Siapa Sih Fabiola Elizabeth? Mantan Artis yang Jadi Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Rp41 Miliar
- Tangkapan layar YouTube Animasi Domba Garut
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan artis bernama Fabiola Elizabeth Agnes meggemparkan publik. Perhatian itu lantaran diduga terlibat kasus sindikat penipuan online atau love scamming internasional.
Nama Fabiola Elizabeth mendadak mencuri perhatian setelah diungkap oleh Polda Jawa Tengah (Jateng) melalui Direktur Reserse Siber, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih.
Himawan mengatakan bahwa, mantan artis yang terlibat jaringan penipuan online berskala internasional bermarkas di Solo Raya berinisial F.
"Modelnya dari mantan artis," ujar Himawan dikutip, Selasa (2/6/2026).
Himawan menjelaskan tugas mantan artis tersebut dalam modus pig butchering. Perempuan tersebut memberikan pelayanan melalui video call sesuai permintaan korban.
Hingga pada akhirnya, wanita dikenal sebagai model itu diamankan pihak kepolisian. Ia diduga kuat memiliki peran penting dalam jaringan sindikat penipuan daring internasional.
Polisi menangkap wanita tersebut di kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Terkini, status mantan artis itu resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Profil Fabiola Elizabeth
- Instagram/fabananash_
Berdasarkan hasil rekapan tvOnenews.com dari berbagai sumber, Fabiola Elizabeth dikenal sebagai sosok model yang sudah tidak asing lagi di Indonesia.
Fabiola Elizabeth merupakan mantan artis berkebangsaan Jerman kelahiran tahun 1995. Sosoknya juga sudah cukup lama menetap di Indonesia.
Fabiola sempat lama tinggal di Bandung. Sejak 2021, wanita dengan postur tinggi badan sekitar 170 sentimeter tersebut memilih pindah ke Bali.
Keberadaannya di Indonesia juga mendorong dirinya memiliki keterikatan kuat dengan budaya lokal. Efek tinggal di Jawa Barat, ia sangat mahir berbicara bahasa Sunda.
Ia juga mempunyai hobi memelihara domba garut. Tak ayal, Fabiola memiliki sebutan Neng Bule berkat kemahirannya berbahasa Sunda.
Ia memamerkan kemahirannya lewat berbagai konten. Ia memperlihatkan hal ini lewat unggahan di kanal YouTube Sundaliwood yang aktif sejak Maret 2022.
Semasa tinggal di Jawa Barat, Fabi sapaan akrabnya dikabarkan pernah tergabung dalam Oak Model Agency. Basisnya terletak di daerah Bandung.
Tak hanya itu, Fabi pernah menempuh pendidikan Sastra Inggris. Ia menjalani pendidikan tingginya di Universitas Kristen Maranatha.
Adapun hobinya gembar bepergian. Fabi sempat beberapa kali menunjukkan aktivitas kesehariannya lewat media sosial.
Selain itu, Fabiola Elizabeth merupakan mantan istri Reza Anugrah alias Reza Smash. Pernikahan mereka terjadi pada 2018 yang membuat wanita tersebut semakin dikenal oleh publik.
Melalui pernikahan ini, Fabiola dan Reza Smash dikaruniai seorang anak laki-laki pada 2019. Sayangnya rumah tangga wanita berkebangsaan Jerman itu tidak berlangsung lama.
Fabiola dan Reza resmi bercerai pada 2020. Hal itu terjadi setelah menjalani sekitar dua tahun pernikahan.
Keterlibatan dalam Kasus Love Scamming Internasional
Nama Fabiola diduga kuat sebagai mantan artis yang terlibat dalam kasus penipuan daring berbasis internasional. Hal ini terlihat dari tato di leher dan di bagian tangannya.
Polisi menuturkan tugas utama Fabiola. Mantan istri Reza Smash itu menjadi model melayani permintaan interaksi secara langsung kepada korban.
Interaksi dari wanita tersebut berhasil membangun kepercayaan terhadap ratusan korban. Rata-rata korban yang menjadi sasaran bidikan sindikat lintas negara ini sedikitnya 133 orang dari warga negara Amerika Serikat (AS).
Perannya menyediakan berbagai foto persuasif. Perempuan tersebut dan para pelaku juga melakukan panggilan video call melalui aplikasi kencan daring.
Adapun beberapa aplikasi menjadi pergerakan modus pig butchering, antara lain Tinder, Puf dan Boo hingga berbagai platform media sosial seperti Facebook dan sebagainya.
Para korban diarahkan ke aplikasi percakapan pribadi. Perempuan itu terus membangun kepercayaan agar para korban menanamkan modal dana lewat platform investasi atau kripto bodong.
Akibatnya, perempuan tersebut menjadi salah satu dari 39 tersangka. Adapun 33 orang yang terdiri dari 11 WNA dan 22 WNI bertugas sebagai marketing untuk menjaring korban di aplikasi kencan dengan cara menggunakan identitas palsu.
(hap)
Load more