Sherly Tjoanda Disebut 'Gubernur Lombok Utara' oleh Penerima BSPS, Warganet: Si Ibunya Jawab Penuh Kepercayaan
- Instagram/@s_tjo
Lombok Barat, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos kaget disebut sebagai "Gubernur Lombok Utara" oleh seorang ibu-ibu penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Belakangan ini, Sherly Tjoanda berkunjung ke Lombok Barat. Ia menghadiri ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 untuk regional Nusa Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara.
Agenda tersebut digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Merumatta Senggigi, Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (19/5/2026).
Di momen ini, Sherly Tjoanda mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut meraih beberapa penghargaan. Ia mengapresiasi pimpinan daerahnya berhasil menanggulangi angka kemiskinan dan penurunan stunting.
"Terima kasih atas kinerja baiknya Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Utara, Morotai dan Kota Ternate serta Tim Pemprov Malut dalam Penanggulangan kemiskinan dan Penurunan Stunting," tulis Sherly Tjoanda dikutip, Minggu (24/5/2026).
Selain itu, Sherly mengapresiasi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, daerah ini berhasil menekan angka pengangguran.
"Serta apreasisi kepada Kabupaten Halmahera Selatan dalam prestasi di kategory Creative Financing," tambahnya.
Sherly Tjoanda Laos Disebut Gubernur Lombok Utara
- Instagram/@s_tjo
Selain hadir di ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Sherly Tjoanda mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.
Sherly bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena juga turut mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.
Kala itu Sherly melakukan peninjauan usulan Bedah Rumah BSPS. Ia juga meninjau Peluncuran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se-NTB, NTT, Maluku, dan Maluku Utara.
Di momen ini, Sherly bersama Menteri PKP dan Mendagri mengujungi salah satu penerima Program BSPS. Mereka memastikan program bedah rumah ini berjalan dengan baik.
Menariknya dalam kunjungan ini, ada satu momen yang mencuri perhatian publik. Saat itu Sherly berbincang dengan ibu-ibu penerima BSPS.
Pasalnya ibu-ibu tersebut masuk sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pemerintah pun memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ibu-ibu itu menjadi rumah layak huni (RLH).
Sherly menyampaikan harapannya agar penerima BSPS tersebut dan keluarganya semakin nyaman setelah rumahnya disulap menjadi RLH.
"Semoga lancar ya. Jadi, rumahnya lebih nyaman, rezekinya nanti lebih banyak ya," ucap Sherly.
Setelah itu, Menteri Ara mengambil kesempatan untuk berbicara. Menteri PKP tersebut bertanya kepada penerima BSPS itu yang membahas tentang identitas Sherly Tjoanda.
"Tahu enggak Ibu Sherly itu Gubernur di mana?," tanya Ara.
Ibu-ibu penerima BSPS itu dengan pedenya menjawab, "Lombok Utara."
Sherly hanya bisa menunjukkan ekspresi kaget. Sementara, beberapa jajaran dari kementerian hingga Pemprov Malut tertawa mendengar jawaban tersebut.
Momen ini dibagikan oleh Gubernur Malut itu melalui Instagram pribadinya. Ekspresi Sherly dan jawaban ibu-ibu tersebut membuat warganet gemas.
"Si ibu pengin Bu Sherly jadi ibu Gubernur Lombok Utara," ketawa @deccxxx.
"Iya benar, ibu adalah Gubernur Lombok Utara," timpal @febrinaxxx.
"Ibunya dengan penuh kepercayaan menjawab 'Lombok Utara', yang penting ingat ada utaranya ya bu," kata @lilixxx.
Sherly Tjoanda Puji Menteri PKP dan Mendagri
Kemudian, Sherly mengapresiasi terhadap keseriusan Ara dan Tito yang memastikan program BSPS tepat sasaran.
"Kita lihat sendiri tim di lapangan bekerja detail memastikan penerima bantuan tepat sasaran dan lelang satuan memastikan harga terbaik supaya setiap rupiah benar-benar menjadi rumah layak untuk masyarakat," terangnya.
Sherly berpendapat terkait masalah dialami MBR. Dari hasil kunjungan tersebut, kebutuhan RLH masih sangat besar sehingga mereka membutuhkan perhatian dari pemerintah.
Wanita berusia 43 tahun ini juga berterima kasih kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Kata dia, komitmen Prabowo menjawab harapan bagi masyarakat yang membutuhkan RLH.
"Terima kasih Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmen dan perhatian besar dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Melalui dukungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, setiap kabupaten akan mendapatkan alokasi
minimal 500 unit. Untuk Maluku Utara, tahun ini ditargetkan sekitar 5.000 rumah," jelasnya.
"Ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi tentang menghadirkan negara secara nyata di tengah masyarakat," tukasnya.
(hap)
Load more