Dedi Mulyadi ke Pasar Ciwastra, Warga Adukan Sampah Bau dan Jarang Diangkut Meski Sudah Bayar
- Instagram @dedimulyadi71
tvOnenews.com - Sudah bayar iuran kebersihan, tapi sampah tetap menumpuk dan membusuk, itulah kenyataan pahit yang dirasakan warga sekitar Pasar Ciwastra, Bandung Timur. Saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tiba di lokasi, keluhan itu langsung tumpah ruah, diiringi bau menyengat yang menjadi saksi bisu kegagalan layanan kebersihan selama ini.
Dalam rangkaian sidak penanganan krisis sampah di kawasan Bandung Raya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambangi Pasar Ciwastra, salah satu pasar tradisional di Kota Bandung Timur yang selama ini kerap berjuang menghadapi masalah penumpukan sampah ekstrem.
Lokasi ini memiliki Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang berada tepat di area belakang pasar, dan kondisinya sudah lama menjadi keluhan warga sekitar.
Begitu tiba, Dedi Mulyadi langsung disambut kerumunan warga yang antusias.
"Nah, ini Pasar Ciwastra," ucap Dedi Mulyadi sambil menyapa warga yang berkumpul di dekatnya.
Tak lama berselang, Dedi Mulyadi langsung mengonfirmasi apa yang sudah tercium sejak jauh, bau sampah yang menyengat.
Dedi Mulyadi pun bertanya apakah tumpukan sampah itu bau. Warga pun kompak menjawab, "Bau!"
Aduan yang masuk bukan sekadar soal bau. Para ibu-ibu yang berkumpul di sekitar pasar mengungkapkan persoalan yang jauh lebih mengusik, mereka telah rutin membayar iuran jasa kebersihan kepada pihak pengelola, namun sampah tetap tidak diangkut dan dibiarkan menumpuk hingga membusuk.
Dalam rangkaian sidaknya di pasar-pasar Bandung, Dedi Mulyadi dan jajaran pemerintah daerah menemukan pola yang sama, warga yang taat membayar justru mendapat pelayanan yang diabaikan. Sampah ditelantarkan, sementara iuran terus berjalan.
Tidak hanya sampah, ada pula warga yang mengeluhkan masalah banjir yang kerap melanda kawasan sekitar pasar. Dedi Mulyadi mendengar seluruh keluh kesah itu dengan saksama sebelum angkat bicara.
"Jadi mau diangkut sampah ini biar beres lah," ucap Dedi Mulyadi.
Meski situasinya serius, Dedi Mulyadi tetap menjadi dirinya sendiri. Di sela-sela kunjungan, ia melontarkan candaan yang langsung disambut tawa warga.
"Kawin boleh ditunda, kerjaan tidak boleh ditunda," ucap Dedi Mulyadi
Load more