Kronologi Perseteruan Ahmad Albar vs Hercules yang Sebabkan Putrinya Disekap hingga Ditodong Pistol
- Kolase Antara & Tangkapan layar YouTube GRIB TV
tvOnenews.com - Perseteruan antara penulis Ahmad Bahar dan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, tengah menjadi sorotan publik.
Konflik memuncak ketika sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) tersebut mendatangi kediaman Ahmad Bahar di Depok dan membawa putrinya ke markas GRIB Jaya.
Peristiwa ini memicu polemik hangat dengan klaim yang saling bertolak belakang dari kedua belah pihak. Berikut penjelasan kronologi perseteruan tersebut.
Nomor WhatsApp diretas hingga sulut kemarahan Hercules
- Tangkapan layar YouTube GRIB TV
Awal mula perseteruan berakar dari permasalahan di ruang digital. Ahmad Bahar membeberkan bahwa nomor WhatsApp pribadinya beserta nomor anaknya diduga diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Peretasan tersebut mengakibatkan terkirimnya sebuah video ke nomor pribadi Hercules, istrinya, dan dua pejabat teras GRIB Jaya, yang berisi narasi menyudutkan Hercules di tengah polemik dengan Amien Rais terkait Presiden Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya.
“Nomor saya dan nomor anak saya di-hack, sehingga muncul video itu terkirim ke nomornya Bung Hercules, istrinya, dan dua pejabat di GRIB Jaya itu,” kata Ahmad Bahar di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
"Video itu juga yang membuat saya kira Bung Hercules marah besar," lanjutnya.
Namun, pihak GRIB Jaya memberikan sudut pandang berbeda. Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marselinus Gual, menyatakan konten tersebut bermuatan ujaran kebencian yang menyerang personal Hercules.
GRIB Jaya datangi rumah Ahmad Bahar dan lakukan aksi penyekapan
- Dokumentasi keluarga Ahmad Bahar
Ketegangan beralih ke dunia nyata pada Minggu (17/5/2026) lalu. Sejumlah anggota Satgas GRIB Jaya mendatangi rumah Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis, Depok.
Pada saat kejadian, Ahmad Bahar dan istrinya tidak berada di rumah. Di lokasi hanya ada putrinya yang bernama Ilma, adiknya, serta ibu mertuanya yang sedang sakit.
"Di rumah cuma ada anak saya, Ilma, terus adiknya, terus ibu mertua yang sedang sakit," ungkap Ahmad Bahar.
Ahmad Bahar mengungkapkan putrinya dipaksa ikut ke markas guna memberikan klarifikasi langsung kepada Hercules. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk intimidasi psikologis yang membuat anaknya menghadapi ketakutan luar biasa.
“Kemudian mengajak anak saya ke GRIB, itu saya kira juga sesuatu, karena itu dipaksa, dan karena itu juga otomatis anak saya ketakutan,” jelasnya.
Di sisi lain, GRIB Jaya membantah keras tuduhan premanisme, penyekapan, ataupun penculikan. Marselinus Gual menegaskan kedatangan Satgas GRIB Jaya dilakukan secara terbuka, tertib, serta didampingi langsung oleh Ketua RW setempat dan aparat kepolisian sebagai bukti proses berjalan transparan.
"Kedatangan perwakilan Satgas murni dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi atas konten video pelaku yang secara terbuka melempar tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum kami, Bapak Haji Hercules Rosario Marshal,” ujar Marcel dalam keterangan resminya.
GRIB Jaya menegaskan tidak ada satu pun unsur penyekapan atau perlakuan di luar batas normatif yang terjadi selama proses klarifikasi tersebut. (ism)
Load more