Gubernur Sherly Tjoanda sampai Dua Kali Kaget Dengar Pengakuan Nelayan soal Pinjaman KUR: Bapak Berani Ambil Cicilan?
- YouTube
"Cicilan, cicilan?" tegas Sherly Tjoanda.
Nelayan tersebut kembali menegaskan bahwa benar cicilannya Rp2,6 juta sebulan.
"Iya, 2,6 juta," kata sang nelayan.
Padahal angsuran nelayan lainnya tidak ada yang lebih dari 1 juta per bulannya.
Masih merasa heran, Sherly Tjoanda mencoba untuk menyakan berapa tahun tenor pinjaman nelayan tersebut.
"Berapa panjang kemarin ambil?" tanya Sherly Tjoanda.
Pantas saja cicilan per bulannya cukup besar, ternyata nelayan tersebut mengambil tenor pinjaman hanya 1 tahun.
Sherly Tjoanda lantas menanyakan apakah nelayan tersebut mampu membayar cicilan yang begitu besar.
"Oh memang maunya 1 tahun aja, mampu?" tanya Sherly Tjoanda.
"Bapak kira-kira bisa omset berapa satu bulan? Pendapatan bisa berapa? Hasil tangkapan bisa berapa?" lanjutnya.
Menurut pengakuan nelayan tersebut, ia mampu mendapat penghasilan kotor sebesar Rp5 juta.
"Bisa 5 juta," ungkap nelayan.
Sherly Tjoanda kembali dibuat terkejut karena dengan penghasilan Rp5 juta berani ambil cicilan 2 jutaan per bulannya.
"5 juta itu Bapak berani ambil cicilan 2,5 juta? Bisa?" kata Sherly Tjoanda terkejut.
Rupanya 5 juta itu pendapatan kotor dalam 1 kali trip atau sekali melaut sementara nelayan tersebut bisa melakukan lebih dari 1 kali trip dalam sebulan.
"Oh 5 juta 1 trip?" ujar Sherly Tjoanda.
"Satu bulan berapa trip?" lanjutnya.
Nelayan tersebut dalam sebulan bisa melakukan 3 kali trip sehingga jika ditotal pendapatan kotornya dalam satu bulan kurang lebih sekitar Rp15 juta.
"Berarti satu bulan bisa 15 juta? Iya?" tanya Sherly Tjoanda.
"Berarti bisa cicil 2,5 juta?" lanjutnya.
Untuk memastikan kembali kemampuan nelayan tersebut, Sherly Tjoanda mencoba untuk menghitung ongkos dalam sekali trip.
"Buang ongkos BBM ama es kira-kira? Setengah sampai?" kata Sherly Tjoanda.
"Satu trip kan 5 juta, buang minyak berapa?" lanjutnya.
Dalam sekali perjalanan, nelayan itu butuh 40 liter bahan bakar atau sekitar Rp400 ribu dan Rp50 ribu untuk membeli es pengawet ikan.
"Jadi ongkos 500 ribu saja, dari 5 juta ongkos 500 ribu, bersih 450," terang Sherly Tjoanda.
Jika dihitung-hitung, ternyata nelayan tersebut punya pendapatan yang cukup besar, sekitar Rp10 juta per bulannya sehingga masih aman untuk membayar cicilan Rp2 jutaan per bulan.
Load more