News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Curhatan Ahmad Khotibul ke Dedi Mulyadi: Ririn Cicil 30 Kali, Jasa Pencairan Dana Pensiun Aman Yani Belum Lunas

Ahmad Khotibul curhat ke Dedi Mulyadi, sebut Ririn belum lunasi jasanya dalam kasus dana pensiun Aman Yani meski sudah dicicil hingga 30 kali angsuran.
Kamis, 21 Mei 2026 - 06:42 WIB
Dedi Mulyadi dan Ahmad Khotibal
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Kasus dana pensiun atas nama Aman Yani terus menyimpan kejutan. Dalam sebuah perbincangan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, pengacara Ahmad Khotibul mengungkap fakta yang selama ini ia pendam, jasa hukumnya dalam proses pencairan dana pensiun tersebut belum pernah dibayar lunas oleh Ririn.

Sepakat Success Fee, Dibayar Separuh

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahmad Khotibul mengisahkan bahwa ia semula mendapat kesepakatan success fee dari proses pencairan dana pensiun Aman Yani. Namun kenyataan di lapangan jauh dari harapan.

"Saya dapat Rp70 juta waktu itu. Rp70 juta sisanya berarti Rp50 juta. Rp50 jutanya gimana, Rin? Ya nanti cicilkan, ini kan bayarnya belum semua. Sambil berjalan. Ya sudah kalau gitu kamu diangsur juga enggak apa-apa," ujar Ahmad Khotibul menirukan percakapannya dengan Ririn dalam tayangan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL 19 Mei 2026..

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi tampak tak bisa menyembunyikan rasa herannya.

"Pengacara sampai ngangsur gitu nerima gitu. Oh iya baik banget pengacaranya," kata Dedi sambil tertawa.

30 Kali Cicilan, Masih Sering Macet

Situasi tak kunjung membaik. Ahmad Khotibul mengungkap bahwa cicilan pembayaran jasanya berjalan sangat lambat dan kerap tersendat.

"Dibayarlah itu dan berjalannya waktu 30 kali angsuran. Jadi masih kurang 20 angsuran, tiap bulan tapi masih ada lah macetnya. Kalau diingatkan bayar," ungkapnya.

Dedi Mulyadi pun menyinggung kemungkinan bahwa pembayaran angsuran itu bersumber dari ATM yang sebelumnya digunakan dalam proses pencairan dana pensiun.

"Mungkin dia ngambil ATM itu," ujar Dedi.

"Itu fakta yang saya rasakan seperti itu," jawab Ahmad Khotibul.

Dijanjikan Pertemuan, Tak Pernah Datang

Selain soal uang, ada luka lain yang dirasakan Ahmad Khotibul, rasa dikhianati. Sejak awal, ia selalu dijanjikan akan ditemui langsung oleh sosok yang mengaku sebagai Aman Yani setelah urusan selesai. Tapi janji itu tak pernah ditepati.

"Kalau sudah selesai perkara ini diurus Pak Khotib akan datang, akan mengucapkan terima kasih. Enggak datang juga," cerita Ahmad Khotibul.

Dedi Mulyadi langsung menimpali dengan nada bercanda namun tajam.

"Enggak datang, emang enggak ada orangnya," kata Dedi sambil tertawa, sebuah komentar yang justru mengandung makna serius di baliknya.

Komunikasi Terakhir: WhatsApp dari Singapura

Ahmad Khotibul menyebut komunikasi terakhirnya dengan orang yang mengaku sebagai Aman Yani terjadi pada Februari 2023 melalui WhatsApp. Saat itu, orang tersebut kembali meminta bantuannya untuk pengkinian data di Dana Pensiun dan mengaku sedang berada di Singapura.

Namun Ahmad Khotibul sudah tidak lagi merespons. Rasa kecewa bercampur curiga mendorongnya untuk berhenti melayani permintaan tersebut.

"Jujur sudah enggak ngeladenin. Tapi saya waktu itu ya sudah agak cuek gitu kan. Juga karena saya capek dijanjikan katanya selesai mau datang enggak datang," ungkapnya.

Emosi Meluap, Uang Belum Lunas
Dua hal itulah yang akhirnya membuat Ahmad Khotibul tak bisa lagi menahan emosinya, janji yang berulang kali diingkari, ditambah pembayaran jasa yang sampai hari ini masih kurang.

"Nah dari situ maka ada semacam ya emosi juga sih," akunya.

"Dan enggak lunas kan ya," sahut Dedi Mulyadi.

"Kurang, masih kurang," jawab Ahmad Khotibul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus dana pensiun Aman Yani ini semakin hari semakin membuka tabir yang mengejutkan publik. Curhatan Ahmad Khotibul kepada Dedi Mulyadi menjadi salah satu kepingan penting yang memperjelas betapa rumit dan terencanaannya skema yang diduga terjadi di balik pencairan dana pensiun tersebut.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berbahagialah! 5 Shio Untung Besar Besok, 11 Oktober 2026: Ada Peluang Rezeki Mengalir Deras

Berbahagialah! 5 Shio Untung Besar Besok, 11 Oktober 2026: Ada Peluang Rezeki Mengalir Deras

Berikut 5 shio yang diprediksi bakal untung besar besok, 11 Oktober 2026: Ada peluang rezeki mengalir deras. Shio-mu termasuk?
Prakiraan Cuaca 10 Oktober 2026, BMKG Sebut DKI Jakarta Berawan Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca 10 Oktober 2026, BMKG Sebut DKI Jakarta Berawan Berpotensi Hujan Ringan

Warga Jakarta perlu tahu nih, prakiraan cuaca hari ini untuk DKI Jakarta dan sekitarnya. Tetaplah waspada dan pantau informasi BMKG.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung pada 11 Oktober 2026, Ada Peluang Rezeki dan Kabar Baik!

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung pada 11 Oktober 2026, Ada Peluang Rezeki dan Kabar Baik!

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 11 Oktober 2026, ada peluang rezeki hingga kabar baik datang menghampiri. Zodiakmu termasuk?
Jadwal MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober: Misi Marc Marquez Akhiri Mimpi Buruk di Sirkuit Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober: Misi Marc Marquez Akhiri Mimpi Buruk di Sirkuit Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026 yang kini memasuki hari kedua di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026) dimana akan tersaji sesi kualifikasi dan juga Sprint Race.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

PT Jasaraharja Putera membukukan laba bersih sekitar Rp234,49 miliar pada kinerja keuangan tahun 2025.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT