Sherly Tjoanda Wanti-wanti Nelayan soal Utang Piutang di Bank hingga Pinjol: Saya Tidak Bisa Bantu
- YouTube/GubSherly
tvOnenews.com - Program Ekonomi Biru yang diinisiasi di wilayah Maluku Utara kini menjadi angin segar bagi peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan lokal.
Melalui program strategis ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara aktif berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta bank Himbara seperti Bank BRI untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) demi mempermudah pengadaan kapal perikanan.
Program ini pun kian menarik karena pemprov memberikan bantuan tambahan berupa hibah mesin kapal secara gratis kepada para nelayan yang lolos seleksi perbankan.
- YouTube
Namun, di tengah antusiasme besar dari ratusan nelayan yang mengantre dalam daftar pengajuan, muncul sebuah tantangan krusial mengenai literasi keuangan dan pentingnya menjaga keamanan data pribadi dari ancaman pinjaman online (pinjol).
Dalam sebuah sesi dialog interaktif yang dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, jajaran perwakilan OJK hingga pihak perbankan, perwakilan nelayan memaparkan beberapa kendala administratif dan sosial yang dihadapi di lapangan.
Selain masalah administrasi kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga, mencuat pula persoalan klasik yang sangat pelik, yaitu jeratan utang piutang.
Banyak nelayan dilaporkan gagal melewati proses verifikasi perbankan untuk mendapatkan KUR, akibat nama mereka tercatat memiliki riwayat kredit macet, baik di bank konvensional, lembaga pembiayaan (leasing), maupun aplikasi pinjaman online atau pinjol.
Merespons aduan mengenai hambatan kredit tersebut, Sherly Tjoanda memberikan tanggapan yang sangat tegas sekaligus edukatif. Ia menegaskan, bahwa sebagai pemimpin di Pemprov Maluku Utara, Sherly tidak bisa membantu para nelayan mengenai hal tersebut.
Secara terbuka, Sherly menjelaskan bahwa pihak pemerintah daerah sama sekali tidak memiliki kewenangan maupun kemampuan untuk membantu masalah utang piutang pribadi nelayan.
"Tidak bisa saya bantu. Itu (untuk) belajar," ujar Sherly Tjoanda dikutip dari YouTube GubSherly pada Kamis (20/5/2026).
- YouTube/GubSherly
Sebagai langkah preventif, Sherly memberikan peringatan keras kepada para nelayan yang rekam jejak finansialnya saat ini masih bersih. Ia meminta agar para nelayan tidak sekali-kali meminjamkan KTP mereka kepada siapa pun.
Hal ini karena identitas tersebut sangat rentan disalahgunakan oleh pihak lain untuk mencairkan dana pinjol ilegal secara sepihak.
"Bagi yang masih bersih namanya, pertama jangan pernah pinjamkan KTP kepada siapa pun yang nanti memanfaatkannya untuk pinjol.
"Kedua, dalam hidup itu yang termahal adalah integritas dan nama baik. Jadi, jika diberikan kepercayaan, buat yang sudah diberikan kepercayaan, yang sudah cair KUR-nya hari ini (dengan nominal) 35 sampai 50 juta, dijaga nama baiknya."
"Satu-satunya yang dimiliki, yang kalau sudah rusak itu gak bisa lagi (dibersihkan) adalah nama baik. Jadi yang punya banyak tanggungan belum bisa kami bantu, yang namanya masih bersih dijaga untuk tetap bersih," jelasnya.
- YouTube/GubSherly
Di sisi lain, Sherly pun meminta kepada Kepala OJK Perwakilan Maluku Utara, Adi Surahman, untuk bisa menyiapkan sistem pada pertemuan selanjutnya.
Ini supaya nelayan bisa mengecek secara langsung apakah ada catatan kredit macet atau tidak atas nama merkea. Alhasil, nantinya bisa diketahui apakah mereka layak menerima pinjaman atau tidak.
"Kalau ada kegiatan lagi, apakah OJK bisa membawa sistemnya di tempat acara, sehingga nelayan ketika datang bisa langsung cek on the spot, apakah mereka bankable (layak dibiayai) atau tidak?" tanya Sherly.
"InsyaAllah bisa kita siapkan jaringan," sahut Adi Surahman. (ism)
Load more