3 Solusi Cepat Sherly Tjoanda Menjaga Stabilitas Ekonomi Menyambut Hari Raya Idul Adha 2026
- Instagram Sherly Tjoanda @s_tjo/Gemini AI
Jakarta, tvOnenews.com- Pemerintah sudah menetapkan hari raya Idul Adha 2026 pada 27 Mei mendatang. Ini pun disambut baik Sherly Tjoanda.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda telah menyediakan langkah-langkah strategi dalam menyambut hari raya Idul Adha 2026.
Dalam keterangannya, disebutkan kalau pihaknya akan mengirim 100 ekor sapi ke berbagai wilayah.
- Kolase
Seperti dipahami, berkurban menjadi media menambah amal kebaikan untuk bekal kehidupan di akhirat.
Dengan begitu, berikut 4 langkah Pemprov Maluku Utara Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, antara lain:
Pertama, Gerakan Pangan Murah (GPM) akan dilaksanakan secara rutin di 10 Kabupaten/Kota untuk komoditas beras, bawang, cabai, dan tomat.
Kedua, Distribusi Hewan Kurban, Pemprov Malut telah menganggarkan 100 ekor sapi untuk didistribusikan secara proporsional ke seluruh Kabupaten/Kota.
Ketiga, Peningkatan Produksi Pertanian, melalui bantuan Kementerian Pertanian, Maluku Utara mendapatkan kuota cetak sawah baru seluas 10.000 hektar dan aktivasi kembali sawah seluas 4.600 hektar di Halmahera Utara dan Halmahera Timur.
Keempat, Infrastruktur Logistik, Bulog RI telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 6 titik gudang baru di Maluku Utara guna memperkuat stok logistik daerah.
- Instagram Sherly Tjoanda @s_tjo/Gemini AI
"Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan beberapa langkah taktis," ucapnya dikutip dari malutprov, Senin (25/5).
Di sisi lain, Gubernur Malut tersebut tengah memfokuskan pembangunan infrastruktur di Maluku Utara.
Menurutnya, membangun Maluku Utara bukan hanya tentang membuka peluang. "tetapi memastikan setiap peluang dikawal dan dieksekusi sampai memberi manfaat nyata bagi masyarakat," pesan Sherly Tjoanda Laos.
Sebelumnya, Sherly bertekad juga memprioritaskan untuk membangun infrastruktur yang bertujuan membangun konektivitas.
Katanya, ini bertujuan untuk mempermudah seluruh aktivitas warganya, yang disebutkan mayoritas bekerja sebagai petani dan sisanya nelayan.
"60% warga Maluku Utara adalah petani kopra, cengkeh, dan pala. 20% lainnya adalah nelayan," katanya.
Sherly Tjoanda belum lama ini terbang ke Jakarta bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuannya dengan Menteri AHY, Sherly Tjoanda membahas seputar gambaran pembangunan infrastruktur di Maluku Utara.
Load more