News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dorong Mediasi, KPAI Minta Keluarga Besar Jembatani Konflik Ruben Onsu vs Sarwendah

KPAI menyarankan Ruben Onsu dan Sarwendah menempuh jalur mediasi demi kepentingan terbaik anak-anak mereka, sekaligus meminta keluarga besar turut menjembatani.
Kamis, 18 Juni 2026 - 07:51 WIB
Kolase Foto Ruben Onsu dan Sarwendah..jpg
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Just Ruben / YouTube Sarwendah Official

 

tvOnenews.com - KPAI memberikan saran utama terkait perselisihan yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah, yakni mendorong kedua pihak untuk menempuh jalur mediasi demi kepentingan terbaik anak-anak mereka. Saran ini disampaikan di tengah konflik keluarga yang belakangan ramai disorot publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPAI menekankan bahwa meskipun orang dewasa memiliki konflik, masa depan dan tumbuh kembang anak harus tetap menjadi prioritas utama. Persoalan rumah tangga antara orang tua tidak seharusnya menjadi beban yang harus ditanggung oleh anak-anak.

Wakil Ketua KPAI, Jastra Putra, menyampaikan sejumlah poin penting terkait saran mediasi tersebut dalam tayangan YouTube Intens Investigasi, Rabu (17/6/2026). Ia menjelaskan secara rinci alasan KPAI mendorong penyelesaian melalui jalur kekeluargaan tersebut.

Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah ini sebelumnya mencuat ke publik dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai kondisi pengasuhan anak-anak mereka. Hal inilah yang membuat KPAI merasa perlu turun tangan memberikan arahan.

Menurut Jastra Putra, mediasi didorong agar kedua pihak memiliki tanggung jawab yang jelas terkait pengasuhan dan perlindungan anak. Ia mengingatkan bahwa anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah masih berusia belia dan negara berkewajiban memastikan pengasuhan itu terjaga hingga mereka berusia 18 tahun.

"Kenapa kami mendorong untuk dimediasi, ya, agar para pihak memiliki tanggung jawab terkait pengasuhan dan perlindungan anak, karena Ananda ini kan masih usia belia, dan tentu negara punya berkewajiban memastikan pengasuhan itu sampai usia 18 tahun, gitu ya," ujar Jastra Putra.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kewajiban pengasuhan bukan hanya tanggung jawab orang tua, melainkan juga menjadi perhatian negara melalui lembaga seperti KPAI. Hal ini sejalan dengan prinsip perlindungan anak yang menjadi landasan kerja KPAI selama ini.

Lebih lanjut, Jastra Putra meminta keluarga besar dari kedua belah pihak untuk ikut menjembatani penyelesaian konflik ini secara kekeluargaan. Menurutnya, keterlibatan keluarga besar dapat membantu meredakan ketegangan yang terjadi antara Ruben Onsu dan Sarwendah.

"Dan bahkan kami meminta juga, kalau ada pihak keluarga besar, ya, untuk bisa menjembatani, ya, untuk bagaimana menyelesaikan isu ini secara kekeluargaan, gitu ya, sehingga kepentingan terbaik bagi anak itu menjadi utama kita," kata Jastra Putra.

Ia menegaskan bahwa kepentingan terbaik anak harus selalu menjadi acuan utama dalam setiap langkah penyelesaian konflik, baik yang dilakukan oleh kedua orang tua maupun keluarga besar yang terlibat. Tujuannya agar anak tidak menjadi korban dari perselisihan orang dewasa.

Selain itu, KPAI juga mengingatkan agar pertengkaran antara Ruben Onsu dan Sarwendah tidak terus diumbar ke publik. Sebab, segala bentuk perselisihan yang dipublikasikan akan meninggalkan jejak digital yang sifatnya permanen.

Jejak digital tersebut, menurut KPAI, berpotensi memengaruhi kondisi psikologis anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah ketika mereka tumbuh dewasa kelak. Rekam jejak di dunia maya dapat sewaktu-waktu muncul kembali dan berdampak pada perkembangan mental anak.

Jika proses mediasi tidak membuahkan hasil atau ada pihak yang keberatan, KPAI menyarankan agar Ruben Onsu dan Sarwendah mencari lembaga lain atau menempuh jalur pengadilan. Meski demikian, KPAI menegaskan bahwa langkah hukum bukan ditujukan untuk mencari pihak yang menang dalam perdebatan.

Prinsip utama yang harus tetap dipegang, baik dalam mediasi maupun jalur hukum, adalah mengutamakan kebaikan dan kepentingan terbaik anak. KPAI menilai pendekatan ini lebih penting dibandingkan sekadar membuktikan siapa yang benar atau salah dalam konflik tersebut.

Melalui proses mediasi, KPAI juga menyarankan agar Ruben Onsu dan Sarwendah dapat bersepakat mengenai pembagian waktu pengasuhan. Kesepakatan ini dinilai penting agar kedua anak tetap mendapatkan perhatian yang seimbang dari kedua orang tuanya.

Selain waktu pengasuhan, KPAI juga mendorong adanya kesepakatan terkait tanggung jawab masing-masing pihak serta dukungan dari keluarga besar, meskipun Ruben Onsu dan Sarwendah saat ini tinggal di rumah yang berbeda. Hal ini dinilai penting demi menjaga kelekatan emosional anak dengan kedua orang tuanya.

"Sebetulnya pemberian kasih sayang, kemudian membangun kelekatan, kedekatan, gitu ya, melalui mediasi itu sebetulnya bisa dibangun, ya, misalnya kesepakatan soal waktu mengasuh anak, kemudian termasuk juga tugas dan tanggung jawab masing-masing, walaupun di rumah yang berbeda, gitu ya," jelas Jastra Putra.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan adanya saran ini, KPAI berharap konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus mengorbankan kepentingan dan tumbuh kembang anak-anak mereka. Publik pun menanti bagaimana kelanjutan dari proses mediasi yang disarankan oleh KPAI tersebut.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buron Tiga Tahun, Pelaku Pencurian 9 Trafo Lampu Kapal di Juwana Akhirnya Ditangkap Satpolairud Polresta Pati

Buron Tiga Tahun, Pelaku Pencurian 9 Trafo Lampu Kapal di Juwana Akhirnya Ditangkap Satpolairud Polresta Pati

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati kembali mengungkap perkembangan kasus dugaan pencurian dengan pemberatan (curat) berupa trafo lampu kapal yang terjadi di wilayah perairan Juwana. 
Peringatan Dini El Nino, BMKG Makassar Anjurkan Petani buat Persiapan Air dan Penyesuaian Bibit

Peringatan Dini El Nino, BMKG Makassar Anjurkan Petani buat Persiapan Air dan Penyesuaian Bibit

Fenomena El Nino tidak bisa disepelekan, sebab bisa berimbas ke banyak sektor kehidupan di sebuah negara. BMKG keluarkan imbauan untuk Petani
Lensa Berbicara: Kondisi Hotel Sultan Jelang Dieksekusi, Penuh Banner Penolakan hingga Terpasang Kawat Berduri

Lensa Berbicara: Kondisi Hotel Sultan Jelang Dieksekusi, Penuh Banner Penolakan hingga Terpasang Kawat Berduri

Suasana di kawasan Hotel Sultan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, tampak berbeda pada Kamis (18/6/2026).
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Langkah PSSI Usai DPR Setujui Luke Vickery dan Mitchell Baker Bela Timnas Indonesia

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Langkah PSSI Usai DPR Setujui Luke Vickery dan Mitchell Baker Bela Timnas Indonesia

Proses naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat usai PSSI datangkan Luke Vickery dan Mitchell Baker.
Pembagian Grup AVC U-18 Girls Championship 2026: Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Gabung Pool C Bersama Jepang

Pembagian Grup AVC U-18 Girls Championship 2026: Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Gabung Pool C Bersama Jepang

Timnas Voli Putri Indonesia U-18 bergabung bersama Jepang di Pool C dalam pembagian grup AVC U-18 Girls Championship 2026.
Di Tengah Konflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Beri Nasihat Pesan Menyentuh untuk Anak-anaknya

Di Tengah Konflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Beri Nasihat Pesan Menyentuh untuk Anak-anaknya

Ruben Onsu membagikan pesan menyentuh untuk ketiga anaknya, berisi nasihat tentang harta dan kekayaan yang tidak akan dibawa ke dalam kubur.

Trending

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar bahagia datang dari bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Pemain Port FC itu melamar sang kekasih, Yuriska Patricia, yang diketahui sebagai aktris.
Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar hukum menilai peluang Ruben Onsu untuk mengambil alih hak asuh anak cukup besar, terutama jika terbukti ada penelantaran atau eksploitasi terhadap sang anak.
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
7 Bos Kartel Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia, Ada yang Kekayaannya Tembus Rp900 Triliun

7 Bos Kartel Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia, Ada yang Kekayaannya Tembus Rp900 Triliun

Siapa bos kartel narkoba terbesar sepanjang sejarah? Dari Pablo Escobar hingga El Chapo, inilah daftar penguasa narkoba dunia yang membangun kerajaan kriminal bernilai miliaran
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT