Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini
- Pemprov Jawa Barat
Di hadapan para mempelai dan Wali Kota Depok Supian Suri, Dedi menyampaikan bahwa pernikahan sederhana dapat menjadi solusi agar masyarakat tidak terbebani biaya resepsi yang besar.
“Agar tidak menimbulkan utang setelah acara pernikahan,” ucap Dedi.
Ia bahkan menyinggung tingginya kasus pinjaman online dan bank emok di Jawa Barat yang sering kali berkaitan dengan kebutuhan konsumtif, termasuk pesta pernikahan.
“Nanti rakyat Jawa Barat secara perlahan turun pinjaman pinjolnya, bank keliling, bank emoknya,” ungkapnya.
Keluarga Pengantin Bersyukur hingga Warga Terkejut
Kehadiran Dedi Mulyadi dalam akad nikah pasangan disabilitas itu juga meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga pengantin. Fenty Feriyawati, ibu kandung Puja, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada anaknya.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sangat memerhatikan anak-anak kami dengan keterbatasannya,” ujar Fenty.
Tak hanya keluarga pasangan disabilitas, warga lain yang pernah menikah dengan disaksikan langsung oleh KDM juga mengaku terkejut. Salah satunya Deru, pengantin di KUA Bojongsari, Depok.
“Iya kaget aja pas mau akad nikah ada KDM jadi saksi,” katanya.
Deru mengaku memilih menikah di KUA karena ingin mengurangi biaya pernikahan. Menurutnya, akad di kantor KUA jauh lebih ringan karena tidak dipungut biaya besar seperti resepsi pada umumnya.
“Iya nikah di KUA untuk menekan biaya pernikahan aja,” pungkasnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pernikahan sederhana mulai dipandang sebagai pilihan realistis bagi banyak pasangan muda. Di tengah tekanan ekonomi dan gaya hidup yang semakin mahal, akad nikah sederhana justru dinilai mampu mengembalikan esensi utama pernikahan sebagai ikatan sakral, bukan sekadar ajang pesta semata. (udn)
Load more