Awalnya Ingin Foto Bareng Dedi Mulyadi, Bocah Asal Tasikmalaya Ini Malah Nangis Histeris Saat Bertemu KDM
- Instagram @dedimulyadi17 - AI ChatGPT
tvOnenews.com - Nama Dedi Mulyadi kembali jadi sorotan publik setelah membagikan momen unik bersama seorang bocah laki-laki asal Tasikmalaya yang sempat menangis histeris hanya karena ingin bertemu dengannya.
Momen tersebut diunggah langsung melalui akun Instagram pribadi Dedi Mulyadi dan langsung ramai dibicarakan warganet.
Dalam video itu terlihat seorang anak laki-laki berguling-guling di atas kasur sambil menangis dan terus meneriakkan nama “KDM” di depan kedua orang tuanya menggunakan bahasa Sunda.
Belakangan diketahui bocah tersebut bernama Deden Arasy, warga Cimaung, Desa Sukanagara, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Deden akhirnya dipertemukan langsung dengan idolanya setelah videonya viral di media sosial.
Saat bertemu, penampilan Deden juga mencuri perhatian.
Ia mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan ikat kepala khas Sunda.
Di hadapan Gubernur Jawa Barat itu, Deden mengaku memang sengaja menangis karena sangat ingin bertemu dan berfoto bersama.
“Pengen ketemu KDM,” kata Deden dikutip dari video yang diunggah Dedi Mulyadi.
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Mendengar pengakuan itu, Dedi Mulyadi lalu penasaran apa yang membuat bocah tersebut begitu ingin bertemu dengannya.
Orang tua Deden kemudian menjelaskan bahwa anak mereka sering menonton berbagai aktivitas Dedi Mulyadi lewat handphone.
Salah satu video yang paling membuat Deden tertarik adalah saat Dedi Mulyadi berkuda dan melayani banyak warga yang ingin berfoto bersama.
“Mau foto sama bapak waktu itu lihat di mana ya? Saat sedang naik kuda loh bapak. Lihat konten (video) naik kuda,” jelas Orang tua Deden.
Karena melihat banyak orang bisa berfoto bersama sang gubernur, Deden pun ikut ingin merasakan hal yang sama.
Keinginannya itu bahkan membuatnya menangis histeris di rumah.
Lucunya, sang ibu ternyata sempat mencoba menghentikan tangisan Deden dengan cara bercanda menakut-nakutinya akan dibawa ke barak militer jika terus menangis.
"Iya kata saya gak boleh, susah. Gak bisa berangkat. Gak boleh kata saya. Kalau gak berhenti (menangis) nanti saya video loh," katanya.
"Terus saya takut-takutin dibawa ke barak, malah pengen ini," lanjut ibu Deden.
Load more