udah nanti ada tim dari dokter, dokter anak sama psikolognya, nanti saya kirimin timnya ya," kata KDM.
Dedi kemudian memerintahkan jajarannya agar memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Ia mengaku kecewa karena ada staf yang belum mengetahui kondisi pegawai mereka sendiri.
Menurutnya, jangan sampai muncul anggapan bahwa pegawai di lingkungan kantor gubernur tidak mendapatkan perhatian ketika keluarganya mengalami musibah berat.
"Bukan, maksudnya gini loh, kita tiap hari ngurusin korban anak-anak di bawah umur, masa pegawai kita nggak tahu, nanti kalau orang nganggap ini penyapu di kantor Gubernur tapi anaknya korban nggak ada perhatian, jangan begitu," tegas KDM.
Kasus ini pun memicu keprihatinan publik, terutama terkait keamanan anak-anak dan pentingnya pengawasan keluarga terhadap aktivitas anak di luar rumah. (asl)
Load more