News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Lombok Berbondong-bondong Kerumuni Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Saya Nanti akan Balik Nyelam di Gili Trawangan

Antusiasme warga semakin meningkat saat Sherly Tjoanda berada di area peluncuran program BSPS. Banyak warga, dari berbagai usia, berebut untuk bisa berfoto bersama. 
Rabu, 20 Mei 2026 - 20:18 WIB
Warga Lombok Berbondong-bondong Kerumuni Gubernur Malut Sherly Tjoanda
Sumber :
  • instagram Sherly Tjoanda

tvOnenews.com - Warga Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dibuat heboh oleh kedatangan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda

Kehadirannya dalam agenda peninjauan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se-NTB, NTT, Maluku, dan Maluku Utara langsung menyedot perhatian masyarakat yang sudah menunggu sejak pagi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.

Keramaian terjadi bahkan sejak Sherly turun dari kendaraan. Warga langsung berbondong-bondong mendekat untuk berswafoto, menciptakan suasana yang padat namun tetap kondusif. 

Tidak hanya menjadi tamu kehormatan dalam agenda bersama sejumlah menteri dan kepala daerah, Sherly justru menjadi pusat perhatian di tengah kegiatan yang digelar di Lombok Barat tersebut.

Diserbu Warga, Sherly Tjoanda Tetap Ramah Layani Swafoto

Antusiasme warga semakin meningkat saat Sherly berada di area peluncuran program BSPS. Banyak warga, dari berbagai usia, berebut untuk bisa berfoto bersama. 

Meski dalam kerumunan, Sherly tetap melayani permintaan foto dengan ramah, bahkan beberapa kali mengambil ponsel warga untuk membantu swafoto langsung.

“Masyarakatnya sangat ramah, senang berada di sini. Ini pertama kali saya datang ke sini,” ujar Sherly Tjoanda di sela kunjungan di Desa Dasan Geria, Selasa (19/5/2026). 

Pernyataan ini memperlihatkan kesan positif Sherly terhadap masyarakat NTB yang dinilainya hangat dan terbuka.

Kehadiran Sherly dalam agenda tersebut juga didampingi oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Tito Karnavian dan Maruarar Sirait. Program BSPS sendiri menjadi fokus utama karena menyasar peningkatan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah agar lebih layak huni.

Dalam kesempatan itu, Sherly juga meninjau langsung salah satu rumah warga penerima bantuan BSPS di Desa Dasan Geria. 

Ia berdialog dengan warga dan fasilitator program untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai harapan. Sherly menekankan pentingnya program ini untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Program BSPS yang diluncurkan di wilayah NTB, NTT, Maluku, dan Maluku Utara ini menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan. 

Dibandingkan daerah lain, NTB menjadi salah satu wilayah dengan respons masyarakat paling tinggi, terlihat dari antusiasme warga saat peluncuran.

Sherly juga menyampaikan rencananya untuk kembali ke NTB. Meski kunjungan kali ini padat agenda, ia mengaku ingin menikmati keindahan alam Lombok, terutama kawasan Gili Trawangan. 

“Dan harus kembali lagi. Saya nanti akan balik nyelam di Gili Trawangan*,” katanya. Ia juga menegaskan ketertarikannya untuk melakukan snorkeling di kunjungan berikutnya.

Forkopimda Regional dan Pesan Stabilitas di Tengah Agenda BSPS

Sebelum peluncuran BSPS, kegiatan diawali dengan rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Nusa Tenggara dan Maluku di Lombok Barat. 

Agenda ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Djamari Chaniago, yang menekankan pentingnya soliditas antar daerah dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan.

Dalam arahannya, ia menyoroti dinamika global yang dapat berdampak pada kondisi nasional. Pemerintah pusat dan daerah, menurutnya, harus tetap bekerja sama menjaga stabilitas sekaligus memastikan program seperti BSPS berjalan efektif. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi publik yang baik agar informasi tidak dipelintir di ruang digital.

Kehadiran Sherly Tjoanda di Lombok bukan hanya menjadi bagian dari agenda formal pemerintahan, tetapi juga menghadirkan momen interaksi langsung yang jarang terjadi antara kepala daerah dan masyarakat. 

Dari program BSPS hingga kerumunan warga yang antusias, kunjungan ini memperlihatkan kuatnya daya tarik figur pemimpin daerah di tengah masyarakat. (udn) 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Justin Bieber Meriahkan Halftime Show Final Piala Dunia 2026, Taylor Swift Jadi Kejutan Terakhir FIFA?

Justin Bieber Meriahkan Halftime Show Final Piala Dunia 2026, Taylor Swift Jadi Kejutan Terakhir FIFA?

Justin Bieber sebagai salah satu penampil dalam halftime show partai puncak turnamen yang akan digelar pada Senin, 20 Juli mendatang.
Pakar Keuangan: Cara Mengelola Uang Lebih Penting daripada Nominalnya

Pakar Keuangan: Cara Mengelola Uang Lebih Penting daripada Nominalnya

Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa cara seseorang mengelola uang justru bisa menjadi faktor yang lebih menentukan dibanding besarnya nominal yang dimiliki.
Gelombang Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Diimbau Tak Terprovokasi

Gelombang Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Diimbau Tak Terprovokasi

Kondisi perpolitikan dan ekonomi sosial belakangan waktu sedang mengalami gejolak disertai rentetan gelombang aksi unjuk rasa masyarakat.
Konflik Ruben Onsu dan Jordi Onsu Kian Memanas, Ancaman Bongkar Aib Berujung Peringatan Jalur Hukum

Konflik Ruben Onsu dan Jordi Onsu Kian Memanas, Ancaman Bongkar Aib Berujung Peringatan Jalur Hukum

Konflik keduanya kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan yang mengindikasikan adanya rahasia pribadi Ruben Onsu yang disebut-sebut diketahui Jordi Onsu.
Ruben Amorim Akui Kegagalan di Manchester United Jadi Bekal Pembelajaran Bersama AC Milan

Ruben Amorim Akui Kegagalan di Manchester United Jadi Bekal Pembelajaran Bersama AC Milan

AC Milan sendiri mengikat Ruben Amorim dengan kontrak berdurasi tiga tahun untuk menggantikan Massimiliano Allegri. 
WHO: Manusia Rata-rata Hidup hingga Usia 73, Mengapa Hanya 63 Tahun yang Benar-benar Sehat?

WHO: Manusia Rata-rata Hidup hingga Usia 73, Mengapa Hanya 63 Tahun yang Benar-benar Sehat?

Data WHO tahun 2019 menunjukkan rata-rata harapan hidup manusia mencapai sekitar 73 tahun. Meski demikian, rata-rata seseorang hanya menikmati sekitar 63 tahun dalam kondisi sehat.

Trending

Sinopsis dan Review Film Moana Live Action, Visual Memukau tetapi Sulit Melampaui Animasinya

Sinopsis dan Review Film Moana Live Action, Visual Memukau tetapi Sulit Melampaui Animasinya

Meski masih mempertahankan cerita yang sama, Moana live action mencoba memberikan pengalaman baru melalui visual yang lebih realistis, lanskap Polinesia yang megah, serta penampilan para pemeran manusia. 
Polri Tetapkan Tujuh Tersangka Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo, Status DPO

Polri Tetapkan Tujuh Tersangka Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo, Status DPO

Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan pilot dan pembakaran pesawat PK-RCY milik PT Associated Mission Aviation (AMA) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia Terus Meningkat, Ini Buktinya

Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia Terus Meningkat, Ini Buktinya

Pemerataan kualitas pendidikan di daerah terpencil tidak hanya bergantung pada pembangunan gedung sekolah, tetapi juga peningkatan mutu pembelajaran dan kapasitas tenaga pendidik.
Modus Komplotan Pencuri Pagar Besi Taman di Kampung Melayu Jakarta Timur Terkuak, Lima Kali Beraksi dan Dilakukan Sebelum Subuh

Modus Komplotan Pencuri Pagar Besi Taman di Kampung Melayu Jakarta Timur Terkuak, Lima Kali Beraksi dan Dilakukan Sebelum Subuh

Modus komplotan pencuri pagar besi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, akhirnya terkuak. Kasus pencurian pagar besi ini terbongkar oleh warga sekitar.
Konflik Ruben Onsu dan Jordi Onsu Kian Memanas, Ancaman Bongkar Aib Berujung Peringatan Jalur Hukum

Konflik Ruben Onsu dan Jordi Onsu Kian Memanas, Ancaman Bongkar Aib Berujung Peringatan Jalur Hukum

Konflik keduanya kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan yang mengindikasikan adanya rahasia pribadi Ruben Onsu yang disebut-sebut diketahui Jordi Onsu.
WHO: Manusia Rata-rata Hidup hingga Usia 73, Mengapa Hanya 63 Tahun yang Benar-benar Sehat?

WHO: Manusia Rata-rata Hidup hingga Usia 73, Mengapa Hanya 63 Tahun yang Benar-benar Sehat?

Data WHO tahun 2019 menunjukkan rata-rata harapan hidup manusia mencapai sekitar 73 tahun. Meski demikian, rata-rata seseorang hanya menikmati sekitar 63 tahun dalam kondisi sehat.
Pakar Keuangan: Cara Mengelola Uang Lebih Penting daripada Nominalnya

Pakar Keuangan: Cara Mengelola Uang Lebih Penting daripada Nominalnya

Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa cara seseorang mengelola uang justru bisa menjadi faktor yang lebih menentukan dibanding besarnya nominal yang dimiliki.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT